Mismanajemen banget nih perusahaan... Knp ga minta tolong garuda ya buat take over...ga sanggup kali iya Kalau masih inget dulu periode 90-an ada istilah garuda-merpati, jadi disitu garuda ama merpati disuruh joinan bedua dengan tujuan supaya si merpati dan garuda makin meningkat pendapatannya. T...
Lewat pintu terminal 2E, Jokowi tak diperiksa petugas bandara# http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/11/21/462273/670x335/lewat-pintu-terminal-2e-jokowi-tak-diperiksa-petugas-bandara.jpg Merdeka.com - Jelang kedatangan Jokowi untuk pergi ke Singapura untuk menghadiri wisuda anaknya, petuga
Habieb Riziq 'berfoto' bareng dengan Ahok di hari pelantikannya Reporter : Al Amin | Rabu, 19 November 2014 14:46 http://s.kaskus.id/images/2014/11/19/1646240_20141119033615.jpg Habieb Riziq 'berfoto' bareng dengan Ahok di hari pelantikannya Habib Rizieq akrab dengan Ahok. ©instagram agan har
Pertamina mah gak ada urusan dengan harga bensin subsidi. Harga bensin 3000 atau 12000 juga bukan pertamina yang subsidi, tapi negara. Kalo itung2an Rizal Ramli bener, Rp 1300 seliter itu udah nutupin distribusi. Bisa2 negara malah untung, bukannya subsidi. Makanya, Jokowi buka2an aja soal ongko
Di detikdotcom kata menkeu msh subsidi 1500/liter mbah Gile lu jok tiba2 aja naikin,,yg niat nimbun gak dikasih kesempatan mikir :ngakak Bener banget tuh, beda ama yang sbelumnya mundar-mundur berhari-hari sehingga memberi kesempatan kepada penimbun2 untuk menabung stok bbm....lha ini engga ada
Klo ane sih mendingan naik 3500 / liter tapi untuk transportasi umum tetap di subsidi Nah itu yang repot gan, kayak gak tau mental orang indonesia aja.....lha wong solar subsidi untuk nelayan aja masih pada dijualin bukannya untuk dipakai sendiri
Bagi yang nolak kenaikan BBM silakan deh baca-baca tu laporan tentang energi di Indonesia yang dikeluarkan kementrian ESDM. Disitu tiap tahun biasanya mengeluarkan laporan mengenai kondisi energi di Indonesia baik dari kondisi sumber daya energinya, konsumsi energinya dan program-program pemerintah
http://cdn-media.viva.co.id/thumbs2/2014/11/17/280067_demo-kenaikan-harga-bbm-di-cikini_209_157.jpg Eko Priliawito, Rohimat Nurbaya Senin, 17 November 2014, 22:09 WIB VIVAnews - Pasca ditetapkannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) men
Iye bener kata pengacaranya, dan ane yakin prof musakkir ini pasti salah satu penulis FR (field report) dari forum sebelah....habis "penelitian" lgsg nulis "karya ilmiah" nya, :ngakak
Pemikiran yang bodoh, pantas engga maju-maju kalau pikirannya masih seperti HTI ini......dulu zaman khalifah engga ada mesin yang makan bensin, penduduk juga masih belum sebanyak sekarang sehingga kalau gratis ya wajar aja. Lha sekarang mo gratiss??? kencing aja bayar dua rebu coy.....
Mana berani FPI ke NTT, mo jadi rempeyek apa....orang yang lebih kuat-kuat dibanding hercules aja banyak disono.....
Mana nih profil pureknya?...jangan" tu gelarnya Prof (HC) dari univ LN antah berantah :ngakaks Prof itu ibaratnya jabatan gan, jadi yang berhak ngasi gelar prof itu ya cuma kampus tempat dia mengajar (dalam kasus ini berarti ya UNHAS nya) dan gelar itu cuma terikat selama dia masih aktif menga
bimbingan skripsi jam 3 pagi di hotel. niceee hancur sudah nama UNHAS Siangnya bertarung di jalanan, malamnya tempur di ranjang.....maknyoss tenann.... :matabelo
Coba ambil sisi positifnya, itu kan dosennya dua orang, bisa saja itu lagi bimbingan tugas akhir, :capedes
daripada bikin ginian, mending noh ke webnya ESDM terus cari dah profil energi di Indonesia yang meliputi sumber, cadangan, dan berapa konsumsi energi nya seperti apa dan disitu dijamin bukan data abal-abal atau asumsi belaka....