Maklum gan, Prabowo tidak memiliki pengalaman, hanya bisa orasi saja. Kalau sekedar orasi, anak SMA juga bisa. :ngakak
Maklum mungkin TS orang kaya, jadi tidak pernah menikmati fasilitas KJS, pengobatan gratis, tetapi sebaiknya jangan melawak, malu sendiri. Sudah jelas KJS bermanfaat, terbukti ketika jumlah pasien membludak di RSUD.
Jokowi dan Prabowo memang beda kelas, Jokowi sudah terbukti dan memiliki pengalaman pengelolaan pemerintahan sedangkan Prabowo baru beretorika.
Mantap, sudah benar pilih Jokowi-JK, masa pilih sarang koruptor seperti di koalisi Prabowo-Hatta. :ngakak
Ayo siapa saja yang sempat tertipu oleh penjual kecap manis yang mengaku dirinya anti terhadap Amerika Serikat? :ngakak
Kita tidak membutuhkan isu-isu yang berunsur fitnah, yang kita butuhkan adalah penyampaian visi, misi serta program secara konkrit.
Bukankah bapak Prabowo sendiri yang dulu sebut mereka sebagai maling, penjahat, sengkuni dan kurawa? Lebih bodoh lagi, kenapa bapak Prabowo sekarang mengemis dukungan politik dari koruptor-koruptor itu sendiri dengan obral jabatan Menteri?
Prabowoku dulu tak begini, dulu Prabowo dengan lantang berteriak bahwa penguasa itu korup dan adalah maling, tetapi sekarang dia mengemis dukungan dari koruptor-koruptor itu sendiri dengan obral jabatan Menteri.
Ketegasan bukan dilihat dari fisik atau ucapan semata, tetapi melalui jejak rekam kinerja serta prestasi.
panasbung terguncang, uda ketipu :ngakaks Katanya anti investasi asing dan nasionalis, kenapa bela PT Freeport? :ngakak
Kubu Jokowi-JK mengandalkan visi, misi serta program, bukan kampanye hitam, misal kali ini visi 'Restorasi Maritim Indonesia' yang bermanfaat terutama pada sektor perikanan Indonesia.
setau ane kepala SKK Migas yg gajinya ratusan juta aja bisa tersangkut dugaan kasus korupsi. Jadi sptnya ngga efektif pejabat digaji tinggi supaya tdk korupsi... Betul, singkat kata untuk mewujudkan pemerintahan yang baik, seharusnya KPK dikembangkan lebih maksimal lagi, karena meski gaji besar buk
Mungkin saja pendukung Prabowo-Hatta seringkali mengandalkan isu-isu agama karena tidak ada nilai kelebihan dari sisi Prabowo-Hatta sehingga yang mereka bisa lakukan hanya untuk menjatuhkan Jokowi-JK dengan berbagai isu. :ngakak
Debat beberapa hari lalu secara jelas menunjukkan perbedaan kualitas antara Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta, penyampaian Jokowi-JK jauh lebih konkrit, sedangkan penyampaian Prabowo-Hatta terkesan menerawang, tidak menyentuh substansi.