Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
24969
Lapor Hansip
24-10-2020 17:09

HITAM Season 2

HITAM
Season 2


HITAM
Season 2


Quote:

 Halo agan dan sista semua.. jumpa lagi dalam threadku yang baru ini. Sesuai permintaan agan dan sista, maka TS akan melanjutkan lagi thread sebelumnya yang sudah tamat. Mohon diperhatikan, ini adalah cerita fiksi, hasil karangan TS yang diambil dari gabungan antara pengalaman pribadi, pengalaman temen-temen, mitos, urban legend dan ditambah banyak sekali imajinasi.

 Jadi TS cuma orang biasa, TS cuma menuangkan gabungan antara nyata dan imajinasi ke dalam tulisan di thread ini dan thread sebelumnya. Maka dimohon jangan bertanya soal supranatural, karena TS cuma sedikit sekali mengerti tentang yang gaib.

 Thread ini dibuat bukan untuk menyinggung, menghina atau merendahkan orang lain atau suatu kelompok, karena thread ini hanyalah untuk hiburan semata. Kalau ada kata-kata yang tanpa di sengaja telah menyinggung atau merendahkan, TS mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga thread ini bisa berguna dan bisa diambil hikmahnya.

 Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau updatenya nggak bisa terus-terusan setiap hari seperti dulu lagi, update bisa  sehari sekali atau dua hari sekali, tapi tidak akan lebih dari dua hari.

 Terima kasih buat agan dan sista yang udah setia tongkrongin thread sebelumnya. Nggak nyangka thread sebelumnya itu akan banyak mendapat respon. Terima kasih juga atas saran dan kritiknya, hingga TS bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang nggak di sengaja. Tanpa pembaca, maka seorang penulis dan tulisannya nggak akan berarti apa-apa...

Selamat membaca…..





Prolog


 Ini adalah cerita fiksi, lanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HITAM. Menceritakan tentang anak yang bernama Aryandra, seorang anak yang ndableg, serba cuek dan nggak nggagasan.  Dari kecil Aryandra bisa melihat makhluk halus dan sebangsanya, dia juga punya kemampuan untuk melihat masa depan hanya dengan sentuhan, pandangan mata, dan juga lewat mimpi. 

 Karena sejak kecil Aryandra sudah terbiasa melihat makhluk halus yang bentuknya aneh-aneh dan menyeramkan, maka dia sudah tidak merasa takut lagi melihat makhluk alam lain itu. Setelah di beri tahu oleh mbah kakungnya, Aryandra baru tahu kalau kemampuannya itu berasal dari turunan moyangnya. Dengan bimbingan mbah kakungnya itulah, Aryandra bisa mengetahui seluk-beluk dunia gaib.

 Pada thread sebelumnya menceritakan tentang masa kecil Aryandra. Takdir telah mempertemukan dia dengan sesosok jin yang bernama Salma, jin berilmu sangat tinggi, tapi auranya hitam pekat karena rasa dendamnya yang sangat besar, dan juga karena dia mempelajari ilmu-ilmu hitam yang dahsyat. Tapi Salma telah bertekad untuk selalu menjaga dan melindungi Aryandra, dan akhirnya merekapun bersahabat dekat. 

 Belakangan baru diketahui oleh Aryandra kalau Salma adalah ratu dari sebuah kerajaan di alam jin. Salma menampakkan diri dalam wujud gadis sangat  cantik berwajah pucat, berbaju hitam, memakai eye shadow hitam tebal, lipstick hitam, dan pewarna kuku hitam. Kehadiran Salma selalu ditandai oleh munculnya bau harum segar kayu cendana, 

 Salma juga sering berubah wujud menjadi sosok yang sangat mirip dengan kuntilanak hitam dengan wajah menyeramkan, memakai jubah hitam panjang, rambut panjang awut-awutan, mulut robek sampai telinga, mata yang bolong satu, tinggal rongga hitam berdarah. Tapi wujudnya itu bukan kuntilanak hitam. 

 Bedanya dengan kuntilanak hitam adalah, Salma mempunyai kuku yang sangat panjang dan sangat tajam seperti pisau belati yang mampu menembus batu sekeras apapun. Kuku panjang dan tajam ini tidak dimiliki kuntilanak biasa. 

 Dalam cerita jawa, sosok seperti Salma itu sering dikenal dengan nama kuntilanak jawa, sosok kunti paling tua, paling sakti dan paling berbahaya daripada segala jenis kuntilanak yang lain. Kuntilanak jawa sangat jarang dijumpai, karena makhluk jenis ini memang sangat langka. Manusia sangat jarang melihatnya, dan kalau manusia melihatnya, biasanya mereka langsung ketakutan setengah mati, bahkan mungkin sampai pingsan juga, dan setelah itu, dia akan menjadi sakit.

 Aryandra juga dijaga oleh satu sosok jin lagi yang dipanggil dengan nama eyang Dim, dia adalah jin yang menjaga nenek moyangnya dan terus menjaga seluruh keturunannya turun-temurun hingga sampai ke Aryandra. Dari eyang Dim dan Salma inilah Aryandra mempelajari ilmu-ilmu olah kanuragan, beladiri, ilmu pukulan, tenaga dalam, dan ilmu-ilmu gaib.

 Perjalanan hidup Aryandra mempertemukannya dengan satu sosok siluman yang sangat cantik, tapi memiliki wujud perempuan setengah ular. Siluman itu mengaku bernama Amrita, dengan penampilan yang khas, yaitu serba pink, mulai pakaiannya dan bahkan sampai ilmu kesaktian yang dikeluarkannya pun juga berwarna pink. Amrita adalah siluman yang selalu menggoda manusia untuk berbuat mesum, yang pada akhirnya manusia itu dibunuh olehnya. Semua itu dilakukan karena dendamnya pada kaum laki-laki.

 Awalnya Aryandra berseteru dengan Amrita, dan Amrita sempat bertarung mati-matian dengan Salma, yang pada akhirnya Amrita bisa dikalahkan oleh Salma. Dan kemudian Amrita itupun bersahabat dekat dengan Aryandra dan Salma. Dia  juga bertekad untuk terus menjaga Aryandra. Jadi Aryandra memiliki 3 jin yang terus melindunginya kemanapun dia pergi.

 Di masa SMA itu Aryandra juga berkenalan dengan cewek yang bernama Dita, kakak kelasnya. Cewek manis berkacamata yang judes dan galak. Tapi setelah mengenal Aryandra, semua sifat Dita itu menghilang, Dita berubah menjadi sosok cewek yang manis dan penuh perhatian, Dita juga sangat mencintai Aryandra dan akhirnya merekapun jadi sepasang kekasih.

 Dalam suatu peristiwa, Aryandra bertemu dengan dua saudara masa lalu nya, saudara keturunan sang raja sama seperti dirinya. Mereka bernama Vano dan Citradani. Dan mereka menjadi sangat dekat dengan Aryandra seperti layaknya saudara kandung. Saking dekatnya hingga kadang menimbulkan masalah dan salah paham dalam kehidupan percintaannya.

 Aryandra mendapatkan suatu warisan dari nenek moyangnya yaitu sang raja, tapi dia menganggap kalau warisan itu sebagai suatu tugas untuknya. Warisan itu berupa sebilah keris kecil yang juga disebut cundrik. Keris itu bisa memanggil memerintah limaratus ribu pasukan jin yang kesemuanya ahli dalam bertarung, pasukan yang bernama Pancalaksa ini dibentuk oleh sang raja di masa lalu. Karena keris itu pula, Aryandra bisa kenal dengan beberapa tokoh jin yang sangat sakti dan melegenda. 

 Tapi karena keris itu jugalah, Aryandra jadi terlibat banyak masalah dengan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Dewa Angkara. Ternyata keris itu sudah menjadi rebutan para jin dan manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Keris itu menjadi buruan banyak makhluk, karena dengan memiliki keris itu, maka  akan memiliki ratusan ribu pasukan pula.

 Perebutan keris itulah yang akhirnya mengantarkan Aryandra pada suatu peperangan besar. Untunglah Aryandra dibantu oleh beberapa sahabat, yang akhirnya perang itu dimenangkan oleh pihak Aryandra, meskipun kemudian Aryandra sendiri memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghancurkan musuh utamanya. Dan karena itulah Aryandra jadi kehilangan kemampuannya untuk beberapa waktu, tapi akhirnya kemampuan itu kembali lagi padanya dengan perantara ratu utara.

 Pada thread kali ini akan menceritakan kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA, dari pertama masuk kuliah, tentang interaksinya dengan alam gaib dengan segala jenis makhluknya. Juga tentang persahabatan dengan teman kuliah dan dengan makhluk alam lain, percintaan, persaingan, tawuran, segala jenis problematika remaja yang beranjak dewasa, dan juga sedang dalam masa pencarian jati diri. Teman baru, musuh baru, ilmu baru dan petualangan baru.

 Sekali lagi, thread ini adalah cerita fiksi. Dimohon pembaca bijak dalam menyikapinya. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan, kesalahan tentang fakta-fakta, dan kesamaan nama orang. Tidak ada maksud apa-apa dalam pembuatan thread ini selain hanya bertujuan untuk hiburan semata. Semoga thread ini bisa menghibur dan bisa bermanfaat buat agan dan sista semuanya. 

 Seperti apakah kisah hidup Aryandra setelah lulus dari SMA ini..? Mari kita simak bersama-sama...



Salma




Amrita



Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
teguhjepang9932 dan 403 lainnya memberi reputasi
380
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
54.3K Anggota • 32.9K Threads
HITAM Season 2
19-02-2021 17:07

Dosa turunan

    Malam itu kami berada di pantai yang dekat dengan hotel. Dan karena angin laut makin dingin, ditambah Dita yang udah tinggi karena abis menenggak satu setengah botol wine, juga karena situasi sekitar yang sudah nggak kondusif lagi, maka aku mengajak Cindy dan teman-temannya untuk balik ke hotel.

    Sepanjang perjalanan ke hotel, aku tau ada beberapa jin yang mengikuti, tapi perhatianku tersita ke Dita yang udah nggak bisa duduk dengan tegak, aku takut kalo dia jatuh dan kejedot kaca mobil atau dashboard. Sementara Salma dan Amrita udah nangkring di atas atap mobil, berjaga dari segala kemungkinan serangan, Roro Saraswati tetap di belakangnya Dita, menjaganya agar nggak jatuh.

     Sampai di hotel, aku segera memapah Dita langsung ke lift yang akan membawa kami ke lantai 4, ke kamar kami, biar nggak jadi bahan tontonan. Cindy dan temannya menuju ke kamarnya. Dia mau bertanya soal Dita, tapi kuberi isyarat biar dia nggak bertanya.

      Kubaringkan Dita di tempat tidur. Lalu lewat intercom, aku bilang ke room service untuk dikirimi dua gelas kopi pahit. Kulihat Dita udah nggak bisa membuka mata, tangannya bergerak kesana kemari. Tiba-tiba dia beranjak duduk.

Quote:    "Gerah banget Ndra.. gedein AC nya…"

    "Ntar malah masuk angin lagi.." jawabku.

    "Pokoknya gedein.. gerah banget ini.." tangan Dita bergerak melepas kaosnya, hingga cuma menyisakan daleman. 

     Aku jadi terkejut. "Eehh.. nggak usah dilepas gitu lah.. ini kugedein AC nya.."


   Kuraih remote AC untuk membesarkan angin AC. Dita udah berbaring lagi, matanya terpejam, maka kuselimuti dia. Bener-bener parah ini, mabok kok sampe kayak gitu. emoticon-Hammer (S) Room service datang mengantarkan kopi pahit, rencananya mau kuberikan pada Dita untuk mengurangi efek alkohol itu. Saat kututup pintu kembali, Dita berteriak.

Quote:    "Sayaangg.. kamu kemana..?"

     "Nggak kemana-mana kok.. dari tadi di sini juga.." jawabku mendekatinya sambil membawa dua gelas kopi.

     "Sini temenin.. jangan kemana-mana.."

     Aku ikut rebahan di sebelah Dita, dan dia malah memelukku dengan erat.

     "Aku sayaang banget sama kamu.. jangan pernah tinggalin aku yaa…"

     Omongan cewek mabok, terkesan lebay. emoticon-Hammer (S) Karena saat dia nggak mabok malah belum pernah ngomong sampe kayak gitu, biasanya Dita nunjukin rasa sayangnya dengan perlakuan, bukan dengan kata-kata seperti tadi.

     "Iyaa… Kamu minum kopi dulu, biar nggak pusing.." kataku.

    "Nggak mau.. paiitt.."


     Hadeh.. manjanya nggak ketulungan. Kubiarin aja Dita memelukku, padahal dia nggak pake kaos, cuma daleman doank. emoticon-Hammer (S) Nggak lama kemudian, terdengar dengkur halus dari Dita, kubenerin selimutnya agar nggak masuk angin. Ini jadi kayak de ja vu, aku pernah mengalami ini dulu waktu di vila nya Dita di pantai utara.

     Mendadak kudengar raungan sangat keras yang berasal dari arah jendela kamar. Lalu pada tembok jendela itu, muncul satu wajah yang sangat mengerikan, wajah sosok leak yang luar biasa besar, sampai hampir memenuhi kamar hotel itu.

     Munculnya wajah itu cuma sekejap, untuk kemudian menghilang lagi. Tapi kemudian wajah itu berganti dengan satu tangan raksasa yang berkuku panjang dan runcing, tangan itu terjulur tepat ke arahku, dan jari-jarinya membentuk cakar yang siap menerkamku. Tapi dari samping kiri kananku melesat dua larik besar cahaya berwarna biru dan hijau menghantam tangan raksasa itu!

     Blaaarrr…! Glegaaarrr…!

     Dua ledakan terdengar sangat keras di dalam kamar kotel itu, telingaku terasa pengar dan berdenging. Tangan raksasa itu hancur jadi debu. Kudengar satu raungan keras lagi dari arah jendela. Lalu muncullah belasan sosok leak setinggi manusia menyerbu ke arah kami!

    Salma dan Roro Saraswati langsung melesat sangat cepat, menyerang belasan sosok leak itu, sepertinya mereka berusaha secepat mungkin untuk bisa melenyapkan semua sosok leak itu, karena situasi sangat berbahaya, seakan dipojokkan dalam kamar itu.  Aku membantu mereka dengan melontarkan pukulan-pukulan jarak jauh dari atas tempat tidur. 

     Tapi jumlah mereka tenyata banyak sekali, begitu ada yang tumbang, langsung ada penggantinya. Maka aku segera menerapkan ilmu raga sukma, karena bertarung dengan raga di tempat sempit kayak gini tentunya akan merugikanku.

     Sukmaku maju merangsek mereka dengan pukulan dan tendangan bertenaga dalam tinggi. Tapi tampaknya bantuanku itu masih nggak berarti saking banyaknya jin yang datang. Sebagai usaha terakhir, kupanggil tombak Sukmageni dan langsung kukibaskan ke arah belasan leak itu, suatu gelombang api sangat besar muncul dan menyapu mereka, jerit kematian dan bau gosong menguar di tempat itu. Dalam sekejap balasan leak itu lenyap tak bersisa. Salma dan Roro Saraswati jadi kehilangan musuh-musuhnya. Maka Salma berkelebat menembus jendela, dan aku berpesan pada Roro Saraswati.

Quote:    "Tetaplah disini, tolong jaga Dita dan juga ragaku.."


     Roro Saraswati mengangguk, segera sukmaku melesat menembus jendela untuk menyusul Salma. Sampai di luar, kulihat Salma telah berubah jad .wujud aslinya, kunti hitam berkuku panjang bagai pisau belati, aura hitam sangat kuat berpendar menyesakkan dada. 

     Salma berkelebat cepat, membantai siapa saja yang ada di depannya, padahal dia dikeroyok ratusan jin, tapi dengan berani dia malah merangsek ke arah mereka. semua pertarungan itu terjadi di udara. Tapi ada satu pemandangan lain yang luar biasa! 

    Sesosok makhluk berwujud leak yang luarbiasa besar sedang berdiri menapak tanah, badannya setinggi kamar hotel yang kutempati, padahal kamar itu berada di lantai 4! Satu tangannya hancur, berarti makhluk inilah yang berusaha mencengkeramku tadi. Auranya hitam pekat dan jahat, tapi aku tau kalo energinya masih di bawahnya Salma. Dia diam mengawasi Salma yang sedang mengamuk.


HITAM
Season 2
ilustrasi leak


     Dan di sekeliling kami, kulihat ribuan sosok makhluk berbagai wujud, kebanyakan berwujud genderuwo dan leak. Aura mereka hitam pekat. Mereka semua melayang setinggi lantai empat. Dan mereka sedang menunggu giliran untuk bisa menyerang. Sementara Salma menyerang sendirian ke arah mereka, menebar sabit cahaya biru kecil-kecil yang sangat banyak jumlahnya, membuat pasukan itu kocar-kacir dan berserabutan menghindar.

     Dengan bahasa batin, aku meminta Salma untuk mundur, dan diapun langsung menurut, melesat cepat ke sampingku sambil tetap bersiaga. Kuhentikan pertarungan itu karena aku ingin tau siapa mereka dan kenapa mereka menyerangku, meskipun telah jatuh banyak korban dari pihak musuh. Karena serangan dari Salma telah berhenti, maka ribuan sosok itu mulai mendekat dan mengepung aku dan Salma.

Quote:    

    "Kalian siapa?! Datang-datang langsung main serang aja! Benar-benar nggak tau sopan santun!" teriakkku.

    "Kau! Aku mengenalimu! Pembantai saudara-saudaraku! Penjajah yang keji yang telah membumihanguskan kerajaan ini!" bentak leak raksasa itu.

    Jadi ini yang dimaksud oleh kakek tua di gerbang pura itu ya, akhirnya datang juga saat kayak gini. Aku masih mencoba bersantai karena emang aku nggak ngerasa salah.

    "Kau salah orang! Itu bukan aku!" jawabku.

    "Aku kenal aura itu! Aku bahkan mengenali bau darahmu! Darah seorang pembunuh!"

     "Orang yang kau maksud sudah mati! Dia adalah moyangku! Bukan aku!" jawabku.

     "Tapi dalam dirimu mengalir darahnya! Jadi kini kaulah yang menanggung semua dosanya!"

     "Mana ada dosa turunan?! Dosa itu ditanggung oleh orang yang melakukannya! Bukan keturunannya!" bentakku.

    "Kami tidak peduli! Kami akan menuntut balas!"

   "Lagian kailan itu cuma jin qorin! Bahkan kalian nggak ikut perang! Tap manusia yang kalian ikutilah yang berperang dan terbunuh! Jangan mengatasnamakan dendam kalo cuma mau berperang! Sekarang aku tanya! Apa kalian inginkan perang?!" teriakku.

    "Selama kami bisa menghancurkanmu, cara apapun akan kami tempuh!"

    "Baiklah! Kalian menginginkan perang, akan kalian dapatkan!" 

     Kualirkan tiga energi ke seluruh tubuh, hingga sukmaku berpendar cahaya tiga warna. Salma pun mengikutiku, aura hitamnya terasa meningkat menjadi sangat besar! Tombak Sukmageni kuangkat tinggi-tinggi.

     "Mandala Pertama! Hadirr!" teriakku lantang.


     Angin yang semula sepoi-sepoi jadi bertiup kencang dan berubah jadi badai. Di depanku tampak sosok Mandala Pertama berdiri dengan gagah, bersiap melindungiku. Dan di belakang pasukan musuh itu, mulai bermunculan pasukan Pancalaksa mengepung mereka, pihak yang tadinya mengepung, kini jadi terkepung. Mereka tampak diam nggak bergerak. Ribuan pasukan genderuwo dan leak, dikepung seratus ribu Pancalaksa.

Quote:    "Aku tanya sekali lagi! Apa kau menginginkan perang?! Apa kau mau mengulang sejarah pembantaian itu lagi?!"


     Makhluk raksasa itu terdiam seperti sedang berpikir, seluruh pasukannya juga terdiam. Pancalaksa pun nggak bergerak, karena mereka cuma menunggu perintah Mandala Pertama. Langit yang tadinya cerah kini tertutupi awan hitam tebal, kilat sambung-menyambung, dan gelegar petir bersahut-sahutan tanpa henti. Sementara tiupan angin masih saja membadai. Alam seakan ikut menggambarkan ketegangan di antara kami. Akhirnya makhluk raksasa itu bicara. 

Quote:    "Sekarang aku baru sadar kalau kau bukanlah dia, kalian beda orang, dia nggak mungkin punya kekuatan sedahnyat kekuatanmu!"

     "Hahaha.. Apa kau pikir kau ini sudah pintar hanya dengan membalikkan kata-kata seperti itu?! Kau malah jadi terlihat bodoh! Kenapa nggak menyadarinya dari tadi?! Kenapa baru sekarang setelah kalian kalah jumlah?! Mau menutupi rasa malu untuk mundur?!" bentakku.

     Makhluk raksasa itu menggeram marah, tapi nggak berani maju. "Baiklah.. kali ini kami mengaku kalah! Tapi lain kali kami akan datang dengan bala batuan yang lebih besar!"

    "Naaahh! Gitu donk! Kalo terus terang gini kan enak! Jangan jadi penjilat dengan memujiku, dan akhirnya akan menusukku dari belakang! Aku sudah tau watak licik dari jin macam kalian!"

    "Kami akan pergi sekarang! Tunggu pembalasan kami nanti!"

    "Kenapa harus nanti?! Kenapa nggak sekarang saja! Panggil bantuan kalian sebanyak-banyaknya! Malam ini kutunggu kalian di pantai selatan sana!" teriakku sambil menunjuk ke arah selatan hotel. "Jika kalian nggak datang, berarti kalian cuma jin licik dan pengecut!" 

     Lagi-lagi makhluk raksasa itu menggereng marah, tapi kemudian dia berbalik dan menghilang, diikuti ribuan pengikutnya. Aku jadi lega nggak sampai terjadi perang. Lalu aku berkata pada Pancalaksa.

    "Terima kasih atas kedatangan kalian kesini.."

    "Itu adalah tugas kami, raden.." jawab Mandala Pertama.

    "Sekarang kalian boleh kembali, tapi mungkin dalam waktu dekat ini aku akan memanggil kalian lagi.."

    "Baik.. Sekarang kami pamit undur diri raden.." kata Mandala Pertama.


    Perlahan seratus ribu sosok jin itu mengabur jadi bayang-bayang, lalu menghilang seperti kabut tertiup angin. Tiupan angin yang membadai perlahan mereda, gelegar petir sudah nggak terdengar lagi. Bahkan mendung hitam pun juga menghilang, menyisakan langit yang cerah berbintang. Aku nggak tau apa kedatangan pasukan jin itu ada hubungannya dengan perubahan cuaca ini atau tidak.


Lanjut di next page gaess..
Diubah oleh Mbahjoyo911
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agoezsholich107 dan 96 lainnya memberi reputasi
97 0
97
profile picture
Education Enthusiast
20-02-2021 07:38
@tantinial26
Gimana kesurupannya sist..?
1
profile picture
Kaskuser
20-02-2021 09:08
@Mbahjoyo911 daerah tourist selalu ada resiko nya.. Ane ini kan orang hotel, saat itu masih anak depart Front Office.. Kejadiannya tahun 2012, dimana saat itu pura dalam hotel ada lah segerombolan anak2 bule ozzy 'aust' tuch bikin heboh dan onar.

Malam mereka balik dari dinner di luar (saat itu ane shift sore), entah gimana pada ribut2 resort (kebetulan concept hotel nya resort bukan hotel building).. Nach kaget kan tuch sampe2 koq kenapa jadi pada serem kelakuannya, ada yang pada nari Bali gitu teman2 (saat itu train depart waitress) sambil melotot dan nunjuk2 ke tuch gerombolan muda bocah2 ozzy.

Nach anak FO penasaran dunkk.. Ada apa sebenarnya, tuch gerombolan bule pada ketakutan sambil ada yang nangis. Nach nanya sama yang di sekitaran yang ga kena kesurupan katanya 2 di antara mereka ada yang berlaku kurang ajar (pipieww pura). Kaget dunk anak FO, krna yang di pura dalam resort itu memang pura yang besar untuk sembahyangnya teman2 Hindu. Entah gimana kejadiannya, kenapa bisa tuch ada yang nekat pipieww di tuch pura, kecolongan lah teman2 Hindu ane. Akhirnya terjadi lah kesurupan massal, ada mungkin sekitar 20 orang teman Hindu yang kesurupan marah2, melotot aduh serem lah klo di inget2.. Nach aku mau balik ke FO, tiba2 entah kenapa ya pingsan.. Singkat cerita neyh mbah, menurut yang ada disana ane ke ikut kesurupan cuma bukan kesurupan penghuni pura dan lelembut disana, tapi kakek moyang ane yang masuk ke badan ane memperingatkan untuk semua lelembut disana untuk ga nyolek/masukin diri ane (karna kejadiannya crowded kesurupan, heboh bgt.. Istilah nya kakek moyang ane ga mau kecolongan ane kesurupan lelembut sana lah inti nya).

Katanya ane ngegraum kek macan, mata melotot merah.. Yang megangin ane 5 orang tuch badannya gede2 sampe katanya ke ikut ane kek terbang gitu... Wallahhu a'lam, sampe sekarang ane ga pernah ngerti kenapa bisa kejadiannya seumur hidup kek gitu.. Sampe pedande bilang bahwa ga akan ganggu cicit moyang, trus di tanya kakek moyang dari mana, di bilang nya dari tanah Cirebon.

Akhirnya entah gimana setelah itu ya ane pingsan, tapi menurut pengakuan mereka saat kejadian sebelum ane pingsan ane baca surah Al-Fatihah, ehh udah gituhh pingsan.. Bingung krna mereka ga akan bisa bikin ane sadar krna moyang ane ngancem.. Disini ane ga tau ngancem nya apaan selain kecolongan.

Ane dulu nanya sama nyokap/bokap.. Ternyata dari garis keturunan mbah ane yang dari nyokap yang masih ada darah Cirebon.

Wallahhu a'lam.. Ane ga pernah ngikut2 apapun itu lah namanya, ane ga pernah mau sok2an ikut uji nyali (kadang teman2 ane disana tingkahnya suka random), apa yang ada di otak salah satu, selama itu masih ok ya jalan saat itu juga .. Klo ane bagi ane klo di rasa ga nyaman ane pasti cabut, ga kepengen ikut terlalu dalam.

Setelah kejadian itu ane bener2 dibikin ga betah.. Rasa2nya ada yang ga suka (lelembut) ma ane, mungkin kemarin di pikir nya nantang krna koq bisa nyebrang pulau, kan udah beda tanah beda darah (begitu kata pedandanya, tapi moyang ane bilang ini tanah dan bumi Allah, siapapun yang mau datang tidak ada masalah bahkan untuk Allah hancurkan saja Allah bisa, ini tanah dan tumbuhan bertasbih menyebut dan memuji nama Allah, neyh demi Allah mbah ane merinding).

Ya akhirnya krna hawa nya ga enak dan sesak kejadian itu ane rada sedikit sensitive, lebih baik ane resign.

Gitu mbah cerita nya.. Mangappp jadi panjangxlebar.. Hehehehehe.

3
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2026, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia