Kaskus

News

kissmybutt007Avatar border
TS
kissmybutt007
Kakek Nenek di Nias Diancam Petugas PLN Gara-Gara Hemat Listrik, Begini Akhirnya
Kakek Nenek di Nias Diancam Petugas PLN Gara-Gara Hemat Listrik, Begini Akhirnya
Ferry Noviandi, Rena Pangesti
7–8 minutes


Kakek Nenek di Nias Diancam Petugas PLN Gara-Gara Hemat Listrik, Begini Akhirnya
Pasangan Kakek-Nenek di Nias diancam PLN membayar ganti rugi sebesar Rp600 ribu karena hemat menggunakan listrik. [Facebook]
Baca 10 detik
[ul][li]Petugas PLN mendatangi rumah pasangan lansia di Nias pada Selasa (10/3/2026), meminta uang Rp600.000.[/li][li]Pasangan lansia itu dicurigai jarang mengisi token listrik karena sangat hemat dan minimnya elektronik.[/li][li]Setelah viral, masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan kakek nenek menerima bantuan sembako.[/li][/ul]
Suara.com - Kisah memilukan menimpa pasangan lansia di Nias, Sumatera Utara. Rumah kakek nenek ini didatangi petugas PLNdan mendapat ancaman.
Cerita ini dibagikan pengguna Facebook bernama Tantri pada Selasa (10/3/2026).
Ia menyaksikan langsung bagaimana aparat perusahaan listrik negara itu menyatroni rumah kakek berusia 83 tahun tersebut.

"Mereka mendatangi rumah seorang kakek tua (sekitar 83 tahun) yang hidup dengan istrinya dan meminta uang sebesar Rp600.000," kata Tantri memberikan kesaksian.
Pangkal persoalannya tergolong unik namun tragis. Sang kakek dianggap mencurigakan karena sangat jarang mengisi pulsa listrik. 

Padahal, hal tersebut dikarenakan kakek dan nenek itu memang hidup sangat bersahaja dan hemat.

"Mempermasalahkan 'kok tokennya lama habis, kenapa jarang isi pulsa, ada yang salah dengan meterannya'," ujar Tantri merinci tudingan petugas di lapangan.

Kenyataannya, pasangan renta ini memang tidak memiliki banyak barang elektronik yang mengonsumsi daya besar. 

Mereka hanya menggunakan listrik untuk keperluan paling dasar guna menyambung hidup sehari-hari.

"Dalam rumah hanya ada tiga lampu yang watt-nya rendah dan satu ricecooker," imbuh Tantri untuk memperjelas kondisi ekonomi sang kakek.

Ketegangan sempat terjadi saat petugas PLN tersebut memberikan pilihan yang terasa seperti intimidasi kepada pelanggan lansia itu. 

Hal ini membuat Tantri merasa takut melihat perlakuan petugas kepada orang tua yang sudah berumur.

"Lalu dengan nada mengancam anggota PLN ngomong ke kakek dan nenek 'kalau tidak mau pakai listrik negara, enggak apa-apa'," ucapnya, menirukan ucapan petugas saat itu.
Kisah tersebut kemudian viral di media sosial. Kekinian, jajaran Pemerintah Kabupaten Nias hingga petinggi PLN Gunungsitoli segera melakukan tindakan nyata.

"Sore ini masalahnya telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak PLN dan pemerintahan desa," ujar Tantri dalam kabar terbaru mengenai penyelesaian masalah tersebut.

Kisah sedih ini pun berubah menjadi bahagia setelah berbagai pihak memberikan dukungan moral dan materiil. 
"Kakek nenek ini juga dapat bantuan dari Dinas sosial kab Nias berupa sembako dan bantuan uang," tutur Tantri mengenai kemurahan hati pemerintah setempat.

https://www.suara.com/entertainment/...egini-akhirnya


dikasih monopoli malah ngelunjak perusahaan satu ini

hhendryzAvatar border
katana.ichiAvatar border
aviepAvatar border
aviep dan 4 lainnya memberi reputasi
5
492
22
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.6KThread59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.