- Beranda
- Berita dan Politik
SPPG di Jatim yang Berikan Menu MBG Lele Mentah Dihentikan Sementara
...
TS
rizkync108
SPPG di Jatim yang Berikan Menu MBG Lele Mentah Dihentikan Sementara
Kompas.com, 10 Maret 2026, 12:46 WIB
Adhyasta Dirgantara, Jessi Carina
Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan yang viral karena menyediakan lele mentah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) disetop sementara.
Dadan menyebut, saat ini SPPG di Jawa Timur (Jatim) tersebut sedang dievaluasi oleh BGN.
"Tindak lanjut sesuai petunjuk teknis dan surat edaran yang telah dikeluarkan. Dalam proses evaluasi untuk dihentikan sementara," ujar Dadan kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
Klarifikasi BGN, ada menu lain, bukan hanya lele
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu MBG berupa lele mentah di Pamekasan.
Nanik mengatakan, video tersebut hanya menampilkan sebagian menu, sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai makanan yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan.
Menurut Nanik, berdasarkan laporan lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu, yakni lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, dan buah naga.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Nanik menegaskan bahwa setiap menu dalam program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan.
Oleh karena itu, kata dia, setiap laporan atau polemik di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi, guna memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.
Ditolak sekolah karena amis
Sebelumnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur menolak 1.022 porsi menu MBG yang disalurkan SPPG As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Senin (9/3/2026).
Penolakan dilakukan akibat adanya ikan lele mentah, bahkan ada yang masih hidup dalam menu MBG.
Lele hidup, tanpa dicuci dimasukkan ke satu kotak dengan dua iris tahu dan dua iris tempe.
Paket MBG yang ditolak SMAN 2 Pamekasan itu adalah jatah siswa selama tiga hari ke depan. Mulai hari ini, Selasa, hingga jatah MBG pada hari Rabu.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin mengatakan, menu MBG sengaja ditolak oleh pihak sekolah. Sebab kondisinya sudah amis.
Bahkan berselang beberapa jam diprediksi akan membusuk.
"Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik," kata dia.
Dikatakan, pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan menu tersebut karena khawatir akan membahayakan siswa. Sebab, lele mentah akan merusak tempe dan tahu.
Selain itu, menu MBG berpotensi tidak dibawa pulang oleh siswa.
Sehingga akan mencemari lingkungan sekolah.
"Baunya sangat amis. Siswa pun tidak ingin menerimanya," kata dia
Sumber
Klan madara mah gausah heran
Adhyasta Dirgantara, Jessi Carina
Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan yang viral karena menyediakan lele mentah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) disetop sementara.
Dadan menyebut, saat ini SPPG di Jawa Timur (Jatim) tersebut sedang dievaluasi oleh BGN.
"Tindak lanjut sesuai petunjuk teknis dan surat edaran yang telah dikeluarkan. Dalam proses evaluasi untuk dihentikan sementara," ujar Dadan kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
Klarifikasi BGN, ada menu lain, bukan hanya lele
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu MBG berupa lele mentah di Pamekasan.
Nanik mengatakan, video tersebut hanya menampilkan sebagian menu, sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai makanan yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan.
Menurut Nanik, berdasarkan laporan lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu, yakni lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, dan buah naga.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Nanik menegaskan bahwa setiap menu dalam program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan.
Oleh karena itu, kata dia, setiap laporan atau polemik di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi, guna memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.
Ditolak sekolah karena amis
Sebelumnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur menolak 1.022 porsi menu MBG yang disalurkan SPPG As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Senin (9/3/2026).
Penolakan dilakukan akibat adanya ikan lele mentah, bahkan ada yang masih hidup dalam menu MBG.
Lele hidup, tanpa dicuci dimasukkan ke satu kotak dengan dua iris tahu dan dua iris tempe.
Paket MBG yang ditolak SMAN 2 Pamekasan itu adalah jatah siswa selama tiga hari ke depan. Mulai hari ini, Selasa, hingga jatah MBG pada hari Rabu.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin mengatakan, menu MBG sengaja ditolak oleh pihak sekolah. Sebab kondisinya sudah amis.
Bahkan berselang beberapa jam diprediksi akan membusuk.
"Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik," kata dia.
Dikatakan, pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan menu tersebut karena khawatir akan membahayakan siswa. Sebab, lele mentah akan merusak tempe dan tahu.
Selain itu, menu MBG berpotensi tidak dibawa pulang oleh siswa.
Sehingga akan mencemari lingkungan sekolah.
"Baunya sangat amis. Siswa pun tidak ingin menerimanya," kata dia
Sumber
Klan madara mah gausah heran

areszzjay dan db84x5 memberi reputasi
2
570
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya