Kaskus

News

kissmybutt007Avatar border
TS
kissmybutt007
IHSG Dibuka Anjlok Lebih dari 3% Imbas Harga Minyak Dunia Tembus US$ 100/Barel
IHSG Dibuka Anjlok Lebih dari 3% Imbas Harga Minyak Dunia Tembus US$ 100/Barel
Karunia Putri
3–4 minutes



IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan dibuka anjlok 3,43% atau 260,32 poin ke level 7.325 pada perdagangan Senin (9/3). Penurunan terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$ 100 per barel akibat gangguan pasokan yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi secara intraday pada pembukaan mencapai 2,78 miliar saham dengan frekuensi 150,68 ribu kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 1,61 triliun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 13.179 triliun. 

Adapun saham-saham yang mengalami penurunan paling tajam atau top loser secara intraday hingga saat ini di antaranya PT TBSK Energi Utama Tbk (TOBA), Arkora Hydro Tbk (ARKO), Barito Pacific Tbk (BRPT) hingga PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Tekanan terhadap pasar saham seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia. Harga minyak jenis Brent crude tercatat mencapai US$ 107,97 per barel tak lama setelah perdagangan kembali dibuka pada Minggu di Chicago Mercantile Exchange. Angka tersebut melonjak 16,5% dibandingkan harga penutupan pada Jumat yang berada di US$ 92,69 per barel.

Harga minyak kini berada di level tertinggi dalam lebih dari tiga setengah tahun. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, seiring perang yang melibatkan negara-negara produsen minyak utama dan berpotensi menghambat ekspor dari kawasan Teluk Persia.

Lonjakan ini terjadi setelah harga minyak mentah Amerika Serikat naik 36% dan Brent crude melonjak 28% sepanjang pekan lalu. Perang yang kini memasuki pekan kedua tersebut melibatkan wilayah yang memiliki peran penting dalam produksi dan distribusi minyak serta gas global.

Sejumlah analis menilai jika harga minyak bertahan di atas US$ 100 per barel, kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi perekonomian global.
Tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah bursa saham di kawasan Asia juga mengalami pelemahan tajam. Mengutip dari AP News, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 6,2% ke level 52.166,92 tak lama setelah perdagangan dibuka. Indeks saham Korea Selatan, KOSPI, merosot 6,3%.

Sementara itu, bursa saham di Australia dan Selandia Baru juga melemah lebih dari 3%.
Tekanan pasar juga tercermin pada kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat. Kontrak berjangka untuk S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing turun sekitar 1,9%.

Pada perdagangan Jumat lalu, indeks S&P 500 turun 1,3% setelah laporan menunjukkan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat memangkas lebih banyak pekerjaan dibandingkan jumlah pekerjaan baru yang tercipta pada bulan lalu.

Pelemahan juga terjadi setelah harga minyak melampaui US$ 90 per barel. Kombinasi antara perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi dinilai menjadi skenario terburuk bagi investor karena menyulitkan bank sentral untuk mengendalikan kedua masalah tersebut secara bersamaan.

Indeks Dow Jones bahkan sempat anjlok hingga 945 poin sebelum akhirnya ditutup melemah 453 poin atau 0,9%. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite turun 1,6%.

https://katadata.co.id/finansial/bur...us-us-100barel



Rupiah Dibuka Tembus Rp17.000 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Irawati
~2 minutes
[hr]
IHSG Dibuka Anjlok Lebih dari 3% Imbas Harga Minyak Dunia Tembus US$ 100/Barel
Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)

Poin Penting
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.009 per dolar AS atau turun 0,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Lonjakan harga minyak dunia yang menembus USD100 per barel memicu sentimen risk off di pasar global.
Analis memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.850–Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.009 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,50 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.925 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS seiring memburuknya sentimen risk off di pasar keuangan global.


Tekanan tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus USD100 per barel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap dampaknya bagi perekonomian global.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati USD100 per barel, dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman, Senin, 9 Maret 2026.

Di tengah tekanan tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra

https://infobanknews.com/rupiah-dibu...yak-dunia/amp/



percayakan kepada ahlinya, si PhD :nyantai


Diubah oleh kissmybutt007 09-03-2026 09:45
itkgidAvatar border
itkgid memberi reputasi
1
269
17
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.5KThread59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.