- Beranda
- Berita dan Politik
Defisit APBN Februari 2026 Rp135,7 Triliun, Sentuh 0,53% PDB
...
TS
jaguarxj220
Defisit APBN Februari 2026 Rp135,7 Triliun, Sentuh 0,53% PDB
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan defisit APBN 2026 telah mencapai Rp135,7 triliun atau 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hitung-hitungan itu berasal dari posisi defisit terhadap PDB per 28 Februari 2026.
Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,7 triliun atau 0,13 terhadap PDB. Pemerintah menargetkan batas atas defisit APBN 2026 mencapai 2,68% terhadap PDB.
Adapun, defisit itu berasal dari belanja total Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp348,1 triliun.
Sejalan dengan itu, pembiayaan sudah terealisasi Rp164,2 triliun atau tumbuh 33,2% (yoy).
Sementara itu, penerimaan negara yang terealisasi Rp358 triliun, dengan mayoritas disumbang oleh pajak yakni Rp245,1 triliun atau tumbuh 30,4% dari Februari tahun lalu yakni Rp188 triliun.
"Penerimaan pajak Januari dan Februari tumbuh 30% [secara tahunan]," ujar Purbaya di kantornya, Jumat (6/3/2026).
Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer berada defisit Rp35,9 triliun.
Keseimbangan primer merupakan kondisi di mana total pendapatan negara dikurangi belanja negara, di luar pembayaran bunga utang.
Apabila total pendapatan negara lebih besar dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif.
Begitu juga sebaliknya bila keseimbangan negatif, maka itu berarti total pendapatan negara lebih kecil bila dibanding belanja negara di luar pembayaran bunga utang.
Keseimbangan primer surplus berarti utang lama tak perlu dibayar dengan penarikan utang baru. Dalam istilah sehari-hari, pemerintah tak gali lubang untuk tutup lubang.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...ntuh-0-53-pdb/
Kayaknya Purbaya ini cocok dapat julukan Mr. Deficit.
Belanja jor-joran begini, ya ga heran kalo Credit Rating jeblok.
Hitung-hitungan itu berasal dari posisi defisit terhadap PDB per 28 Februari 2026.
Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,7 triliun atau 0,13 terhadap PDB. Pemerintah menargetkan batas atas defisit APBN 2026 mencapai 2,68% terhadap PDB.
Adapun, defisit itu berasal dari belanja total Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp348,1 triliun.
Sejalan dengan itu, pembiayaan sudah terealisasi Rp164,2 triliun atau tumbuh 33,2% (yoy).
Sementara itu, penerimaan negara yang terealisasi Rp358 triliun, dengan mayoritas disumbang oleh pajak yakni Rp245,1 triliun atau tumbuh 30,4% dari Februari tahun lalu yakni Rp188 triliun.
"Penerimaan pajak Januari dan Februari tumbuh 30% [secara tahunan]," ujar Purbaya di kantornya, Jumat (6/3/2026).
Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer berada defisit Rp35,9 triliun.
Keseimbangan primer merupakan kondisi di mana total pendapatan negara dikurangi belanja negara, di luar pembayaran bunga utang.
Apabila total pendapatan negara lebih besar dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif.
Begitu juga sebaliknya bila keseimbangan negatif, maka itu berarti total pendapatan negara lebih kecil bila dibanding belanja negara di luar pembayaran bunga utang.
Keseimbangan primer surplus berarti utang lama tak perlu dibayar dengan penarikan utang baru. Dalam istilah sehari-hari, pemerintah tak gali lubang untuk tutup lubang.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...ntuh-0-53-pdb/
Kayaknya Purbaya ini cocok dapat julukan Mr. Deficit.
Belanja jor-joran begini, ya ga heran kalo Credit Rating jeblok.
tiokyapcing memberi reputasi
1
1.3K
21
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.2KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya