- Beranda
- Berita dan Politik
Penculikan WNA Ukraina di Bali dengan Tebusan Rp 168 Miliar Berujung Mutilasi
...
TS
kissmybutt007
Penculikan WNA Ukraina di Bali dengan Tebusan Rp 168 Miliar Berujung Mutilasi
Penculikan WNA Ukraina di Bali dengan Tebusan Rp 168 Miliar Berujung Mutilasi, Potongan Tubuh Diduga Igor Komarav
- Radarbadung.jawapos.com
Andre Sulla
2–3 minutes

WNA Ukraina, Ihor Komarav, 28, sempat viral di medsos karena diculik. Dia diduga menjadi korban mutilasi di Gianyar Bali.. (Istimewa. )
Radarbadung.jawapos.com– Misteri hilangnya Warga Negara Ukraina (WNA) Igor Komarav, 28, yang sempat viral di media sosial mengarah pada dugaan tragedi menyayat hati.
Penemuan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Sukawati, Jumat (27/2), diduga terkait dengan kasus penculikan pria tersebut.
Dugaan ini muncul setelah aparat menemukan tato bergambar Bunda Maria pada salah satu potongan lengan korban.
Tato tersebut memiliki kemiripan sekitar 80 persen dengan milik Ihor yang dilaporkan hilang sejak pertengahan Februari.
Sumber internal menyebut kemiripan tersebut menjadi petunjuk awal, meskipun identitas korban belum dapat dipastikan.
Ada kemiripan tato dengan WNA yang dilaporkan hilang di Kuta Selatan, namun kepastian masih menunggu hasil forensik.
Penemuan tersebut memicu penyelidikan intensif oleh tim gabungan Inafis Polda Bali, Satreskrim Polres Gianyar, dan Polsek Sukawati yang melakukan olah tempat kejadian, penyisiran pantai, serta pemeriksaan saksi.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy membenarkan temuan tersebut.
"Sejumlah bagian tubuh manusia ditemukan tersebar di sepanjang bibir pantai dan muara sungai. Pasca penemuan, tim langsung mengevakuasi beberapa potongan tubuh yang kita duga dimutilasi," jelasnya.
Bagian tubuh yang ditemukan meliputi kepala, kaki kanan, lengan, paha, potongan dada, hingga organ dalam.
Seluruh potongan kemudian dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk autopsi dan identifikasi ilmiah.
Tim DVI, Dokkes, serta Bid Labfor Polda Bali telah mengambil sampel DNA mengingat kondisi jasad yang telah membusuk.
"Sampel DNA keluarga korban di Ukraina telah diambil dan akan dicocokkan dengan sampel dari potongan tubuh. Kita tidak bisa berspekulasi, semua harus berdasarkan investigasi ilmiah mulai dari visum hingga pemeriksaan laboratorium," tegas Ariasandy.
Sebelumnya, jagat maya di Bali heboh dengan video Ihor yang mengaku diculik dan disekap, memohon keluarganya menyiapkan uang tebusan US$10 juta atau sekitar Rp 168 miliar.
Polisi masih menelusuri keaslian rekaman dan lokasi dugaan penyekapan, serta telah meminta keterangan lebih dari tiga saksi.
Kasus hilangnya Ihor sendiri diawali dari laporan dugaan penyerangan pada Minggu malam (15/2) sekitar pukul 22.20 WITA di Jalan Pura Batu Meguwung, Jimbaran, Kuta Selatan.
Saat itu, korban bersama dua rekannya sedang berlatih mengendarai sepeda motor.
Saksi dari Rusia, Roman Salin, menyatakan setelah tiba di lokasi latihan, ia menyadari Ihor dan rekannya Yermak tidak berada di belakang.
Tak lama kemudian, Yermak datang dalam keadaan panik menyatakan mereka diserang orang tak dikenal.
Saat kembali ke lokasi, Igor sudah tidak ada dan hanya ditemukan ponsel serta tas miliknya.
Roman sempat mengajak melapor malam itu juga, namun Yermak memilih menunda.
Meski demikian, Roman tetap melapor ke polisi, yang kemudian melakukan langkah awal penyelidikan sebelum kasus berkembang luas dengan munculnya video tebusan dan penemuan potongan tubuh.
"Kami masih melakukan pengembangan penyelidikan, termasuk menelusuri rekaman CCTV dan penyisiran lanjutan untuk mencari kemungkinan potongan tubuh lain," tutup Ariasandy.***
https://radarbadung.jawapos.com/huku...komarav?page=2
katanya sih konflik antar mafia ukraina, korban dan kawannya sendiri di bali katanya usaha scamming, ketahuan lokasinya oleh lawannya gara gara foto pacarnya yg influencer
betul dugaan gua, kayanya udah jadi sarang berbagai organized crime internasional
- Radarbadung.jawapos.com
Andre Sulla
2–3 minutes

WNA Ukraina, Ihor Komarav, 28, sempat viral di medsos karena diculik. Dia diduga menjadi korban mutilasi di Gianyar Bali.. (Istimewa. )
Radarbadung.jawapos.com– Misteri hilangnya Warga Negara Ukraina (WNA) Igor Komarav, 28, yang sempat viral di media sosial mengarah pada dugaan tragedi menyayat hati.
Penemuan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Sukawati, Jumat (27/2), diduga terkait dengan kasus penculikan pria tersebut.
Dugaan ini muncul setelah aparat menemukan tato bergambar Bunda Maria pada salah satu potongan lengan korban.
Tato tersebut memiliki kemiripan sekitar 80 persen dengan milik Ihor yang dilaporkan hilang sejak pertengahan Februari.
Sumber internal menyebut kemiripan tersebut menjadi petunjuk awal, meskipun identitas korban belum dapat dipastikan.
Ada kemiripan tato dengan WNA yang dilaporkan hilang di Kuta Selatan, namun kepastian masih menunggu hasil forensik.
Penemuan tersebut memicu penyelidikan intensif oleh tim gabungan Inafis Polda Bali, Satreskrim Polres Gianyar, dan Polsek Sukawati yang melakukan olah tempat kejadian, penyisiran pantai, serta pemeriksaan saksi.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy membenarkan temuan tersebut.
"Sejumlah bagian tubuh manusia ditemukan tersebar di sepanjang bibir pantai dan muara sungai. Pasca penemuan, tim langsung mengevakuasi beberapa potongan tubuh yang kita duga dimutilasi," jelasnya.
Bagian tubuh yang ditemukan meliputi kepala, kaki kanan, lengan, paha, potongan dada, hingga organ dalam.
Seluruh potongan kemudian dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk autopsi dan identifikasi ilmiah.
Tim DVI, Dokkes, serta Bid Labfor Polda Bali telah mengambil sampel DNA mengingat kondisi jasad yang telah membusuk.
"Sampel DNA keluarga korban di Ukraina telah diambil dan akan dicocokkan dengan sampel dari potongan tubuh. Kita tidak bisa berspekulasi, semua harus berdasarkan investigasi ilmiah mulai dari visum hingga pemeriksaan laboratorium," tegas Ariasandy.
Sebelumnya, jagat maya di Bali heboh dengan video Ihor yang mengaku diculik dan disekap, memohon keluarganya menyiapkan uang tebusan US$10 juta atau sekitar Rp 168 miliar.
Polisi masih menelusuri keaslian rekaman dan lokasi dugaan penyekapan, serta telah meminta keterangan lebih dari tiga saksi.
Kasus hilangnya Ihor sendiri diawali dari laporan dugaan penyerangan pada Minggu malam (15/2) sekitar pukul 22.20 WITA di Jalan Pura Batu Meguwung, Jimbaran, Kuta Selatan.
Saat itu, korban bersama dua rekannya sedang berlatih mengendarai sepeda motor.
Saksi dari Rusia, Roman Salin, menyatakan setelah tiba di lokasi latihan, ia menyadari Ihor dan rekannya Yermak tidak berada di belakang.
Tak lama kemudian, Yermak datang dalam keadaan panik menyatakan mereka diserang orang tak dikenal.
Saat kembali ke lokasi, Igor sudah tidak ada dan hanya ditemukan ponsel serta tas miliknya.
Roman sempat mengajak melapor malam itu juga, namun Yermak memilih menunda.
Meski demikian, Roman tetap melapor ke polisi, yang kemudian melakukan langkah awal penyelidikan sebelum kasus berkembang luas dengan munculnya video tebusan dan penemuan potongan tubuh.
"Kami masih melakukan pengembangan penyelidikan, termasuk menelusuri rekaman CCTV dan penyisiran lanjutan untuk mencari kemungkinan potongan tubuh lain," tutup Ariasandy.***
https://radarbadung.jawapos.com/huku...komarav?page=2
katanya sih konflik antar mafia ukraina, korban dan kawannya sendiri di bali katanya usaha scamming, ketahuan lokasinya oleh lawannya gara gara foto pacarnya yg influencer
betul dugaan gua, kayanya udah jadi sarang berbagai organized crime internasional
kakekane.cell dan 5 lainnya memberi reputasi
6
665
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.7KThread•58.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya