Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
BI Lakukan Intervensi Usai Rupiah Sempat Tembus Rp17.000
Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk mengintervensi dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah rupiah yang semakin melemah di pasar mancanegara dan menyentuh lebih dari Rp17.000/US$.

Pada Rabu pagi ini, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) stagnan pada level penutupan kemarin Rp16.905/US$. Tak berselang lama rupiah kembali melemah 0,11% ke Rp16.923/US$ pada 07.15 WIB. Bahkan tadi malam data Bloomberg juga menunjukkan rupiah offshore sempat menyentuh Rp17.020/US$ pada pukul 22.22 WIB.

Deputy Gubernur Senior Destry Damayanti mengatakan intervensi yang tegas dan konsisten akan terus dilakukan melalui transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.


“Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional,” jelas Destry dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).

Dia menjelaskan cadangan devisa juga tetap terjaga di level US$154,6 miliar pada akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun.

Adapun level rupiah NDF ini jadi yang terlemah yang pernah diperdagangkan di pasar offshore secara year-to-date (ytd) sejak awal tahun. Pada 20 Januari, rupiah NDF sempat menyentuh Rp16.993/US$, namun berhasil turun dalam sepekan kemudian pada 27 Januari ke Rp16.698/US$.

Rupiah offshore kembali tertekan oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang tercatat 0,68% dan berada di level 99 lagi, setelah beberapa pekan berada di rentang 96 dan 97-an.

Di tengah kondisi saat ini dengan tekanan global yang cukup kuat, rupiah kembali berada dalam bayang-bayang pelemahan.

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi kembali melaju di tren pelemahan zona merah. Dengan melemah menuju area Rp16.880/US$ tembus support potensial pertama sampai dengan Rp16.900/US$, dengan mencermati support selanjutnya pada Rp16.950/US$.

Selama nantinya nilai rupiah bertengger di atas Rp16.950/US$ usai tertekan, maka masih ada potensi untuk lanjut melemah hingga mencapai support terjauhnya mencapai Rp17.000/US$.

Eskalasi Timur Tengah

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang semakin meluas menciptakan peningkatan risiko gangguan pasokan energi, pasar global saat ini masuk ke mode risk-off: dolar AS menguat, imbal hasil obligasi melonjak, dan mata uang emerging markets tertekan.

Namun penguatan dolar AS ini tak membuat semua mata uang Asia kompak berada di zona merah. Pagi ini, di pasar spot penguatan terjadi pada won Korea Selatan, yen Jepang, yuan offshore China, dan ringgit Malaysia. Sebaliknya, baht Thailand melemah bersama dolar Singapura, dan dolar Hong Kong.

Kenaikan harga minyak mentah dan gas alam akibat pecahnya perang di Timur Tengah membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap pasar emerging markets, termasuk Indonesia. Terlebih Indonesia juga merupakan salah satu importir minyak dan berpotensi mengalami imported inflation atau kenaikan biaya impor akibat beban impor naik.

Imported inflation ini berisiko merembet ke berbagai sektor: mulai dari transportasi, logistik, hingga harga pangan. Dalam konteks ini, tekanan rupiah bisa menjadi lingkaran umpan balik yang dapat memperburuk keadaan, pelemahan kurs meningkatkan biaya impor, sementara kenaikan biaya impor akan semakin memperbesar tekanan inflasi.

Hal ini membuat ruang kebijakan moneter akan kembali dilematis. Di satu sisi, stabilitas nilai tukar perlu dijaga untuk meredam imported inflation dan menjaga kepercayaan pasar. Di sisi lain, ruang pelonggaran moneter menjadi semakin sempit jika tekanan eksternal berlanjut dan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...mbus-rp17-000/

Masih ingat bacotan Purbaya?
Nanti akan menguat?
emoticon-Leh Uga

Perangnya nun jauh di sana, malah Rupiah-IHSG kena hajar...

katanya Negara exportir batubara-gas kok malah rungkad...
emoticon-Cape deeehh

MemoryExpressAvatar border
AssasinmanAvatar border
Assasinman dan MemoryExpress memberi reputasi
2
1.3K
20
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.3KThread59KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.