- Beranda
- Berita dan Politik
Teka-teki Senjata Tajam dan Pelat Palsu dalam Mobil Calya Lawan Arah di Gunung Sahari
...
TS
rizkync108
Teka-teki Senjata Tajam dan Pelat Palsu dalam Mobil Calya Lawan Arah di Gunung Sahari
Kompas.com, 2 Maret 2026, 07:52 WIB
Hanifah Salsabila, Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Tim Redaksi


Hafiz Mahendra (25), pengemudi mobil Toyota Calya hitam melawan arah di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. (Foto KompasTV)
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Hafiz Mahendra (25), pengendara mobil Calya, menjadi sorotan usai lawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Selain menyebabkan kecelakaan, Hafiz diketahui memiliki senjata tajam dan pelat nomor tanda kendaraan bermotor (TNKB) palsu di mobilnya.
Saat diinterogasi kepolisian, Hafiz mengelak. Dia bilang itu punya kakaknya.
Namun polisi masih curiga pada Hafiz lantaran tak membawa surat-surat mengemudi dan diduga memalsukan KTP.
Ada sajam dan pelat palsu
Pengendara bernama Hafiz Mahendra telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam di mobilnya yang melawan arah.
Polisi menemukan dua senjata tajam dan satu senjata api mainan. Selain itu juga ditemukan empat pelat TNKB, yang tiga di antaranya adalah palsu.
Namun saat diinterogasi, Hafiz mengaku tak tahu tentang keberadaan senjata tajam berikut dengan pelat palsu itu.
“Kalau dia (pengemudi) bilangnya enggak tahu ada senjata tajam dan pelat palsu,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).
Sajam dan pelat palsu punya kakak
Setelah diinterogasi lebih jauh, Hafiz mengaku bahwa sajam dan pelat palsu itu milik kakaknya yang diduga berada di luar Jakarta.
“Dia ngakunya punya kakaknya. Tapi masih kami telusuri, karena kakaknya belum kami temui. Kan dia yang membawa, dia bisa ngomong apa saja,” tutur Roby.
Untuk memverifikasi pengakuan Hafiz, saat ini polisi tengah mencari keberadaan kakak Hafiz untuk diminta keterangan.
Polisi Pengakuan Hafiz ini masih dicurigai polisi lantaran aksinya yang kabur ketakutan saat melawan arah dalam perjalanannya menuju Ancol dan melihat polisi hari itu.
Ditambah lagi, ia diduga memalsukan KTP berdomisili Sidoarjo dan tidak membawa surat-surat mengemudi seperti SIM dan STNK.
“Katanya mau ke Ancol, mau liburan, terus takut sama polisi. Kami juga masih mencurigai kenapa dia seperti itu,” kata Roby.
Tiga pelat nomor palsu
Tiga dari empat pelat yang ditemukan dalam mobil yang dikemudikan Hafiz adalah palsu.
Roby merinci, ada dua pelat berkode B asal Jakarta, satu pelat berkode Z asal Garut, dan satu kode D asal Bandung. Satu pelat asli yang disebut memiliki kode B.
“Iya, cuma satu yang pelat B yang asli,” kata Roby.
Mobil tersebut diduga dibeli dengan KTP Jakarta dan dibawa ke luar Jakarta dengan pelat-pelat berbeda.
Saat kejadian pun, mobil Calya tersebut menggunakan pelat TBKB berkode D yang tidak sesuai dengan identitas mobil yang terdaftar.
“Sehingga namanya itu pemalsuan surat, atau pemalsuan identitas kendaraannya,” kata Roby.,
Dugaan pemalsuan juga dilakukan pada KTP Hafiz. Di mana, KTP yang ia bawa berinisial HF berdomisili di Sidoarjo.
Roby menyebutkan, pihaknya juga sudah membandingkan foto pada KTP dengan wajah Hafiz menggunakan teknologi face recognizer dan dipastikan berbeda.
KTP itu bukan milik sosok “kakak” yang disebut Hafiz sebagai pemilik sajam dan pelat palsu.
Berawal dari lawan arah
Mobil Toyota Calya warna hitam yang melawan arah dan dikejar massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, viral pada Rabu (25/2/2026).
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @lintasjakartaupdate, mobil sempat melaju kencang dalam kondisi lawan arah di jalan raya yang sedang padat kendaraan.
Saat melaju, mobil sempat menyerempet sejumlah badan mobil dan beberapa motor sebelum akhirnya berhenti karena dikejar massa dan petugas polisi
Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, mobil tersebut dikemudikan seorang pria asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berinisial HM.
Mobil itu pun membawa satu penumpang perempuan.
Reynold mengungkapkan, kejadian itu berawal dari pengendara yang diduga memakai pelat nomor palsu.
Sebelum lawan arah terjadi, sempat diberhentikan oleh petugas polisi sekitar pukul 17.00 WIB.
"Mobil dengan nomor polisi D-1640-AHB diduga menggunakan nomor pelat palsu, sehingga diberhentikan oleh dua polisi lalu lintas yang bertugas," ujar Reynold kepada wartawan di Kantor Polsek Tanah Abang, Rabu malam.
"HM takut dan melarikan diri lalu masuk ke Jalan Gunung Sahari dan melaju melawan arah dari arah selatan ke utara di jalan Bungur Besar," lanjut dia.
Kemudian di simpang Bungur mobil belok kiri malawah arah ke arah barat.
Sesampainya di simpang empat Menara Bidakara Alfa Land (MBAL), mobil lalu lurus melawan arah di Jalan Pos.
Kemudian mobil berputar arah ke simpang empat MBAL, dan belok kiri di jalur berlawanan pada jalan Gunung Sahari.
"Di situ mobil terlibat kecelakaan dengan kendaraan sepeda motor," tutur Reynold.
Akibat kejadian tersebut, satu orang perempuan terluka karena terserempet mobil.
Reynold juga memastikan tidak ada korban meninggal akibat kejadian. Sementara itu, satu motor milik warga lainnya rusak pada bagian depan dan bodi samping kanan.
Mobil Toyota Calya yang melawan arah mengalami rusak di bagian bodi samping kanan dan kaca mobil bagian belakang pecah.
sumber
Hanifah Salsabila, Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Tim Redaksi

Hafiz Mahendra (25), pengemudi mobil Toyota Calya hitam melawan arah di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. (Foto KompasTV)
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Hafiz Mahendra (25), pengendara mobil Calya, menjadi sorotan usai lawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Selain menyebabkan kecelakaan, Hafiz diketahui memiliki senjata tajam dan pelat nomor tanda kendaraan bermotor (TNKB) palsu di mobilnya.
Saat diinterogasi kepolisian, Hafiz mengelak. Dia bilang itu punya kakaknya.
Namun polisi masih curiga pada Hafiz lantaran tak membawa surat-surat mengemudi dan diduga memalsukan KTP.
Ada sajam dan pelat palsu
Pengendara bernama Hafiz Mahendra telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam di mobilnya yang melawan arah.
Polisi menemukan dua senjata tajam dan satu senjata api mainan. Selain itu juga ditemukan empat pelat TNKB, yang tiga di antaranya adalah palsu.
Namun saat diinterogasi, Hafiz mengaku tak tahu tentang keberadaan senjata tajam berikut dengan pelat palsu itu.
“Kalau dia (pengemudi) bilangnya enggak tahu ada senjata tajam dan pelat palsu,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).
Sajam dan pelat palsu punya kakak
Setelah diinterogasi lebih jauh, Hafiz mengaku bahwa sajam dan pelat palsu itu milik kakaknya yang diduga berada di luar Jakarta.
“Dia ngakunya punya kakaknya. Tapi masih kami telusuri, karena kakaknya belum kami temui. Kan dia yang membawa, dia bisa ngomong apa saja,” tutur Roby.
Untuk memverifikasi pengakuan Hafiz, saat ini polisi tengah mencari keberadaan kakak Hafiz untuk diminta keterangan.
Polisi Pengakuan Hafiz ini masih dicurigai polisi lantaran aksinya yang kabur ketakutan saat melawan arah dalam perjalanannya menuju Ancol dan melihat polisi hari itu.
Ditambah lagi, ia diduga memalsukan KTP berdomisili Sidoarjo dan tidak membawa surat-surat mengemudi seperti SIM dan STNK.
“Katanya mau ke Ancol, mau liburan, terus takut sama polisi. Kami juga masih mencurigai kenapa dia seperti itu,” kata Roby.
Tiga pelat nomor palsu
Tiga dari empat pelat yang ditemukan dalam mobil yang dikemudikan Hafiz adalah palsu.
Roby merinci, ada dua pelat berkode B asal Jakarta, satu pelat berkode Z asal Garut, dan satu kode D asal Bandung. Satu pelat asli yang disebut memiliki kode B.
“Iya, cuma satu yang pelat B yang asli,” kata Roby.
Mobil tersebut diduga dibeli dengan KTP Jakarta dan dibawa ke luar Jakarta dengan pelat-pelat berbeda.
Saat kejadian pun, mobil Calya tersebut menggunakan pelat TBKB berkode D yang tidak sesuai dengan identitas mobil yang terdaftar.
“Sehingga namanya itu pemalsuan surat, atau pemalsuan identitas kendaraannya,” kata Roby.,
Dugaan pemalsuan juga dilakukan pada KTP Hafiz. Di mana, KTP yang ia bawa berinisial HF berdomisili di Sidoarjo.
Roby menyebutkan, pihaknya juga sudah membandingkan foto pada KTP dengan wajah Hafiz menggunakan teknologi face recognizer dan dipastikan berbeda.
KTP itu bukan milik sosok “kakak” yang disebut Hafiz sebagai pemilik sajam dan pelat palsu.
Berawal dari lawan arah
Mobil Toyota Calya warna hitam yang melawan arah dan dikejar massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, viral pada Rabu (25/2/2026).
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @lintasjakartaupdate, mobil sempat melaju kencang dalam kondisi lawan arah di jalan raya yang sedang padat kendaraan.
Saat melaju, mobil sempat menyerempet sejumlah badan mobil dan beberapa motor sebelum akhirnya berhenti karena dikejar massa dan petugas polisi
Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, mobil tersebut dikemudikan seorang pria asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berinisial HM.
Mobil itu pun membawa satu penumpang perempuan.
Reynold mengungkapkan, kejadian itu berawal dari pengendara yang diduga memakai pelat nomor palsu.
Sebelum lawan arah terjadi, sempat diberhentikan oleh petugas polisi sekitar pukul 17.00 WIB.
"Mobil dengan nomor polisi D-1640-AHB diduga menggunakan nomor pelat palsu, sehingga diberhentikan oleh dua polisi lalu lintas yang bertugas," ujar Reynold kepada wartawan di Kantor Polsek Tanah Abang, Rabu malam.
"HM takut dan melarikan diri lalu masuk ke Jalan Gunung Sahari dan melaju melawan arah dari arah selatan ke utara di jalan Bungur Besar," lanjut dia.
Kemudian di simpang Bungur mobil belok kiri malawah arah ke arah barat.
Sesampainya di simpang empat Menara Bidakara Alfa Land (MBAL), mobil lalu lurus melawan arah di Jalan Pos.
Kemudian mobil berputar arah ke simpang empat MBAL, dan belok kiri di jalur berlawanan pada jalan Gunung Sahari.
"Di situ mobil terlibat kecelakaan dengan kendaraan sepeda motor," tutur Reynold.
Akibat kejadian tersebut, satu orang perempuan terluka karena terserempet mobil.
Reynold juga memastikan tidak ada korban meninggal akibat kejadian. Sementara itu, satu motor milik warga lainnya rusak pada bagian depan dan bodi samping kanan.
Mobil Toyota Calya yang melawan arah mengalami rusak di bagian bodi samping kanan dan kaca mobil bagian belakang pecah.
sumber
Diubah oleh rizkync108 02-03-2026 10:45
0
575
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696.3KThread•59.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya