Kaskus

Story

speedtofuAvatar border
TS
speedtofu
Langit Tak Perlu Tahu (based on true event)
Langit Tak Perlu Tahu (based on true event)

Halo agan-agan dimarih, izinkan nubie klonengan ini cerita di SFTH yak. Cerita ini based on true event, jadi tempatnya beneran hanya gue samarkan namanya. Dan bagi agan yang tau lokasinya dimana, cukup PM gue aja ya, makasih dan selamat membaca 
emoticon-Ngakak

Intro
Distorsi Masa Kecil

Kenalin, nama gue Mikhail. Biasa dipanggil Mike. Tulisannya M-i-k-e, dibacanya /mīk/—dilafalkan pakai style  Inggris, bukan "Mike" medok kayak nama tetangga sebelah rumah.

Gue produk akulturasi dari Bapak yang seorang Dosen Arkeologi berdarah Jawa tulen, dan Ibu seorang Abdi Negara di Pemda yang berdarah Minang. Gue lahir dan besar di salah satu sudut Atlas City, tumbuh ditemani aroma martabak manis dan bisingnya suara gitar listrik.

Hidup gue emang nggak bisa jauh-jauh dari musik rock, gametembak-tembakan, dan tentu saja... martabak. Tapi di balik itu, gue punya "dunia sunyi". Di saat anak seumuran gue sibuk nongkrong di mal, gue lebih sering nangkring di perpustakaan atau ruang kerja Bapak, membedah buku-buku konspirasi dunia, sejarah Romawi, sampai rahasia Illuminati.

Bibit-bibit "bising" ini udah ketanam sejak gue masih piyik. Pelakunya siapa lagi kalau bukan Om gue. Dari kamarnya, dia rajin banget nyetel musik rock dengan volume yang nggak santai. Kuping gue yang masih suci itu akhirnya teracuni secara permanen. Bayangin aja, pas temen-temen kelas 2 SD gue lagi asik nyanyiin lagu imut, playlist di kepala gue isinya udah Edane, God Bless, sampai Metallica.

Ada satu kejadian yang nggak bakal gue lupa. Waktu itu guru gue nyuruh murid-murid maju buat nyanyi lagu tentang semut. Harapan Bu Guru, gue bakal nyanyi "Semut-Semut Kecil"-nya Melissa. Tapi yang keluar dari mulut gue malah lirik, "Semut hiitaaammm... yang berjalan..!!" lengkap dengan vibes gahar ala God Bless.

Sejak saat itu gue sadar satu hal: Gue nggak bakat jadi penyanyi pop. Suara gue fals parah—bagus sih, tapi lebih bagus kalau gue nggak nyanyi. Tapi kalau disuruh scream? Bolehlah diadu.

Masuk SMA, hobi bising gue makin terarah. Gue bikin band bareng temen-temen, namanya TapeDex—disingkat TPDX. Kami mainin musik punk rock. Di panggung, gue adalah pangeran ber-Vespa yang memilih "jalan ninja"—jalan yang nggak dilirik orang. Gue tampil apa adanya, pake jaket jeans dan Vans Old Skool andalan gue. Bagi gue, Vans + Musik Keras itu kiamat! Gue mungkin payah di angka—Fisika, Kimia, dan kawan-kawannya itu murni "radiasi" buat otak gue—tapi kalau lo tanya soal konspirasi dunia atau sejarah kelam abad pertengahan, gue adalah ahlinya.
Gue sengaja memilih hidup sederhana, bukan pamer harta orang tua meski gue punya akses ke sana. Gue lebih suka bau oli Vespa daripada wangi jok mobil mewah.

Tapi, di tengah distorsi musik keras dan "jalan sunyi" itu, ada satu melodi masa lalu yang tiba-tiba keputer ulang. Gue ketemu dia lagi. Cinta pertama gue. Teman sebangku gue waktu SD dulu. Cewek yang bikin gue ngerasain deg-degan aneh sejak kelas 2 SD. Cewek yang jago banget sama kurva Ekonomi—pelajaran yang bikin kepala gue mau pecah, tapi kehadirannya malah bikin frekuensi gue jadi stabil.

Dan untungnya, perasaan itu ternyata belum mati.

Selamat datang di cerita gue.

Index
Spoiler for Index:


Side Story
Spoiler for Side Story:


Playlist: 
Spoiler for Playlist:



Diubah oleh speedtofu 30-06-2026 14:47
loverkyoAvatar border
lensastroberiAvatar border
AdiAbimanyu.pasAvatar border
AdiAbimanyu.pas dan 24 lainnya memberi reputasi
25
19.4K
410
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread1Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.