Kaskus

News

augiesiswoyoAvatar border
TS
augiesiswoyo
Rusia dan China Kecam Keras Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran oleh AS-Israel!
Rusia dan China Kecam Keras Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran oleh AS-Israel!




TEHERAN, KOMPAS.com" class="text-blue dark:text-blue-night font-medium underline">KOMPAS.com – Gelombang kecaman internasional mengiringi kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang didalangi Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (1/3/2026). Dua mitra strategis Teheran, Rusia dan China, dengan tegas mengecam tindakan tersebut dan menudingnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta kedaulatan negara berdaulat.
Putin: Serangan Langgar Moralitas dan Hukum Internasional
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa mendalam melalui surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam pernyataan yang dikutip dari kantor berita AFP, Putin menegaskan bahwa operasi militer yang menewaskan Khamenei tidak hanya merupakan agresi, tetapi juga pelanggaran terhadap prinsip dasar hubungan antarbangsa.
"Tindakan ini dilakukan dengan melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional," tulis Putin dalam suratnya.
Di balik pernyataan resmi Kremlin, pengamat hubungan internasional menilai kecaman Moskow tidak terlepas dari kepentingan strategisnya di kawasan Timur Tengah. Rusia dan Iran selama ini berada dalam satu poros politik dan militer, terutama dalam konflik Suriah di mana kedua negara bahu-membahu mendukung pemerintahan Bashar al-Assad. Selain itu, kerja sama pertahanan kedua negara terus menguat, termasuk pengiriman drone dan rudal balistik Iran yang digunakan Rusia dalam operasi militernya di Ukraina.
Para analis menilai bahwa wafatnya Khamenei berpotensi menggoyahkan stabilitas poros Moskow-Teheran yang selama ini menjadi pilar kebijakan luar negeri Rusia di kawasan. Kremlin dikhawatirkan akan kehilangan mitra kunci dalam menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
China: Dunia Tidak Boleh Kembali ke "Hukum Rimba"
Sementara itu, Beijing bereaksi lebih keras dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan AS dan Israel. Menteri Luar Negeri China Wang Yi, dalam konferensi pers darurat, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Iran.
"Masyarakat internasional harus mengirimkan pesan yang jelas dan tegas yang menolak kemunduran dunia ke era hukum rimba," ujar Wang Yi.
China juga mendesak penghentian segera semua operasi militer dan menyerukan penyelesaian damai melalui dialog multilateral. Bagi Beijing, stabilitas Iran adalah prioritas utama mengingat posisi strategis negara tersebut dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative). Iran menjadi penghubung penting dalam jalur darat dan laut yang menghubungkan China dengan pasar Eropa dan Timur Tengah. Investasi besar China di sektor minyak, gas, dan infrastruktur Iran membuat negara itu sangat berkepentingan terhadap stabilitas politik Teheran.
Selain itu, China melihat eskalasi ini sebagai ancaman terhadap pasokan energi global. Iran adalah salah satu produsen minyak terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan ketidakstabilan di kawasan Teluk Persia dapat memicu lonjakan harga minyak yang merugikan ekonomi China.
Implikasi Geopolitik: Poros Timur vs Barat
Kecaman keras dari Rusia dan China ini semakin mempertegas polarisasi geopolitik global. Kedua negara secara konsisten menentang intervensi militer unilateral yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Sikap ini sejalan dengan upaya mereka untuk mendorong tatanan dunia multipolar di mana pengaruh Barat tidak lagi dominan.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China dan Rusia, kedua negara menegaskan komitmen mereka terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengecam segala bentuk intervensi asing dalam urusan internal negara berdaulat. Mereka juga menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk segera mengadakan sidang darurat guna membahas eskalasi kekerasan di Timur Tengah dan implikasi hukum dari pembunuhan terhadap pemimpin asing.
Respons Negara Lain
Di luar Rusia dan China, sejumlah negara juga menyampaikan reaksi. Turki, melalui Kementerian Luar Negerinya, menyatakan keprihatinan mendalam dan menyerukan agar konflik tidak meluas menjadi perang regional. Suriah, sekutu terdekat Iran, mendeklarasikan tiga hari berkabung nasional dan menyebut serangan itu sebagai "tindakan terorisme negara".
Sementara itu, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memilih sikap lebih hati-hati. Meskipun selama ini berseteru dengan Iran, kedua negara hanya menyerukan "pengendalian diri" dan mendesak semua pihak untuk tidak mengambil langkah yang dapat memicu perang terbuka di kawasan.
Dengan ketegangan yang semakin meningkat dan belum adanya kejelasan mengenai suksesi kepemimpinan di Iran, dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka di kawasan. Satu hal yang pasti: pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei telah membuka babak baru ketidakpastian di salah satu kawasan paling rawan di dunia.

Penulis Naskah: Shafa Maulita Maulana
Narator: Shafa Maulita Maulana
Video Editor: Aqmal Safa Rifai
Produser: Marvel Dalty

BandittkAvatar border
daimond25Avatar border
daimond25 dan Bandittk memberi reputasi
0
348
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread20.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.