- Beranda
- Berita dan Politik
Amerika Guyur IKN 2,49 Juta Dolar AS, Buat Apa Saja?
...
TS
aleksandronesta
Amerika Guyur IKN 2,49 Juta Dolar AS, Buat Apa Saja?
Quote:
Kompas.com
Ikn
News
IKN dan Pemindahan Ibu Kota Baru
IKN Dinamika dan Progres Pembangunannya
Amerika Guyur IKN 2,49 Juta Dolar AS, Buat Apa Saja?
Kompas.com, 27 Februari 2026, 17:14 WIB
Baca di App
Hilda B Alexander
Penulis

Lihat Foto
NUSANTARA, KOMPAS.com – Ambisi Indonesia melahirkan ibu kota berbasis teknologi masa depan mendapatkan sokongan teknis dari kekuatan ekonomi global.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi mengamankan hibah senilai 2,49 juta dolar AS atau sekitar Rp39 miliar dari Pemerintah Amerika Serikat melalui US Trade and Development Agency (USTDA).
Kucuran dana yang diteken pada Selasa (25/2/2026) ini bertujuan memperkuat cetak biru Smart City Nusantara.
Hibah ini menjadi intervensi strategis untuk memastikan ekosistem digital IKN layak investasi (bankable) di mata global.
Dana tersebut dialokasikan khusus untuk asistensi teknis guna menyusun arsitektur sistem yang terintegrasi dan transparan.
Evolusi Menuju Kota Kognitif
Pengembangan teknologi di IKN direncanakan melampaui standar kota cerdas konvensional.
IKN diproyeksikan berevolusi menjadi Cognitive City, sebuah konsep kota yang mampu belajar dari data, melakukan simulasi secara real-time, dan mengoptimalkan layanan publik secara adaptif.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan, transformasi digital merupakan pilar yang tidak bisa dinegosiasikan dalam pembangunan ibu kota baru tersebut. Fokusnya tetap pada keseimbangan antara kecanggihan dan kelestarian alam.
"Visi kami jelas, IKN harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas," ujar Basuki dalam keterangan resminya, Selasa (25/2/2026).
Sinyal evolusi menuju kota kognitif ini juga diamini oleh para pakar global.
Project Director Frost & Sullivan, Subhranshu Sekhar Das, menyebut IKN memiliki peluang memimpin paradigma baru di mana infrastruktur digital tidak lagi bersifat statis.
“Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City. Platform pengetahuan terfederasi dan Agentic AI akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar serta mengoptimalkan tata kelola layanan publik,” ungkap Subhranshu.
Pikat Investor
Salah satu ganjalan besar dalam membangun kota cerdas adalah sinkronisasi antara teknologi yang mahal dengan model finansial yang masuk akal.
Di sinilah peran hibah USTDA menjadi kunci. Dana ini mendanai penyusunan dokumen strategis yang mencakup Financial and Investment Model serta paket pengadaan (RFP Packages) yang siap ditawarkan ke pasar internasional.
Langkah ini dianggap krusial untuk memberikan kepastian bagi investor global. Dengan adanya kerangka kerja yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), IKN berupaya meyakinkan dunia bahwa pembangunan digitalnya tetap menjunjung tinggi privasi, keamanan data, dan keberlanjutan lingkungan.
Pekerjaan teknis ini melibatkan konsorsium elite yang dipimpin oleh Eficens Systems Inc. Selain itu, pakar dari Frost & Sullivan, ASECH Indonesia, dan Mirekel dilibatkan dalam tim tersebut.
Kemitraan strategis juga dijalin dengan Google Cloud Platform melalui PT Searce Technologies Indonesia untuk memastikan infrastruktur data Nusantara memiliki standar keamanan tingkat tinggi.
dari semikonduktor sampai mobil pada masuk investornya
Kemajuan pesat Indonesia
Prabowo dua periode
Trump depak saja PBB n biar pindah ke Indonesia kantornya

beacuka1 dan tepsuzot memberi reputasi
2
215
Kutip
7
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.1KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya