- Beranda
- Berita dan Politik
Danantara Soroti Penerbangan Singapore Airlines Lebih Banyak Dibanding Garuda
...
TS
jaguarxj220
Danantara Soroti Penerbangan Singapore Airlines Lebih Banyak Dibanding Garuda
Jakarta - Danantara menyoroti frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dengan Singapore Airlines untuk rute Indonesia-Singapura.
Perbandingan frekuensi terbang antara Garuda dengan Singapore Airlines untuk rute Indonesia dan Singapura cukup timpang.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas menjelaskan Indonesia memiliki kesepakatan resiprokal bisnis dengan berbagai negara dalam urusan penerbangan.
Bila maskapai Indonesia ingin membuka penerbangan langsung ke suatu negara, maka sebagai timbal balik maskapai negara tersebut juga membuka penerbangan ke Indonesia.
Begitu juga dengan Singapura, karena Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung, Singapore Airlines pun mesti membuka penerbangan langsung ke Indonesia.
Masalahnya, frekuensi penerbangannya timpang, Garuda hanya membuka 1-2 kali penerbangan per hari, sementara Singapore Airlines bisa melakukan 6-8 penerbangan per hari.
"Kali ini Indonesia tertindas nih resiprokalnya, Singapore Airlines per hari dengan pesawat besar ya A330-300 rata-rata sih. Dia bisa ke sini 6-8 kali per hari, Garuda ke sana cuma 1-2 kali per hari," papar Rohan dalam diskusi di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2026).
Rohan menilai Singapore Airlines berhasil memaksimalkan banyaknya frekuensi penerbangan itu sebagai sumber pendapatan. Sementara Garuda tidak dapat melakukan hal tersebut.
"Sekitar 65% pendapatan Singapore Airlines datang dari rute yang 6-8 kali dari Indonesia itu dibanding dia ke New York dan sebagainya. Karena ke sana beban bersaing sama Qatar Airways sama Emirates dan sebagainya tinggi, jadi untungnya terlalu tipis di long haul," jelas Rohan.
Dia bilang Danantara dan Garuda akan berupaya untuk menyesuaikan kesepakatan resiprokal soal penerbangan tersebut agar lebih seimbang dan tidak timpang.
"Itu yang harus diperbaiki, itu reciprocal agreementnya ada. Masing-masing airline itu pasti punya di seluruh dunia juga begitu. Jadi reciprocal-nya mau diseimbangkan," ungkap Rohan.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan porsi penerbangan internasional bagi Garuda Indonesia. Selain Singapura, Danantara juga mengincar beberapa negara lain untuk ditingkatkan frekuensi penerbangannya. Mulai dari Australia, Jepang Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Belanda.
Baca artikel detikfinance, "Danantara Soroti Penerbangan Singapore Airlines Lebih Banyak Dibanding Garuda" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-eko...banding-garuda
Salah sendiri tiket Garuda mahal.
Mana pesawatnya tua-tua..
Banyak orang Indo ke Singapore via SQ juga gara2 tiket long haul nya SQ lebih murah.
Bandingkan aja tiket SQ ke Jepang sama tiket GA.
Penerbangannya banyak, jam-nya fleksibel, destinasi kotanya banyak.
Belum bicara flight ke Eropa, USA.
Emang GA ke Eropa selain Amsterdam?
Ada GA yg ke Amrik?
GA ke Vietnam aja ga punya..
Malah Vietnam Airlines ada rute CGK-SGN (Saigon).
Perbandingan frekuensi terbang antara Garuda dengan Singapore Airlines untuk rute Indonesia dan Singapura cukup timpang.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas menjelaskan Indonesia memiliki kesepakatan resiprokal bisnis dengan berbagai negara dalam urusan penerbangan.
Bila maskapai Indonesia ingin membuka penerbangan langsung ke suatu negara, maka sebagai timbal balik maskapai negara tersebut juga membuka penerbangan ke Indonesia.
Begitu juga dengan Singapura, karena Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung, Singapore Airlines pun mesti membuka penerbangan langsung ke Indonesia.
Masalahnya, frekuensi penerbangannya timpang, Garuda hanya membuka 1-2 kali penerbangan per hari, sementara Singapore Airlines bisa melakukan 6-8 penerbangan per hari.
"Kali ini Indonesia tertindas nih resiprokalnya, Singapore Airlines per hari dengan pesawat besar ya A330-300 rata-rata sih. Dia bisa ke sini 6-8 kali per hari, Garuda ke sana cuma 1-2 kali per hari," papar Rohan dalam diskusi di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2026).
Rohan menilai Singapore Airlines berhasil memaksimalkan banyaknya frekuensi penerbangan itu sebagai sumber pendapatan. Sementara Garuda tidak dapat melakukan hal tersebut.
"Sekitar 65% pendapatan Singapore Airlines datang dari rute yang 6-8 kali dari Indonesia itu dibanding dia ke New York dan sebagainya. Karena ke sana beban bersaing sama Qatar Airways sama Emirates dan sebagainya tinggi, jadi untungnya terlalu tipis di long haul," jelas Rohan.
Dia bilang Danantara dan Garuda akan berupaya untuk menyesuaikan kesepakatan resiprokal soal penerbangan tersebut agar lebih seimbang dan tidak timpang.
"Itu yang harus diperbaiki, itu reciprocal agreementnya ada. Masing-masing airline itu pasti punya di seluruh dunia juga begitu. Jadi reciprocal-nya mau diseimbangkan," ungkap Rohan.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan porsi penerbangan internasional bagi Garuda Indonesia. Selain Singapura, Danantara juga mengincar beberapa negara lain untuk ditingkatkan frekuensi penerbangannya. Mulai dari Australia, Jepang Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Belanda.
Baca artikel detikfinance, "Danantara Soroti Penerbangan Singapore Airlines Lebih Banyak Dibanding Garuda" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-eko...banding-garuda
Salah sendiri tiket Garuda mahal.
Mana pesawatnya tua-tua..
Banyak orang Indo ke Singapore via SQ juga gara2 tiket long haul nya SQ lebih murah.
Bandingkan aja tiket SQ ke Jepang sama tiket GA.
Penerbangannya banyak, jam-nya fleksibel, destinasi kotanya banyak.
Belum bicara flight ke Eropa, USA.
Emang GA ke Eropa selain Amsterdam?
Ada GA yg ke Amrik?
GA ke Vietnam aja ga punya..
Malah Vietnam Airlines ada rute CGK-SGN (Saigon).
aldonistic memberi reputasi
1
1.4K
25
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.1KThread•58.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya