Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Purbaya Sindir WNI eks-LPDP: 20 Tahun Lagi Nyesel Ekonomi RI Baik
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut berkomentar ihwal pernyataan kontroversial seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus beasiswa negara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di media sosial.

Pemilik akun @sasetyaningtyas sebelumnya ramai diperbincangkan warganet usai pernyataannya "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan.”

“Temen-temen ada yang meledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi ekonomi kita akan bagus banget,” ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Senin (23/2/2026).

Purbaya menyampaikan hal itu ketika memaparkan kondisi ekonomi global dan ekonomi domestik dalam paparan realisasi kinerja APBN sampai Januari 2026. Dalam paparannya disebutkan, kondisi ekonomi global relatif resilient, di tengah perkembangan terbaru berupa keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan tarif dagang resiprokal yang ditetapkan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, ekonomi domestik masih tetap terkendali, ditunjukkan dari sejumlah indikator ekonomi, termasuk indeks keyakinan konsumen, indeks manufaktur, dan lainnya.

Diketahui, pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas mengunggah video pernyataannya itu hingga viral. Dalam video itu, ia memperlihatkan tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya. Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," ujar Tyas sapaan akrabnya.

Dia lantas menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing. "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

Dalam perkembangan terbaru, Tyas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan kontroversialnya di media sosial.

"Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulisnya.

Melalui pernyataan resminya, Tyas menjelaskan kalimat itu lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi terkait berbagai kondisi yang dialami sebagai warga negara.

Melalui pernyataan resminya, yang pemilik akun itu menjelaskan kalimat itu lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi terkait berbagai kondisi yang dialami sebagai warga negara.

Namun, dia menyadari cara penyampaian itu tidak tepat dan berpotensi melukai perasaan banyak orang, khususnya berkaitan dengan identitas kebangsaan.

Dia pun mengakui kesalahannya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruangan publik.

"Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya," ujarnya, dalam unggahan di instagram.

Dia juga menekankan pentingnya belajar dari kritik dan masukan yang diterima masyarakat untuk memperbaiki cara berkomunikasi di ruang publik, dengan lebih bijaksana, jernih, dan empatik.

"Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan," demikian bunyi pernyataan itu.

"Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati. Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya."

https://www.bloombergtechnoz.com/det...onomi-ri-baik/


Secara statistik, 15-20 tahun lagi, Indonesia akan mulai mengalami Bencana Demografi.

Sekarang aja gaji rata2 orang Indonesia ga sampai 4 juta. Tingkat pendidikan rendah. Lihat aja kualitas anak2 lulusan SMA jaman sekarang.

Setelah tua, boro2 punya dana pensiun, tabungan aja ngepas.

Kelak 15-20 tahun lagi, isinya warga Indon adalah orang tua, miskin, ga punya aset, pendapatan kecil, mantan pengangguran.

Mau kerja udah ga bisa, digilas teknologi AI dan robotika.

taikucinglohAvatar border
aldonisticAvatar border
antiketekAvatar border
antiketek dan 2 lainnya memberi reputasi
3
2.2K
38
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.1KThread58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.