- Beranda
- Berita dan Politik
Apa Isi Chat Siswi SD di Demak yang Bunuh Diri? Diduga Lelah Dimarahi Sang Ibu
...
TS
mabdulkarim
Apa Isi Chat Siswi SD di Demak yang Bunuh Diri? Diduga Lelah Dimarahi Sang Ibu
Apa Isi Chat Siswi SD di Demak yang Bunuh Diri? Diduga Lelah Dimarahi Sang Ibu

Irma Joanita
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:29 WIB
Ilustrasi bunuh diri. (Pixabay)
Ilustrasi bunuh diri. (Pixabay)
KILAT.COM - Viral di media sosial kabar seorang siswi SD di Demak tewas bunuh diri. Sebelumnya, ia mengunggah chat dimarahi oleh sang ibu.
Hal ini viral di media sosial bagaimana seorang siswi SD bisa berpikir untuk mengakhiri nyawa.
Dalam unggahan X @tanyakanrlfess, dibeberkan rangkuman berita tersebut.
"Anak SD tewas gantung diri di rumahnya. ia mengakhiri hidupnya sendiri setelah upload screenshot wa dengan ibunya." tulis @tanyakanrlfess.
Dalam cuitan rangkuman, diduga tertulis caption siswi tersebut soal dirinya merasa lelah.
"Captionnya 'Di balik tawa gua di sisi lain aku juga cape.' ibu korban sempat marah dan ngomong kasar kepada korban," tulis akun X tersebut.
Tak hanya itu, beredar isi chat yang diduga dikirim oleh sang ibu.
Dalam chat, diduga ibu korban memarahi menggunakan bahasa kasar.
Sosok di balik chat tersebut juga meminta untuk mengangkat telepon.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus siswi SD di Demak bunuh diri.(*)
https://www.kilat.com/nasional/84416...arahi-sang-ibu
Bocah 12 Tahun di Demak Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki

Rhobi Shani • 14 February 2026 12:43
SHARE NOW
Bocah 12 Tahun di Demak Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki
Decrease Font Increase Font darkmode
Demak: Bocah perempuan berusia 12 tahun ditemukan tak bernyawa di rumahnya, di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga bunuh diri. Kepolisian masih mendalami kasus kematian tersebut.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp bernada makian beberapa hari sebelum kejadian. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Demak, AKP Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya unggahan tersebut. Namun, pihaknya belum menyimpulkan keterkaitan langsung antara percakapan itu dengan penyebab kematian korban.
“Benar, korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut beberapa hari sebelumnya. Namun hal itu belum bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab utama kejadian,” kata Anggah, Sabtu, 14 Februari 2026.
Selain mengunggah tangkapan layar, korban juga menuliskan kalimat bernada curahan perasaan. Unggahan itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Kronologis Penemuan Korban
Berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa diketahui pertama kali oleh ibu korban saat pulang ke rumah sekitar pukul 18.01 WIB. Dari rekaman CCTV, ibu korban masuk ke rumah dan mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dua menit kemudian, ibu korban keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga.
Warga yang datang membantu membawa korban ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang untuk mendapatkan penanganan medis.
“Hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan adanya tanda-tanda mati lemas dengan luka lecet di leher yang sesuai dengan indikasi gantung diri. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain,” jelasnya
Polisi menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan CCTV dan aktivitas terakhir ponsel korban, polisi memastikan tidak ada orang lain yang masuk ke rumah sebelum ibu korban tiba.
“Dengan rentang waktu yang sangat singkat dan bukti yang ada, kami pastikan tidak terdapat unsur pembunuhan dalam peristiwa ini,” tegas Anggah.
Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Polisi juga mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak dan membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.
https://www.metrotvnews.com/read/Nnj...olisi-selidiki
Kejadian lagi dengan faktor keluarga

Irma Joanita
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:29 WIB
Ilustrasi bunuh diri. (Pixabay)
Ilustrasi bunuh diri. (Pixabay)
KILAT.COM - Viral di media sosial kabar seorang siswi SD di Demak tewas bunuh diri. Sebelumnya, ia mengunggah chat dimarahi oleh sang ibu.
Hal ini viral di media sosial bagaimana seorang siswi SD bisa berpikir untuk mengakhiri nyawa.
Dalam unggahan X @tanyakanrlfess, dibeberkan rangkuman berita tersebut.
"Anak SD tewas gantung diri di rumahnya. ia mengakhiri hidupnya sendiri setelah upload screenshot wa dengan ibunya." tulis @tanyakanrlfess.
Dalam cuitan rangkuman, diduga tertulis caption siswi tersebut soal dirinya merasa lelah.
"Captionnya 'Di balik tawa gua di sisi lain aku juga cape.' ibu korban sempat marah dan ngomong kasar kepada korban," tulis akun X tersebut.
Tak hanya itu, beredar isi chat yang diduga dikirim oleh sang ibu.
Dalam chat, diduga ibu korban memarahi menggunakan bahasa kasar.
Sosok di balik chat tersebut juga meminta untuk mengangkat telepon.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus siswi SD di Demak bunuh diri.(*)
https://www.kilat.com/nasional/84416...arahi-sang-ibu
Bocah 12 Tahun di Demak Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki

Rhobi Shani • 14 February 2026 12:43
SHARE NOW
Bocah 12 Tahun di Demak Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Selidiki
Decrease Font Increase Font darkmode
Demak: Bocah perempuan berusia 12 tahun ditemukan tak bernyawa di rumahnya, di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga bunuh diri. Kepolisian masih mendalami kasus kematian tersebut.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp bernada makian beberapa hari sebelum kejadian. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Demak, AKP Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya unggahan tersebut. Namun, pihaknya belum menyimpulkan keterkaitan langsung antara percakapan itu dengan penyebab kematian korban.
“Benar, korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut beberapa hari sebelumnya. Namun hal itu belum bisa langsung disimpulkan sebagai penyebab utama kejadian,” kata Anggah, Sabtu, 14 Februari 2026.
Selain mengunggah tangkapan layar, korban juga menuliskan kalimat bernada curahan perasaan. Unggahan itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat.
Kronologis Penemuan Korban
Berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa diketahui pertama kali oleh ibu korban saat pulang ke rumah sekitar pukul 18.01 WIB. Dari rekaman CCTV, ibu korban masuk ke rumah dan mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dua menit kemudian, ibu korban keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga.
Warga yang datang membantu membawa korban ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang untuk mendapatkan penanganan medis.
“Hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan adanya tanda-tanda mati lemas dengan luka lecet di leher yang sesuai dengan indikasi gantung diri. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain,” jelasnya
Polisi menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan CCTV dan aktivitas terakhir ponsel korban, polisi memastikan tidak ada orang lain yang masuk ke rumah sebelum ibu korban tiba.
“Dengan rentang waktu yang sangat singkat dan bukti yang ada, kami pastikan tidak terdapat unsur pembunuhan dalam peristiwa ini,” tegas Anggah.
Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Polisi juga mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak dan membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.
https://www.metrotvnews.com/read/Nnj...olisi-selidiki
Kejadian lagi dengan faktor keluarga
itkgid dan tabraklari81223 memberi reputasi
2
288
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.7KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya