- Beranda
- Berita dan Politik
Nilai Ekspor RI ke Swiss Melonjak 225% Imbas Kenaikan Harga Emas
...
TS
aleksandronesta
Nilai Ekspor RI ke Swiss Melonjak 225% Imbas Kenaikan Harga Emas
Quote:
Sektor Riil
Industri
Nilai Ekspor RI ke Swiss Melonjak 225% Imbas Kenaikan Harga Emas
Mis Fransiska Dewi
06 February 2026 17:00

Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan Swiss menjadi negara tujuan ekspor Indonesia dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 dari sektor nonmigas. Tahun lalu nilai ekspor ke Swiss mencapai US$4,9 miliar atau Rp82,68 triliun, atau meningkat 225% dibandingkan 2024 sebanyak US$1,5 miliar.
Budi mengatakan mayoritas komoditas yang diekspor ke Swiss adalah perhiasan dan permata dengan porsi mencapai 96,23%.
“Emas kan harganya tinggi jadi makanya Swiss ekspornya meningkat sangat tajam,” kata Budi dalam konferensi pers di kantor Kemendag, Jumat (6/2/2026).
Kemudian mesin dan peralatan listrik dengan pangsa 1,53%, kendaraan dan bagiannya 0,43%, olahan buah-buahan dan sayuran 0,22%, hingga alas kaki 0,21%.
Selain Swiss, Indonesia juga mencatat pertumbuhan tinggi ekspor nonmigas untuk beberapa negara lain seperti Singapura dengan kenaikan 31,40%. Disusul Uni Emirat Arab dengan 31,28%; Thailand 28,82%; dan Bangladesh 28,27%.
“Kemudian kawasan dengan pertumbuhan ekspor tertinggi yaitu di Asia Tengah 59,39%, Afrika Barat 56,66%, Eropa Barat 43,95%, Amerika Selatan 33,45%, dan Afrika Timur 32,61%,” ujarnya.
Jika dihitung secara nilai, China masih jadi negara tujuan ekspor terbesar sebesar US$ 64,82 miliar. Diikuti Amerika Serikat dengan total nilai ekspor US$30,96 miliar, dan India sebesar US$18,32 miliar.
Adapun total ekspor Indonesia di sepanjang 2025 mencapai US$269,84 miliar. Tumbuh 7,66% dibanding total nilai ekspor pada 2024 dengan besaran US$250,65 miliar.
Sekadar catatan, sepanjang tahun lalu, harga emas naik hampir 65%. Tren positif berlanjut pada awal 2026, di mana harga sempat reli hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.500/troy ons dalam perdagangan intraday.
Namun sejak menyentuh rekor tertinggi pada Kamis pekan lalu, aksi profit taking begitu masif. Akhir pekan lalu, harga emas ambrol 9% dalam sehari.
Pekan ini, fluktuasi harga emas begitu tinggi. Anjlok hampir 5% pada Senin, melesat 6% lebih pada Selasa, naik terbatas pada Rabu, dan jatuh lagi pada Kamis.
Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) turun pada perdagangan hari ini.
Pada Jumat (6/2/2026), emas Antam dihargai Rp 2.856.000/gram. Turun Rp 100.000 dari posisi kemarin.
Lalu harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam ada di Rp 2.571.000/gram. Berkurang Rp 149.000 dibandingkan hari sebelumnya.
(ain)
lanjut gas, masih kalah jauh dari Singapura
Tapi mereka kan ekspor bernilai tinggi kyk elektronik n bahan kimia, Indonesia yang ada aja dulu...barang tambang n perkebunan

Ada modal, semikonduktor menyusul

Nilai Ekspor Indonesia ke Israel Tumbuh 36,24% pada 2025, Ini Respons Mendag
Jumat, 06 Februari 2026 20:01 WIB

Oleh: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menanggapi terjadinya peningkatan ekspor Indonesia ke Israel pada 2025, seperti tercatat dalam situs Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Mengacu situs Satu Data Perdagangan Kemendag, total nilai ekspor Indonesia ke Israel meningkat 36,24% ke US$ 250,2 juta pada 2025, dari US$ 183,6 juta sepanjang tahun sebelumnya atau 2024.
Adapun barang yang mencatatkan pertumbuhan paling signifikan adalah kertas/karton, dengan nilai ekspor ke Israel sebesar US$ 26,2 juta, naik 305,83% dari tahun 2024.
Menanggapi hal tersebut, Budi mengatakan bahwa aktivitas perdagangan Indonesia dapat dijalankan dengan pasar manapun, termasuk negara yang tak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia.
"Sebenarnya kalau hubungan dagang dengan siapa saja 'kan tidak ada masalah, ya," ujarnya dalam media briefing di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Hal ini mencerminkan bahwa kegiatan ekspor dilakukan dalam konteks bisnis, terlepas dari hubungan diplomatik antarpemerintah.
Budi mencontohkan, Indonesia juga tetap menjalin hubungan niaga dengan Taiwan, meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik.
"Taiwan 'kan juga nggak punya hubungan diplomatik (dengan Indonesia), tapi dagang nggak ada masalah," imbuhnya.
Asal tahu saja, sepanjang 2025, Kemendag mencatat lima besar pasar utama ekspor adalah Tiongkok yang nilai ekspornya tumbuh 6,85% dibandingkan tahun sebelumnya, Amerika Serikat (AS) yang meningkat 16,66%, disusul India yang berkurang 10,09%, Jepang yang juga turun 15,01%, serta Singapura yang tumbuh 12,24%.
tingkatkan n naikkan dah tuh
Klo bisnis militer ke kyk Turki n Ukraina
Klo dagang dioptimalkan ke Israel
Yang dua butuh duit, yang satu butuh pengakuan
0
271
Kutip
3
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.1KThread•58.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya