Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Susul Goldman & UBS, Nomura Pangkas Rating Bursa Saham RI
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengelola investasi asal Jepang, Nomura menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight. Hal serupa juga telah dilakukan oleh Goldman Sachs dan UBS.

Penurunan rekomendasi tersebut didasarkan pada meningkatnya risiko terkait investabilitas serta potensi arus keluar dana dari investor pasif, menyusul peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kemungkinan penurunan status Indonesia dari kategori emerging market.

Dalam laporan riset yang dikutip Bloomberg, analis Nomura menyebutkan bahwa peringatan MSCI mengenai potensi penurunan status Indonesia ke frontier market menjadi kejutan, baik bagi internal Nomura maupun pasar.

“Peringatan MSCI terkait potensi penurunan status ke frontier market datang sebagai kejutan bagi kami dan pasar,” tulis strategist Nomura, Chetan Seth, dalam catatannya, dikutip Senin (2/2/2026).

Nomura menjelaskan, sikap positif sebelumnya terhadap saham Indonesia didasarkan pada valuasi relatif yang dinilai menarik, ekspektasi stabilisasi ekonomi dan kinerja laba korporasi, serta rendahnya ekspektasi pasar setelah periode kinerja yang berkepanjangan.

“Sikap positif kami sebelumnya didasarkan pada valuasi relatif yang menarik, ekspektasi adanya stabilisasi ekonomi dan laba perusahaan, serta ekspektasi pasar yang rendah setelah kinerja yang lama tertinggal,” lanjut Seth.

Ia juga mencatat bahwa saham dan nilai tukar sebelumnya dinilai menawarkan profil risiko dan imbal hasil yang menarik bagi investor dengan horizon jangka panjang.

“Saham dan mata uang sebelumnya berpotensi menciptakan profil risk-reward yang menarik bagi investor yang sabar,” tulisnya.

Sebagai informasi, Nomura merupakan pengelola kekayaan terbesar di Jepang dengan aset klien sekitar US$153 triliun dan menguasai sekitar 15% pangsa pasar domestik.

Perubahan pandangan Nomura ini menambah daftar tekanan eksternal terhadap pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, Goldman Sachs juga menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight dalam laporan Asian Equity Perspectives Portfolio Strategy yang dirilis pada 29 Januari 2026.

Laporan tersebut terbit dua hari setelah MSCI menyampaikan hasil konsultasi terkait metodologi free float dan investabilitas atau kelayakan investasi saham Indonesia pada 27 Januari 2026.

UBS Group AG yang juga memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight. Dalam catatannya, UBS menilai kekhawatiran MSCI terkait investability dan potensi reklasifikasi ke status frontier market akan menjadi beban berkepanjangan bagi pasar hingga ada kejelasan arah kebijakan regulator serta hasil penilaian ulang MSCI.

“Kami memperkirakan overhang di pasar akan bertahan sampai terdapat kejelasan regulasi dan evaluasi MSCI,” tulis analis UBS yang dipimpin Sunil Tirumalai dalam riset tertanggal 28 Januari.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...ursa-saham-ri/

Goldman, Morgan Stanley dari Amrik.
UBS dari Swiss (Eropa).
Nomura dari Jepang (Asia).

Lengkap sudah semua downgrade pasar modal Indonesia.

saya.palsuAvatar border
saya.palsu memberi reputasi
1
382
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.8KThread58.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.