- Beranda
- Berita dan Politik
Ratusan Pelajar di Kudus Keracunan Seusai Santap Ayam Suwir dari Program MBG
...
TS
kissmybutt007
Ratusan Pelajar di Kudus Keracunan Seusai Santap Ayam Suwir dari Program MBG
Ratusan Pelajar di Kudus Keracunan Seusai Santap Ayam Suwir dari Program MBG
Kristi Dwi Utami
4–5 minutes
SEMARANG, KOMPAS — Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis pada Rabu (28/1/2026). Hingga Kamis (29/1/2026), puluhan siswa masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Pada Rabu petang hingga malam, sejumlah siswa, guru, dan kepala SMAN 2 Kudus mengeluhkan gejala keracunan, seperti lemas, pusing, mual, muntah, dan diare. Gejala itu terus berlanjut hingga Kamis.
Awalnya, pihak sekolah curiga karena banyak siswa yang mengajukan izin sakit. Kemudian sebagian siswa yang tetap masuk bolak-balik izin ke toilet. Sebagian lagi meminta waktu untuk beristirahat di unit kesehatan sekolah.
”Kemarin, selepas pulang sekolah sudah ada yang bergejala. Tapi, karena tidak berkumpul, sehingga tidak saling komunikasi. Baru tadi pagi, saat bertemu itu, saling cerita kalau diare. Bahkan, kepala sekolah juga merasa perutnya kurang beres,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jateng Budi Santosa saat dihubungi, Kamis (29/1/2026).
Menurut Budi, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat mengenai kejadian itu. Petugas dari dinas kesehatan langsung datang mengecek dan mengirim para siswa yang bergejala ke rumah sakit.
Di sekolah itu ada 1.178 siswa dan 98 tenaga pendidik. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 orang mengeluhkan gejala keracunan.
:quality(75)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/29/a4e697f5a96739577fbdfd1b353e477b-IMG_0057.jpeg)
Meski sebagian siswa dibawa ke rumah sakit, proses belajar-mengajar di SMAN 2 Kudus tetap berjalan. Kegiatan itu diikuti oleh para siswa yang tidak bergejala.
Dihubungi secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kudus Mustiko Wibowo mengatakan, sebanyak 117 siswa dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 siswa menjalani rawat inap di lima rumah sakit berbeda dan sisanya dirawat jalan.
”Yang masih dirawat inap mengeluhkan gejala muntah, diare, pusing, dan lemas,” ucap Mustiko.
:quality(75)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/29/25ff97c6848f6848587a9796e4762b4e-IMG_0058.jpeg)
Menu MBG yang disajikan pada Rabu terdiri dari nasi, ayam suwir, kuah soto, kecambah rebus, tempe goreng, dan kelengkeng. Berdasarkan keterangan para siswa dan guru, ayam suwir pada menu itu sudah berbau dan kuah soto sedikit asam.
Mustiko menyebut, pihaknya sudah mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke SMAN 2 Kudus. Sampel makanan yang disajikan pada Rabu juga sudah diambil untuk diuji di laboratorium kesehatan. Hal itu untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.
Selama ini, SMAN 2 Kudus mendapatkan suplai MBG dari SPPG Purwosari, Kecamatan Kudus. Selain SMAN 2 Kudus, SPPG itu juga menyuplai MBG ke sejumlah sekolah di sekitarnya. Pada Kamis, SPPG tersebut masih mengirimkan MBG ke SMAN 2 Kudus. Kendati demikian, MBG tersebut tak dibagikan.
:quality(75)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/11/23/4ab298fc3f7c92ed1d5ad658fac5dd06-20251121_Keamanan_Pangan_Keracunan_3_gejala_mumed.png)
Sekretaris Kelompok Kerja Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jateng, AR Hanung Triyono, mengatakan, untuk sementara waktu suplai makanan dari SPPG Purwosari dihentikan. Hal itu dilakukan sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diproduksi SPPG tersebut pada Rabu.
”Telah dilakukan penanganan cepat, evaluasi dapur, dan perbaikan sistem sanitasi. Kegiatan produksi akan kembali dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan dinyatakan aman,” ujar Hanung.
Secara terpisah, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, pihaknya bakal menginvestigasi dugaan keracunan MBG tersebut. Hal itu diharapkan bisa mengungkap penyebab keracunan yang menimpa ratusan orang tersebut.
:quality(75):watermark(<a target=_blank href=https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/10/15/24f0f81663169b53c8b198765c8c3524-20251015YGA10.jpg rel=ugc onclick=dataLayer.push({'event': 'trackEvent','eventDetails.category': 'outbond', 'eventDetails.action': 'click', 'eventDetails.label': 'https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/10/15/24f0f81663169b53c8b198765c8c3524-20251015YGA10.jpg'});>https://cdn-content.kompas.id/umum/k...51015YGA10.jpg</a>)
”Sehingga nanti bisa ditentukan, di mana, sih, permasalahannya. Dari hulu masaknya sampai distribusinya akan dicek, diinvestigasi. Terkait bagaimana izinnya dan lain sebagainya, nanti akan ada tahapan-tahapannya,” kata Yasin.
Sementara itu, Kepala SPPG Purwosari Kudus Nasihul Umam menyebut, pihaknya baru mendapatkan laporan perihal dugaan keracunan MBG pada Kamis pagi. Seusai mendapatkan laporan itu, Nasihul menyebut, pihaknya langsung mendatangi sekolah.
”Saya juga sudah minta maaf dan akan bertanggung jawab. Saya mau bertanggung jawab membelikan obat untuk yang sakit. Terus yang ada di rumah sakit, itu juga kami akan betanggung jawab untuk mengganti biaya pengobatannya,” ucap Nasihul.
https://www.kompas.id/artikel/ratusa...ri-program-mbg
lebih idiot dari keledai yg jatuh ke lubang yg sama berkali kali
belum ada yg dicopot kaya Bos BEI? apa nunggu sampai ada yg mati? mau sampai kapan proyek pemborosan yg makan korban ini dilanjutkan?
Kristi Dwi Utami
4–5 minutes
SEMARANG, KOMPAS — Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis pada Rabu (28/1/2026). Hingga Kamis (29/1/2026), puluhan siswa masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Pada Rabu petang hingga malam, sejumlah siswa, guru, dan kepala SMAN 2 Kudus mengeluhkan gejala keracunan, seperti lemas, pusing, mual, muntah, dan diare. Gejala itu terus berlanjut hingga Kamis.
Awalnya, pihak sekolah curiga karena banyak siswa yang mengajukan izin sakit. Kemudian sebagian siswa yang tetap masuk bolak-balik izin ke toilet. Sebagian lagi meminta waktu untuk beristirahat di unit kesehatan sekolah.
”Kemarin, selepas pulang sekolah sudah ada yang bergejala. Tapi, karena tidak berkumpul, sehingga tidak saling komunikasi. Baru tadi pagi, saat bertemu itu, saling cerita kalau diare. Bahkan, kepala sekolah juga merasa perutnya kurang beres,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jateng Budi Santosa saat dihubungi, Kamis (29/1/2026).
Menurut Budi, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat mengenai kejadian itu. Petugas dari dinas kesehatan langsung datang mengecek dan mengirim para siswa yang bergejala ke rumah sakit.
Di sekolah itu ada 1.178 siswa dan 98 tenaga pendidik. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 orang mengeluhkan gejala keracunan.
:quality(75)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/29/a4e697f5a96739577fbdfd1b353e477b-IMG_0057.jpeg)
Meski sebagian siswa dibawa ke rumah sakit, proses belajar-mengajar di SMAN 2 Kudus tetap berjalan. Kegiatan itu diikuti oleh para siswa yang tidak bergejala.
Dihubungi secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kudus Mustiko Wibowo mengatakan, sebanyak 117 siswa dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 siswa menjalani rawat inap di lima rumah sakit berbeda dan sisanya dirawat jalan.
”Yang masih dirawat inap mengeluhkan gejala muntah, diare, pusing, dan lemas,” ucap Mustiko.
:quality(75)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/29/25ff97c6848f6848587a9796e4762b4e-IMG_0058.jpeg)
Menu MBG yang disajikan pada Rabu terdiri dari nasi, ayam suwir, kuah soto, kecambah rebus, tempe goreng, dan kelengkeng. Berdasarkan keterangan para siswa dan guru, ayam suwir pada menu itu sudah berbau dan kuah soto sedikit asam.
Mustiko menyebut, pihaknya sudah mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke SMAN 2 Kudus. Sampel makanan yang disajikan pada Rabu juga sudah diambil untuk diuji di laboratorium kesehatan. Hal itu untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.
Selama ini, SMAN 2 Kudus mendapatkan suplai MBG dari SPPG Purwosari, Kecamatan Kudus. Selain SMAN 2 Kudus, SPPG itu juga menyuplai MBG ke sejumlah sekolah di sekitarnya. Pada Kamis, SPPG tersebut masih mengirimkan MBG ke SMAN 2 Kudus. Kendati demikian, MBG tersebut tak dibagikan.
:quality(75)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/11/23/4ab298fc3f7c92ed1d5ad658fac5dd06-20251121_Keamanan_Pangan_Keracunan_3_gejala_mumed.png)
Sekretaris Kelompok Kerja Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jateng, AR Hanung Triyono, mengatakan, untuk sementara waktu suplai makanan dari SPPG Purwosari dihentikan. Hal itu dilakukan sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diproduksi SPPG tersebut pada Rabu.
”Telah dilakukan penanganan cepat, evaluasi dapur, dan perbaikan sistem sanitasi. Kegiatan produksi akan kembali dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan dinyatakan aman,” ujar Hanung.
Secara terpisah, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, pihaknya bakal menginvestigasi dugaan keracunan MBG tersebut. Hal itu diharapkan bisa mengungkap penyebab keracunan yang menimpa ratusan orang tersebut.
:quality(75):watermark(<a target=_blank href=https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/10/15/24f0f81663169b53c8b198765c8c3524-20251015YGA10.jpg rel=ugc onclick=dataLayer.push({'event': 'trackEvent','eventDetails.category': 'outbond', 'eventDetails.action': 'click', 'eventDetails.label': 'https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/10/15/24f0f81663169b53c8b198765c8c3524-20251015YGA10.jpg'});>https://cdn-content.kompas.id/umum/k...51015YGA10.jpg</a>)
”Sehingga nanti bisa ditentukan, di mana, sih, permasalahannya. Dari hulu masaknya sampai distribusinya akan dicek, diinvestigasi. Terkait bagaimana izinnya dan lain sebagainya, nanti akan ada tahapan-tahapannya,” kata Yasin.
Sementara itu, Kepala SPPG Purwosari Kudus Nasihul Umam menyebut, pihaknya baru mendapatkan laporan perihal dugaan keracunan MBG pada Kamis pagi. Seusai mendapatkan laporan itu, Nasihul menyebut, pihaknya langsung mendatangi sekolah.
”Saya juga sudah minta maaf dan akan bertanggung jawab. Saya mau bertanggung jawab membelikan obat untuk yang sakit. Terus yang ada di rumah sakit, itu juga kami akan betanggung jawab untuk mengganti biaya pengobatannya,” ucap Nasihul.
https://www.kompas.id/artikel/ratusa...ri-program-mbg
lebih idiot dari keledai yg jatuh ke lubang yg sama berkali kali
belum ada yg dicopot kaya Bos BEI? apa nunggu sampai ada yg mati? mau sampai kapan proyek pemborosan yg makan korban ini dilanjutkan?
areszzjay dan 4 lainnya memberi reputasi
5
505
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya