- Beranda
- Berita dan Politik
Cerita Natasya, Mahasiswa S3 Indonesia Juara Kompetisi Riset Dunia 2025
...
TS
lowbrow
Cerita Natasya, Mahasiswa S3 Indonesia Juara Kompetisi Riset Dunia 2025

KOMPAS.com - Prestasi atas nama Indonesia kembali direngkuh di kancah dunia lewat mahasiswa Natasya Salsabila yang menjadi juara pertama Young Persons’ World Lecture Competition (YPWLC) 2025.
YPWLC merupakan kompetisi riset internasional yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara untuk memaparkan gagasan riset bidang material kepada audiens non-ahli.
Ajang ini diselenggarakan Institute of Materials, Minerals & Mining (IOM3) yang berbasis di Inggris. Natasya merupakan alumni Institut Teknologi Sumatera (Itera) Program Studi Teknik Elektro Itera angkatan 2019 yang lulus pada Januari 2023.
Saat ini, ia tengah menempuh studi doktor berbasis riset di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Natasya sebelumnya menamatkan pendidikan magister di magister di UTHM juga.
Ia merupakan penerima beasiswa Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) yang disponsori Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia.
Melalui seleksi ketat
Dikutip situs Itera, Kamis (29/1/2026) YPWLC memiliki proses seleksi ketat karena pesertanya merupakan perwakilan institusi atau negara masing-masing.
Natasya awalnya mengikuti seleksi internal di Fakultas Teknik Mesin dan Manufaktur UTHM pada Agustus 2025 dan bersaing dengan peserta dari berbagai fakultas.
Seleksi di tingkat nasional Malaysia diselenggarakan Institute of Materials Malaysia (IMM) bekerja sama dengan Curtin University pada sebulan kemudian. Diikuti 13 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Malaysia.
Dari situ Natasya terpilih untuk melaju ke tingkat internasional. Babak internasional digelar secara daring oleh IOM3 pada 27 November 2025 dengan empat finalis yakni dari Malaysia, Inggris, Tiongkok, dan Hong Kong.
Optimisasi material aluminium nitrida
Natasya mempresentasikan riset mengenai optimisasi material aluminium nitrida untuk aplikasi transistor berperforma tinggi.
Penelitiannya dilatarbelakangi oleh pesatnya pengembangan transistor berbasis galium nitrida yang memiliki efisiensi tinggi dan mampu bekerja pada kondisi ekstrem.
Di satu sisi, material tersebut tidak dapat langsung ditumbuhkan di atas wafer silikon yang umum digunakan di industri, sehingga memerlukan lapisan penyangga.
Aluminium nitrida dipilih karena sifatnya yang stabil dan relatif mudah diproduksi.
“Fokus penelitian saya adalah mengoptimalkan kualitas aluminium nitrida pada skala industri untuk mendukung pengembangan transistor galium nitrida secara lebih efisien,” ujar Natasya, dikutip dari situs Itera.
Transistor ini banyak digunakan pada perangkat elektronik berdaya dan frekuensi tinggi.
“Dalam penelitian ini, saya menggunakan wafer 8 inci dengan mesin sputtering berbasis industri. Dengan pendekatan tersebut, produksi aluminium nitrida dapat meningkat sekitar 25–40 persen dalam satu kali proses,” tuturnya.
Pendekatan skala industri menjadi keunggulan riset Natasya.
Penelitian sejenis selama ini mayoritas dilakukan pada skala laboratorium dengan wafer berukuran 2 hingga 4 inci.
https://www.kompas.com/edu/read/2026...set-dunia-2025
0
340
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.9KThread•58.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya