Kaskus

News

jpnn.comAvatar border
TS
jpnn.com
Tidak Ingin Krisis 1998 Terulang, Purbaya Putuskan Perlebar Defisit APBN
Tidak Ingin Krisis 1998 Terulang, Purbaya Putuskan Perlebar Defisit APBN
Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Purbaya Yudhi Sadewa di Djuanda, Jakarta Pusat, Selasa (20/1). Foto: Romaida/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pihaknya sengaja memperlebar defisit anggaran hingga mendekati ambang batas 3 persen.

Hal itu dilakukan Purbaya, untuk mencegah terulangnya krisis ekonomi yang terjadi pada 1997-1998.

Baca Juga:
Purbaya: Saya Tidak Terima Duit dan Punya Gaji Besar

Menurutnya, keputusan memperlebar defisit bukanlah pilihan yang mudah.

Namun, langkah itu dinilai perlu demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan perlambatan.

“Dari sisi pemerintah, belanja, dan yang lain-lain saya memastikan semuanya itu membalikkan ekonomi. Jadi dampaknya fiskal juga defisitnya melebar. Tapi itu suatu langkah yang perlu dilakukan. Kalau enggak, kita kayak (krisis ekonomi) 1998 lagi,” kata Purbaya dalam acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Selasa (27/1).

Purbaya menjelaskan, secara teknis pemerintah sebenarnya mampu menahan defisit di kisaran 2 persen.

Baca Juga:
Kehadiran Shayne Pattynama Bikin Persija Jakarta Lepas Alan Cardoso?

Hanya saja, opsi tersebut mengharuskan penghentian sejumlah pos belanja negara.

Di tengah tren perlambatan ekonomi yang sedang menghantam Indonesia, dirinya memilih menerapkan kebijakan counter cyclical dengan meningkatkan belanja pemerintah, baik melalui program bantuan sosial maupun pemberian insentif pajak.

Kebijakan itu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi agar bergerak lebih kuat.

“Kalau kami  perlambat fiskal, (ekonomi) makin jatuh. Kami naikin pajak, makin jatuh. Jadi selama ini saya enggak pernah naikin tarif pajak, bea cukai. Tapi saya memastikan (strategi) yang ada diambil dan kita coba," ucap Bendahara Negara itu.

Baca Juga:
Mabes Polri Tolak Banding Kompol Yogi Terkait Kasus Kematian Brigadir Nurhadi

"Itu cost yang harus kita bayar untuk membalikkan arah ekonomi. Tapi yang penting kan fiscal sustainability-nya kita jaga terus," tambahnya.

Sebagai informasi, realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencatat defisit sebesar Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Angka tersebut melebar dibandingkan target awal defisit APBN 2025 yang sebesar 2,53 persen PDB.

Baca Juga:
Begini Pembelaan Purbaya soal Rupiah Ambrol

Realisasinya pun nyaris menyentuh batas maksimal defisit 3 persen sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Sementara, APBN 2026 disepakati dengan target defisit sebesar 2,68 persen terhadap PDB. Adapun langkah pemerintah memperlebar defisit fiskal tersebut menuai kritik dari berbagai pihak.(antara/jpnn)

Sumber:
Tidak Ingin Krisis 1998 Terulang, Purbaya Putuskan Perlebar Defisit APBN
Diubah oleh jpnn.com 27-01-2026 19:03
aleksandronestaAvatar border
aleksandronesta memberi reputasi
1
527
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695KThread1Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.