Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Mahasiswa tolak aparat keamanan dan investasi di Pegunungan Bintang

Mahasiswa tolak aparat keamanan dan investasi di Pegunungan Bintang
January 24, 2026 in Rilis Pers Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Pegunungan Bintang
Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang atau IMPPTANG saat menggelar demonstrasi damai di Oksibil, ibu kota kabupaten, Jumat (23/1/2026) - Dok.untuk Jubi

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan menolak pengiriman pasukan militer dan masuknya investasi ke wilayah tersebut.
Penolakan itu disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang atau IMPPTANG melalui demonstrasi damai di Oksibil, ibu kota kabupaten, Jumat (23/1/2026).

IMPPTANG menyatakan konflik bersenjata antara aparat keamanan dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM dengan TNI/Polri di Pegunungan Bintang sejak 2021-2025, menyebabkan banyak nyawa warga sipil yang tak bersalah melayang.

Menurut IMPPTANG, pasukan TNI/Polri secara berlebihan terus dikirim ke Pegunungan Bintang atas nama ketertiban dan keamanan masyarakat atau kamtibmas, dan memberantas TPNPB-OPM.


Namun kebijakan itu, justru mengorbankan banyak warga sipil di sana. Akibatnya mereka trauma dan menyimpan banyak luka serta duka.

“Sejak Perang TPNPB-OPM melawan TNI/Polri pecah di Pegunungan Bintang, banyak terjadi pembunuhan, penangkapan, penculikan, penganiayaan, dan penembakan tanpa ampun,” tulis IMPPTANG dalam siaran pers tertulisnya, Sabtu (24/1/2027).


Melihat situasi itu IMPPTANG pun menyatakan 10 poin pernyataan sikap, di antaranya Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, mupun legiselatif segera melakukan negosiasi dengan pipiminan TNI/Polri untuk membatas atau menghentikan pengiriman pasukan militer ke Pegunungan Bintang.

Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang setop mengizinkan investor masuk di Kabupaten Pegunungan Bintang, unutuk berinvetasi, mengeruk sumber daya alam pada beberapa lokasi di sana seperti yang telah direncanakan, yaitu di Bonali, Aplim Apom, serta hentikan aktivitas penambangan liar di Korowai dan Iwur.

Pemerintah kabupaten segera menertikan peraturan daerah untuk membatasi aksi orang asing atau orang dari luar beraktivitas di Pegunungan Bintang, supaya semua komponen di sana dapat dikontrol oleh pemerintah kabupaten, guna mengamankan sumber daya alam dan sumber daya manusia .

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang maupun legislatif, untuk segera mengevakuasi pengungsian dari Distrik Oksop dan Distrik Kiwirok yang masih berada di hutan, kembali kampung halamannya.”

Pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat segera tarik militer organik maupun non-organik dari Pegunungan Bintang, dikarenakan keberadaan militer organik maupun non-organik di sana membatasi akses masyarakat di sana.

“Jika 10 pernyataan sikap kami tidak ditindak lanjut oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, kami mahasiswa siap [melakuka] konsolidasi besar-besaran untuk melumpuhkan aktivitas Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang,” tulis IMPPTANG. (*)

https://jubi.id/rilis-pers/2026/maha...ungan-bintang/

desakan mahasiswa


0
265
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
696KThread•1Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.