- Beranda
- Berita dan Politik
Marcella Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan untuk Bela Harvey Moeis
...
TS
the.commandos
Marcella Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan untuk Bela Harvey Moeis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara yang menjadi terdakwa kasus suap hakim, Marcella Santoso, sempat membayar pendengung (buzzer) Rp 597,5 juta per bulan demi membela Harvey Moeis yang berkasus korupsi timah.
“Pada akhirnya saya setuju menggunakan jasa Adhiya, yang akan memberikan pendapat yang menguntungkan, dengan harga yang disepakati selama satu bulan sebesar totalnya Rp 597.500.000,” ujar jaksa saat membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) yang kemudian dikonfirmasi kebenarannya oleh Marcella di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, dilansir Kompas.id, Rabu (21/1/2026).
Marcella duduk sebagai saksi untuk terdakwa advokat Junaedi Saibih, mantan Direktur pemberitaan Jak TV Tian Bahtiar, dan ketua Cyber Army Adhiya Muzakki, dalam kasus suap pengurusan vonis lepas minyak mentah (CPO).
Nama terakhir, Adhiya, yang disebut Marcella dikenal pula sebagai bos buzzer.
AS-NATO Sepakat soal Greenland, Trump Cabut Tarif 10 Persen untuk Eropa
Marcella mengungkapkan soal nominal bayaran buzzer itu usai dicecar jaksa penuntut umum (JPU) mengenai bukti percakapan digital dan berita acara pemeriksaan (BAP) yang memuat kesepakatan kerja sama dengan Adhiya.
Di hadapan majelis hakim, Marcella tidak menampik adanya pengeluaran dana tersebut.
Ia menyebut langkah itu diambil karena kliennya di kasus tata kelola timah, Harvey Moeis, merasa sangat tertekan akibat serangan masif komentar negatif di berbagai platform medsos, seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter).
Marcella meyakini bahwa ribuan komentar yang menyudutkan kliennya tidak murni berasal dari masyarakat, tetapi digerakkan oleh mesin atau robot.
”Kalau ada postingan negatif, kemudian yang komen bisa sampai 10.000, 7.000. Ya berarti, kan, itu ternyata enggak semuanya orang. Ada juga yang komputer, ada juga buzzer,” kata Marcella.
Meski mengakui hal tersebut, Marcella menolak penggunaan istilah ”kontra-intelijen” dan ”social media operation” yang tertuang dalam BAP sebagai bahasanya sendiri.
Ia mengklaim istilah-istilah teknis itu berasal dari penyidik atau pihak penyedia jasa.
Peran Tian Bahtiar
Persidangan juga menguak peran ganda Tian Bahtiar. Selain menjabat direktur pemberitaan di sebuah stasiun televisi swasta, Tian disebut bertindak sebagai konsultan media berbayar.
Marcella mengungkapkan, Tian menerima bayaran bervariasi, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta per tautan berita.
Ini untuk memastikan berita-berita yang memuat fakta persidangan yang menguntungkan terdakwa tayang di berbagai media daring.
Suasana sidang sempat memanas ketika jaksa menayangkan sebuah video permintaan maaf Marcella dan mengonfirmasi keasliannya.
https://nasional.kompas.com/read/202...y-moeis?page=2
Cara membela koruptor dengan menormalisasi tindakan mereka dengan kalimat2 seperti
Korupsi adalah cerminan rakyat
Posting berita korupsi lama
SunDaimond dan 2 lainnya memberi reputasi
3
790
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.5KThread•58KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya