- Beranda
- Berita dan Politik
Izin Ibadah Membuat Franky D Tanamal Lolos dari Tragedi ATR 42-500
...
TS
medievalist
Izin Ibadah Membuat Franky D Tanamal Lolos dari Tragedi ATR 42-500
Izin Ibadah Membuat Franky D Tanamal Lolos dari Tragedi ATR 42-500
20 January 2026, 10:30

Franky D Tanamal
HERALD.ID, JAKARTA — Di tengah tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, muncul kisah Franky D Tanamal, teknisi pesawat yang selamat karena batal ikut penerbangan maut tersebut.
Franky tercatat dalam manifes awal penerbangan. Namun, ia mengajukan izin kepada komandannya untuk tidak terbang karena harus mengikuti pelayanan ibadah di gereja. Keputusan sederhana itu menyelamatkannya dari kecelakaan yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Ia izin tidak ikut terbang karena ada pelayanan ibadah,” ungkap Rumoton Sitanggang, rekan Franky, seraya menyebut keselamatan sahabatnya sebagai anugerah Tuhan.
Pesawat ATR 42-500 tersebut membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Proses pencarian dan evakuasi terkendala medan ekstrem, tebing curam, serta cuaca berkabut. Hingga Senin (19/1/2026), Tim SAR gabungan menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter.
Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menegaskan hanya tujuh kru yang berada di dalam pesawat saat kejadian. Sejumlah nama, termasuk Franky D Tanamal, tercantum dalam manifes awal namun tidak ikut terbang.
Tim SAR juga menemukan sejumlah puing pesawat dan benda berwarna hitam yang diduga bagian dari pesawat, namun Basarnas menegaskan belum dapat memastikan apakah temuan tersebut merupakan kotak hitam. Fokus utama operasi saat ini masih pada pencarian dan evakuasi seluruh korban.
Operasi SAR terus berlangsung dengan melibatkan ratusan personel gabungan, meski evakuasi jalur udara belum dapat dilakukan akibat kondisi cuaca ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung. (bs)
https://herald.id/2026/01/20/izin-ib...di-atr-42-500/
20 January 2026, 10:30

Franky D Tanamal
HERALD.ID, JAKARTA — Di tengah tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, muncul kisah Franky D Tanamal, teknisi pesawat yang selamat karena batal ikut penerbangan maut tersebut.
Franky tercatat dalam manifes awal penerbangan. Namun, ia mengajukan izin kepada komandannya untuk tidak terbang karena harus mengikuti pelayanan ibadah di gereja. Keputusan sederhana itu menyelamatkannya dari kecelakaan yang terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Ia izin tidak ikut terbang karena ada pelayanan ibadah,” ungkap Rumoton Sitanggang, rekan Franky, seraya menyebut keselamatan sahabatnya sebagai anugerah Tuhan.
Pesawat ATR 42-500 tersebut membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Proses pencarian dan evakuasi terkendala medan ekstrem, tebing curam, serta cuaca berkabut. Hingga Senin (19/1/2026), Tim SAR gabungan menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter.
Direktur Utama PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menegaskan hanya tujuh kru yang berada di dalam pesawat saat kejadian. Sejumlah nama, termasuk Franky D Tanamal, tercantum dalam manifes awal namun tidak ikut terbang.
Tim SAR juga menemukan sejumlah puing pesawat dan benda berwarna hitam yang diduga bagian dari pesawat, namun Basarnas menegaskan belum dapat memastikan apakah temuan tersebut merupakan kotak hitam. Fokus utama operasi saat ini masih pada pencarian dan evakuasi seluruh korban.
Operasi SAR terus berlangsung dengan melibatkan ratusan personel gabungan, meski evakuasi jalur udara belum dapat dilakukan akibat kondisi cuaca ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung. (bs)
https://herald.id/2026/01/20/izin-ib...di-atr-42-500/
wismangan memberi reputasi
1
518
8
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.7KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya