Kaskus

Entertainment

MuzmuzAvatar border
TS
Muzmuz
Waktuku Hilang Karena Overscroll
Rasanya hidup ini melelahkan.
Bukan karena satu masalah besar, melainkan karena hari-hari yang terus penuh, tanpa benar-benar memberi ruang untuk berhenti.

Aku mulai menyadari, betapa banyak hal yang menuntut perhatianku. Grup WhatsApp yang tak pernah habis, media sosial yang terus bergerak, berita yang silih berganti, iklan, belanja online, layanan pesan-antar dan masih banyak lagi media online yang bisa dikunjungi. Semua ada di satu layar kecil, semua terasa penting, semua seolah tak boleh dilewatkan.

Tanpa sadar, sebagian besar waktuku habis untuk scroll.

Di sela pekerjaan, aku membuka ponsel.
Saat makan, mataku masih tertuju ke layar.
Selesai ibadah, tanganku refleks mencarinya lagi.
Bersama teman, kebersamaan terpotong notifikasi.
Di rumah, di tengah keluarga, aku masih sering tidak sepenuhnya hadir.

Bahkan saat sendiri, aku jarang benar-benar sendiri.

Malam hari, aku tidur menjelang tengah malam. Bukan karena hari telah selesai, tapi karena tubuh akhirnya kelelahan. Scroll menjadi pengantar tidur. Pagi datang, aku sering lupa apa yang kulihat semalam, namun kebiasaan itu tetap berulang. Bangun tidur, membuka ponsel. Sebelum mandi, masih sempat scroll. Sarapan pun sering berlalu sambil menatap layar.

Semua terjadi begitu otomatis.

Perlahan, tubuh mulai memberi tanda.
Mataku mudah lelah. Minus terasa bertambah. Kepala sering terasa berat, kadang berdenyut tanpa sebab yang jelas. Aku mengira ini hal biasa—kurang tidur, mungkin. Padahal bisa jadi, ini cara tubuh berbicara: aku terlalu lama menatap, terlalu jarang beristirahat.

Aku lelah, tapi bukan karena bekerja terlalu keras.
Aku lelah karena terlalu banyak menerima.

Scroll memberi kesan istirahat, padahal sebenarnya menumpuk kelelahan. Informasi datang tanpa henti, perbandingan hidup orang lain terus masuk, pikiran tak pernah benar-benar sunyi. Tubuh duduk diam, tapi batin terus bergerak.

Yang paling mengganggu, semua ini terasa normal.

Aku mulai bertanya pada diri sendiri, dengan lebih jujur: kapan terakhir kali aku benar-benar hadir? Hadir saat makan. Hadir saat berbincang. Hadir saat berdoa. Hadir untuk diriku sendiri.

Waktu itu tidak hilang begitu saja.
Ia berpindah, sedikit demi sedikit.
Ditukar dengan layar yang terang, tapi tidak selalu memberi terang.

Merapikan hidup, mungkin tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Barangkali cukup dengan satu kesadaran kecil: berani meletakkan ponsel, meski sebentar. Memberi mata waktu untuk beristirahat. Memberi kepala ruang untuk tenang. Memberi hati kesempatan untuk kembali peka.

Tulisan ini ku tulis bukan untuk menyalahkan diri sendiri, tapi untuk mengingatkan: hidup tidak harus selalu diisi. Ada bagian yang perlu dikosongkan agar jiwa bisa bernapas lebih lega, menghirup udara segar.
Dan mungkin, dari situlah ketenangan bisa mulai kembali.



bukhoriganAvatar border
kiebenn121431Avatar border
lolapoloAvatar border
lolapolo dan 9 lainnya memberi reputasi
10
1.4K
27
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread107.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.