Kaskus

News

wismanganAvatar border
TS
wismangan
Biang Kerok Banjir Jakarta yang Terus Berulang Mulai Terbuka
Biang Kerok Banjir Jakarta yang Terus Berulang Mulai Terbuka

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir kembali menyergap Jakarta pada Minggu (18/1/2026) hingga Senin (19/1/2026) pagi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Air merendam 31 RT di berbagai wilayah, dari Jakarta Barat, Timur, hingga Utara.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 31 RT dan 18 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.

Meski banjir berangsur surut keesokan harinya, pola kejadian yang berulang menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata soal hujan deras.

Di Jakarta Barat, banjir merendam 19 RT yang tersebar di lima kelurahan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter di Rawa Buaya hingga 50 sentimeter di Kedaung Kali Angke.

Sementara di Jakarta Timur, banjir meluas ke 8 RT dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter di Cawang akibat luapan Kali Ciliwung.


Adapun di Jakarta Utara, empat RT tergenang, termasuk di Kapuk Muara yang terdampak hujan deras bersamaan dengan rob.

BPBD DKI menyebut hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai yang kemudian melimpas ke permukiman.


Namun, kondisi tersebut membuka kembali pertanyaan lama, mengapa banjir terus berulang, bahkan ketika hujan deras sudah menjadi pola yang bisa diprediksi?

Peneliti Limnologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), M Fakhrudin, menilai persoalan banjir Jakarta tidak bisa dilepaskan dari perubahan besar di wilayah hulu hingga kawasan perkotaan.

Urbanisasi masif dan alih fungsi lahan membuat kemampuan tanah menyerap air terus menurun.

“Urbanisasi ini sebenarnya perumpamaannya kalau sebelum ada perumahan, air banyak meresap ke tanah plus juga tertahan di permukaan. Ada tanaman sehingga agak lama ke hilirnya,” ujar Fakhrudin, Selasa (20/1/2026).

“Begitu ada perumahan, infiltrasi peresapan ke dalam tanah berkurang, dan yang kedua sisanya infiltrasi mengalirnya ke hilir pelan-pelan sehingga di hilir bebannya makin tinggi,” imbuhnya.

Masalah lain datang dari kondisi alam Jakarta sendiri. Kota dengan topografi relatif datar ini mengalami penurunan muka tanah yang signifikan.

Fakhrudin mencatat, laju penurunan tanah saat ini berada di kisaran 5–15 sentimeter per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan periode 1982–1997.

https://megapolitan.kompas.com/read/...rce=terpopuler

Ngga usah muluk-muluk teori, turun aja ke bawah liat kali udah dikeruk belum? Gorong-gorong udah dibersihin belum?
BALI999Avatar border
ojol.jayaAvatar border
taikucinglohAvatar border
taikucingloh dan 3 lainnya memberi reputasi
2
895
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.2KThread58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.