- Beranda
- Berita dan Politik
Purbaya Heran Rupiah Lemah Saat Cadev Tinggi: Serahkan ke BI
...
TS
jaguarxj220
Purbaya Heran Rupiah Lemah Saat Cadev Tinggi: Serahkan ke BI
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keheranannya soal tren pelemahan nilai tukar rupiah sejak awal tahun ini, yang hingga menyentuh rekor pelemahan tertinggi (all time low).
Pelemahan nilai tukar rupiah, kata Purbaya, bahkan terjadi di tengah derasnya arus modal asing di pasar saham dalam negeri, serta cadangan devisa (cadev) yang masih cukup tinggi.
"Tanya saja ke bank sentral apa yang terjadi. Ketika capital inflow masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka deh, karena saya tidak bisa intervensi untuk kebijakan nilai tukar," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Hanya saja, Purbaya memastikan pelemahan rupiah saat ini tak serta-merta mencerminkan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri. Itu juga tercermin dari masih positifnya tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dia juga memastikan rupiah dalam waktu dekat akan kembali menguat, seiring langkah penguatan fondasi ekonomi Tanah Air yang saat ini juga tengah dilakukan oleh pemerintah.
"Jadi untuk yang spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long. Long itu beli di depan ya. Kira-kira pondasi ekonomi kita enggak akan terganggu dan akan terus membaik," tutur dia.
"Saya punya [alasan mengapa Rupiah mismatch dengan IHSG], tapi saya enggak boleh ngomong. Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi. Tapi pada intinya ekonomi fundamental baik, Rupiah harusnya menjadi menguat. Pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini."
Belakangan, Purbaya juga membeberkan sejumlah strategi dalam upaya membuat fondasi ekonomi Indonesia semakin kuat agar mampu bertahan dengan berbagai guncangan faktor eksternal.
"Pertama, kita pastikan likuiditas sistem finansial cukup. BI [Bank Indonesia] dan kita di Kemenkeu juga sudah setuju untuk menjaga itu bersama," ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026) kemarin.
Strategi lainnya adalah memastikan berbagai program dan belanja pemerintah dilakukan dengan cepat dan efisiensi pada awal tahun ini.
Ketiga, lanjut Purbaya, jika likuiditas di sistem keuangan sudah berjalan optimal, maka tidak menutup kemungkinan juga pergerakan ekonomi di sektor riil akan semakin meningkat.
"Habis itu, kami akan perbaiki iklim investasi dengan debottleckning. Jadi kita akan perbaiki semuanya. Kita akan perbaiki supply, demand, ekonomi investasi Kebijakan moneter, kebijakan fisikal, sektor riil. Semuanya," tutur dia. "Jadi untuk ekonomi 6% tahun ini nggak terlalu sulit."
https://www.bloombergtechnoz.com/det...erahkan-ke-bi/
Minggu lalu sesumbar...
Sekarang malah bubar..
Cuma omon2 ini Menteri, dia sendiri nggak ngerti apa yang terjadi..
Pelemahan nilai tukar rupiah, kata Purbaya, bahkan terjadi di tengah derasnya arus modal asing di pasar saham dalam negeri, serta cadangan devisa (cadev) yang masih cukup tinggi.
"Tanya saja ke bank sentral apa yang terjadi. Ketika capital inflow masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka deh, karena saya tidak bisa intervensi untuk kebijakan nilai tukar," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Hanya saja, Purbaya memastikan pelemahan rupiah saat ini tak serta-merta mencerminkan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri. Itu juga tercermin dari masih positifnya tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dia juga memastikan rupiah dalam waktu dekat akan kembali menguat, seiring langkah penguatan fondasi ekonomi Tanah Air yang saat ini juga tengah dilakukan oleh pemerintah.
"Jadi untuk yang spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long. Long itu beli di depan ya. Kira-kira pondasi ekonomi kita enggak akan terganggu dan akan terus membaik," tutur dia.
"Saya punya [alasan mengapa Rupiah mismatch dengan IHSG], tapi saya enggak boleh ngomong. Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi. Tapi pada intinya ekonomi fundamental baik, Rupiah harusnya menjadi menguat. Pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini."
Belakangan, Purbaya juga membeberkan sejumlah strategi dalam upaya membuat fondasi ekonomi Indonesia semakin kuat agar mampu bertahan dengan berbagai guncangan faktor eksternal.
"Pertama, kita pastikan likuiditas sistem finansial cukup. BI [Bank Indonesia] dan kita di Kemenkeu juga sudah setuju untuk menjaga itu bersama," ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026) kemarin.
Strategi lainnya adalah memastikan berbagai program dan belanja pemerintah dilakukan dengan cepat dan efisiensi pada awal tahun ini.
Ketiga, lanjut Purbaya, jika likuiditas di sistem keuangan sudah berjalan optimal, maka tidak menutup kemungkinan juga pergerakan ekonomi di sektor riil akan semakin meningkat.
"Habis itu, kami akan perbaiki iklim investasi dengan debottleckning. Jadi kita akan perbaiki semuanya. Kita akan perbaiki supply, demand, ekonomi investasi Kebijakan moneter, kebijakan fisikal, sektor riil. Semuanya," tutur dia. "Jadi untuk ekonomi 6% tahun ini nggak terlalu sulit."
https://www.bloombergtechnoz.com/det...erahkan-ke-bi/
Minggu lalu sesumbar...
Sekarang malah bubar..
Cuma omon2 ini Menteri, dia sendiri nggak ngerti apa yang terjadi..
superman313 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
634
32
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.4KThread•59KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya