Kaskus

News

lowbrowAvatar border
TS
lowbrow
”Endorse” Anies untuk Pemimpin, Akankah Partai Gerakan Rakyat Mulus ke Senayan?
”Endorse” Anies untuk Pemimpin, Akankah Partai Gerakan Rakyat Mulus ke Senayan?


Sinyal organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat akan berubah menjadi partai politik menjadi kenyataan. Mantan calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024, Anies Baswedan, dijadikan magnet utama sekaligus diharapkan maju kembali di Pilpres 2029. Selain Gerakan Rakyat, Partai Gema Bangsa dideklarasikan dan langsung menjagokan Presiden Prabowo Subianto untuk Pilpres 2029. Mungkinkah strategi mengaitkan dengan tokoh populer itu bisa meloloskan partai ke Senayan?

Perubahan Gerakan Rakyat menjadi parpol dideklarasikan dalam rapat kerja nasional (rakernas) I gerakan tersebut di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu (18/1/2026). Menjadi parpol merupakan langkah lanjutan dari Gerakan Rakyat setelah dibentuk sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) pada 27 Februari 2025.

Embrio dari Gerakan Rakyat lahir menjelang Pilpres 2024 ketika mereka sama-sama mendukung calon presiden Anies Baswedan. Sahrin Hamid yang dalam rakernas ditunjuk menjadi Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat hingga 2031 merupakan pemimpin ormas Gerakan Rakyat sekaligus orang dekat Anies. Saat Pilpres 2024, Sahrin menjadi salah satu juru bicara utama Anies.

Dalam pidatonya yang disiarkan langsung di akun Youtube Gerakan Rakyat, Minggu (18/1/2026), Sahrin Hamid mengungkapkan, proses transformasi Gerakan Rakyat menjadi parpol sudah dimulai sejak 2023.

”Kami mengawali dari 2023, kemudian 2024, lalu 2025 kami mendeklarasikan Gerakan Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan dan di awal 2026 kami mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” tutur Sahrin.

Transformasi disebutnya sebagai bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan alat perjuangan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat. Semangat kolektif dan gotong royong dari anggota gerakan di sejumlah daerah menjadi landasan untuk berdirinya Partai Gerakan Rakyat.


Anies sebagai pemimpin nasional

Tak sebatas mengisahkan ihwal transformasi Gerakan Rakyat, Sahrin juga menyinggung soal Anies Baswedan yang telah direkrut menjadi anggota kehormatan dari gerakan tersebut pada 17 Desember 2025.

Ia menyampaikan harapan agar kelak mantan Gubernur DKI Jakarta itu dapat menjadi pemimpin nasional. Pihaknya meyakini Anies akan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan makmur.

”Satu hal, kami menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur. Dan, yang kedua, kami menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insya Allah adalah Anies Rasyid Baswedan,” katanya.

Meski baru resmi bergabung dalam gerakan sejak akhir tahun lalu, keterlibatan Anies sesungguhnya sudah terlihat sejak ormas itu didirikan. Saat itu, Anies dengan mengenakan jaket Gerakan Rakyat berwarna oranye menghadiri acara deklarasi dan pelantikan pengurus Gerakan Rakyat. Setelah menjadi anggota kehormatan, kiprah Anies di gerakan tersebut kian kentara.


Saat dikonfirmasi pada Senin (19/1/2026), Sahrin mengatakan, Anies Baswedan merupakan tokoh inspiratif dan telah lama berjuang bersama Gerakan Rakyat. ”Pak Anies dan Gerakan Rakyat ini adalah satu kesatuan, bagaikan dua keping mata uang yang sama. Tidak mungkin dapat dipisahkan,” katanya.

Pak Anies dan Gerakan Rakyat ini adalah satu kesatuan, bagaikan dua keping mata uang yang sama. Tidak mungkin dapat dipisahkan.

Meski mengharapkan Anies menjadi pemimpin nasional ke depan, Sahrin belum memutuskan posisi yang tepat untuk dijabat oleh Anies dalam Partai Gerakan Rakyat. Sahrin hanya menyatakan bahwa saat ini susunan kepengurusan masih dirumuskan.

”Nah, terkait dengan keputusan rakernas I itu ada tiga poin, menetapkan berdirinya Partai Gerakan Rakyat, ⁠menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, dan memberi mandat kepada Sahrin Hamid untuk menyusun kepengurusan partai hingga tingkat kecamatan. Oleh karena itu, saat ini masih di dalam penyusunan komposisi pengurusan,” ucap Sahrin.


Yang jelas, Sahrin meyakini Gerakan Rakyat sebagai partai rakyat biasa serta dipercaya para kadernya akan dapat bersaing di pemilu berikutnya, yakni Pemilu 2029. Selain karena memiliki basis pemilih Anies pada Pilpres 2024, partai ini juga dibangun dengan karakter dan prinsip yang kuat, baik itu karakter pancadarma—ketuhanan (religiositas), nasionalisme kerakyatan, karsa-kesatria, kasih sayang (kemanusiaan/kerukunan), dan integritas moral—maupun prinsip operasional partai.

”Selain itu, rakernas telah memutuskan program kerja nasional tahun 2026, yakni pengurusan legalitas partai, peningkatan kapasitas kader, popularitas, elektabilitas, dan fasilitas sebagai instrumen untuk mengangkat nama partai,” ujar Sahrin.

Partai Gema Bangsa

Sehari sebelum Partai Gerakan Rakyat dideklarasikan, parpol baru lain, yakni Gema Bangsa, dilahirkan.


Di bawah pimpinan Ahmad Rofiq, Gema Bangsa menjanjikan kepada publik wajah baru partai dibandingkan partai lain yang sudah lama ada. Salah satu visi utamanya menyoal desentralisasi politik kepartaian. Pihaknya mengkritisi dinamika praktik politik yang dijalankan partai saat ini justru bertentangan dengan demokrasi. Wujud pertentangan itu tampak dari watak parpol yang cenderung sentralistik, feodalistik, dan antikritik.

Selain itu, mirip seperti Gerakan Rakyat, Gema Bangsa juga menjadikan figur populer untuk menggaet publik. Tak tanggung-tanggung, figur populer dimaksud adalah Presiden Prabowo Subianto yang hingga kini masih memimpin Partai Gerindra. Meski pemilihan presiden masih empat tahun lagi, partai ini menyatakan dukungannya terhadap Presiden Prabowo agar kembali dicalonkan pada Pilpres 2029.

Alasannya, ketegasan Prabowo saat memimpin Indonesia. Bahkan, mereka juga mengusulkan supaya Presiden Prabowo diberikan Nobel Perdamaian karena aktif mendorong kemerdekaan Palestina.

”Rasa-rasanya langka mencari calon pemimpin seperti apa yang dimiliki Pak Prabowo hari ini. Begitu kerasnya melawan korupsi. Tidak pandang bulu. Apa pun disikat. Banyak sekali para koruptor itu lari ke luar negeri karena ancaman-ancamannya. Kita tidak pernah mendapati presiden-presiden sebelumnya yang segalak Pak Prabowo,” kata Rofiq.


Putusan MK

Mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat ambang batas pencalonan presiden pada Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang dibacakan awal Januari 2025, setiap parpol peserta pemilu di pemilihan presiden berikutnya berhak untuk mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres).

Putusan ini menghapuskan syarat pasangan capres-cawapres minimal diusung parpol atau gabungan parpol yang memiliki 20 persen kursi DPR atau memperoleh 25 persen suara sah nasional pada pemilu sebelumnya.

Dengan kata lain, jika Gerakan Rakyat dan Gema Bangsa lolos sebagai peserta Pemilu 2029, langkah masing-masing untuk mengusung Anies Baswedan ataupun Prabowo Subianto di Pilpres 2029 bakal mulus.

Hanya, untuk lolos ke Senayan, kedua parpol tetap harus lolos ambang batas parlemen yang kelak dirumuskan oleh pembentuk undang-undang, pemerintah dan DPR. Seperti diketahui, MK melalui putusan yang dibacakan pada akhir Februari 2024 telah menghapuskan ambang batas parlemen sebesar 4 persen suara sah nasional. Namun, MK tidak menyebutkan ambang batas parlemen untuk 2029 karena penentuannya merupakan kewenangan dari pembentuk undang-undang.

Infografik Ambang Batas Parlemen
”Insentif” dari figur sentral
Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional, Lili Romli, melihat upaya dari parpol baru mengasosiasikan diri dengan figur populer jauh sebelum waktu pemilu sebagai bagian dari ikhtiar agar bisa menembus ambang batas parlemen.

Pasalnya, jika dilihat dari pemilu ke pemilu, tidak mudah bagi parpol untuk melenggang ke Senayan, tempat anggota DPR/MPR berkantor. Pada Pemilu 2024, misalnya, tidak ada satu pun parpol baru yang bisa menembus ambang batas parlemen. Empat parpol baru, yakni Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Ummat, serta Partai Gelombang Rakyat Indonesia, meraup suara di bawah 1 persen.

Hal itu bisa terjadi karena para pemilih sebenarnya sudah tersegmentasi pada partai yang ada sehingga sulit bagi partai baru untuk meraih dukungan pemilih. Apalagi, parpol yang ada saat ini juga telah memiliki figur sentral tertentu. Jika parpol baru tidak memiliki tokoh sentral, akan sulit untuk mendapatkan dukungan publik yang luas.

”Atas dasar itu, tidak heran bila partai baru yang saat ini dideklarasikan mengaitkannya dengan tokoh sentral. Gema Bangsa dengan Prabowo dan Gerakan Rakyat dengan Anies. Dengan begitu, diharapkan mendapat insentif dari para pendukung figur tersebut,” ujarnya.


Namun, apakah strategi itu bakal berhasil?

”Untuk Partai Gema Bangsa, saya kira agak sulit karena Pak Prabowo tokoh sentral dan simbol dari Partai Gerindra. Pemilih sudah tersegmentasi pada Gerinda dan Gerinda sendiri juga saya kira tidak mau berbagi dukungan suara. Sementara dengan Partai Gerakan Rakyat harus dipastikan bahwa Anies all out dan menjadi bagian dari partai. Jika tidak, kecil kemungkinan basis dan simpatisan Anies akan berlabuh memberikan dukungan pada partai ini,” ujar Lili.

Menurut dia, yang lebih krusial bagi parpol baru adalah menghadirkan wajah yang berbeda dibandingkan parpol yang selama ini sudah ada. Dengan visi, misi, dan program yang berbeda, apalagi menyentuh kepentingan publik, terbuka peluang bagi parpol baru untuk memikat pemilih. Hal krusial lain, memiliki mesin partai yang mumpuni dan basis massa yang kuat.

Jadi, akankah Gerakan Rakyat dan Gema Bangsa melenggang ke Senayan di Pemilu 2029 dengan mengasosiasikan diri pada Anies ataupun Prabowo? Kita tunggu.


https://www.kompas.id/artikel/endors...lus-ke-senayan
Diubah oleh lowbrow 19-01-2026 15:28
inspiringgoo369Avatar border
saya.palsuAvatar border
teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.1K
32
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.3KThread59KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.