Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan
Quote:




Brenda Pájaro Bruno, 44 tahun, ibu dari 4 orang anak, meninggalkan rumahnya di Costa Hermosa, Barranquilla, Kolombia, pada 25 Juli 2018. Dia pergi bersama anak perempuannya yang bernama Miriam sekitar jam 1 siang. Brenda mengantar Miriam menuju Pusat Rehabilitasi Sonrisa de Esperanza, anak perempuannya menjalani pengobatan di sana karena menderita penyakit cerebral palsy.Setelah sang anak ditangani perawat, Brenda pamit pergi karena ada urusan.

Namun, sampai sore hari. Brenda tak kunjung kembali menjemput Miriam. Salah satu perawat kemudian mengantar anak itu pulang ke rumah. Awalnya pihak keluarga tak curiga, karena Brenda bilang akan pergi latihan menari setelah mengantar sang anak.

Namun, sampai malam, Brenda tak pulang-pulang, keluarga pun mulai khawatir. Malam berganti pagi, Brenda tak kunjung kembali. Pihak keluarga akhirnya membuat laporan kepada polisi. Saat menghilang Brenda memakai jersey timnas sepakbola Kolombia warna kuning.

Awalnya polisi mengabaikan laporan keluarga Brenda, tapi setelah berhari-hari tak ada kabar dari wanita itu, pencarian skala besar dilakukan. Selebaran orang hilang dibagikan ke penjuru Barranquilla. Polisi kemudian mendapat banyak informasi dari berbagai orang yang mengklaim melihat Brenda. Namun, informasi itu tak memberi petunjuk yang mengarah ke hilangnya wanita ini.

Quote:


Satu bulan kemudian, pada 28 Agustus 2018, polisi berhasil menemukan Brenda. Wanita itu sudah meninggal dan ditemukan di tepi jalan di kawasan hutan Miramar. Saat ditemukan, jasad Brenda sudah membusuk.

Ada luka di bagian kepala Brenda, di dahinya ada simbol Z. Sementara jari tengah dan jari manisnya telah dipotong, sehingga tangannya membentuk simbol Voor.Simbol ini menyerupai tanduk setan.

Voor disebut-sebut terinspirasi dari tulisan horor H.P. Lovecraft, sebuah simbol yang berkaitan dengan ritual satanisme. Sementara itu, disamping jasad korban ada logo pentagram yang digambar di tanah.

Quote:


Berdasarkan hasil autopsi, pukulan keras di kepala menyebabkan Brenda tewas. Brenda meninggal di hari yang sama ketika dia dilporkan menghilang. Selain dipukul, ibu empat anak itu juga telah dirudapaksa oleh si pembunuh.

Melalui rekaman kamera pengawas di Pusat Rehabilitasi, tempat Brenda mengantar anaknya, wanita itu terlihat datang bersama anak perempuannya. Tak berapa lama, dia keluar dari Pusat Rehabilitasi sendirian.

Brenda kemudian naik ke dalam mobil van Chevy warna putih bersama seorang pria, polisi menduga mereka menjalin asmara, tapi pihak keluarga membantah hal itu. Dari rekaman kamera pengawas di beberapa ruas jalan, mobil van yang dimaksud terlihat mengarah menuju kawasan hutan di Miramar.

Rekaman kamera pengawas juga memperlihatkan Brenda keluar mobil bersama seorang pria, lalu menuju balik pohon. Di saat yang sama transmisi GPS dari ponsel Brenda menghilang, saat itu diduga dia dibunuh. Sekitar 64 menit kemudian, pria itu keluar dari balik pohon sendirian dan langsung menuju mobil van.

Quote:


Polisi kemudian melacak pelat nomor van yang muncul di kamera pengawas, ternyata mobil itu milik seorang wanita yang tinggal di Atlántico. Suami dari wanita itu adalah orang yang sangat dikenal keluarga Brenda. Namanya adalah Tomas Maldonado Cera, 47 tahun, seorang pengemudi taksi.

Pria ini juga bekerja di Pusat Rehabilitasi tempat Brenda rutin membawa anaknya berobat. Biasanya Tomas akan mengantar pasien dan keluarga kembali ke rumah setelah selesai melakukan terapi.

Berdasarkan bukti rekaman kamera pengawas, polisi langsung menangkap Tomas di rumahnya. Saat rumah digeledah, polisi menemukan buku tentang ajaran satanisme, perhiasan yang berkaitan dengan aliran tersebut, sampai altar untuk ritual satanisme.

Tomas ditangkap tanpa perlawanan pada awal tahun 2019 dan dijebloskan ke penjara El Bosque. German, 78 tahun, ayah dari Tomas, tidak percaya jika anaknya adalah pembunuh.

"Semua yang dikatakan tentangnya bohong ! Dia tidak punya hubungan romantis dengan Brenda. Tomas adalah pria yang sudah menikah dan punya 4 anak. Dia seorang pekerja keras yang bekerja sebagai pengemudi taksi, saya tak tahu kenapa dia dikaitkan dengan kasus ini."ujar German kepada media waktu itu.

Quote:


Staf di Pusat Rehabilitasi juga sangat terkejut, karena selama ini Tomas dikenal baik dan ramah. Perilakunya terlihat normal dan tidak pernah melakukan hal yang tidak pantas kepada staf atau terhadap ibu dari anak-anak yang diantarnya setiap hari pulang dari Pusat Rehabilitasi.

Gisela, anak sulung Brenda juga tak menyangka jika Tomas adalah pembunuh ibunya. Dia juga mengenal baik Tomas.

"Dia sama sekali tidak terlihat seperti orang jahat, dia berbicara ramah kepada kami. Saya tidak paham, kenapa orang yang bekerja dengan anak-anak mampu melakukan pembunuhan,"ujar Gisela kepada awak media.

Quote:


Meski dikenal ramah dan pekerja keras serta bertanggung jawab kepada keluaga, polisi menemukan jika Tomas pernah terjerat kasus hukum sebelumnya. Dia pernah berurusan dengan hukum karena terlibat kasus pencurian sampai kepemilikan senjata api ilegal.

Kasus yang paling mengkhawatirkan adalah pada tahun 1996, waktu itu Tomas menusuk leher seorang petugas keamanan. Petugas itu cacat karena tusukan Tomas membuatnya tak bisa lagi berbicara. Saat itu Tomas dihukum 12 tahun penjara. Namun, banding yang diajukannya membuat vonis dibatalkan, Tomas bebas dari hukuman.

Pembunuhan terhadap Brenda sangat tidak wajar, dengan simbol satanisme diukir pada tubuhnya. Polisi mulai yakin jika Brenda memang dikorbankan untuk ritual pemujaan setan. Polisi sendiri ragu, jika pembunuhan yang dilakukan Tomas adalah tindakan spontan yang didorong oleh emosi. Semua yang dilakukan telah direncanakan. Media dan polisi di Kolombia kemudian menjuluki Tomas sebagai El Satanico (The Satanist).

Di sisi lain, ditangkapnya Tomas membuat polisi membuka kasus lama terkait pembunuhan yang terjadi selama periode 2002 - 2012. Di tubuh korban pembunuhan juga terdapat ukiran simbol satanisme dengan jari tengah dan jari manis dipotong membentuk simbol Voor. Yang lebih mengejutkan, seluruh korban mengenal Tomas. Dan ini adalah daftar korban Tomas.


1. Roberto Antonio Bolaño Ortega

Konten Sensitif
El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan



Simbol bintang bersudut lima di tubuh Roberto. Sumber: Polisi Kolombia


Roberto Antonio Bolaño Ortega, seorang ahli kosmetik berusia 28 tahun, yang juga merupakan anggota komunitas LGBT. Tubuhnya ditemukan setengah telanjang dan terdapat luka tusukan serta tanda bintang berujung lima. Jenazahnya ditemukan di daerah pantai yang berada di Punta Roca, pada tanggal 26 Juli 2002. Di pasir dekat jasad korban, ditemukan simbol pentagram. Korban dikenal berteman dengan Tomas.


2. Rolando Rufan Romero Romero

El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan

Sumber: Zona Cero



Rolando Rufan Romero Romero alias 'Pipe', memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan Tomas. Menghilang pada tanggal 2 September 2002 dan tubuhnya ditemukan tiga hari kemudian, di daerah berhutan Juan Mina. Lehernya digorok, tubuhnya terdapat 25 luka tusukan, ada tanda bintang berujung lima di salah satu pipinya dan tanda 'Z' di dahinya.

Di lokasi penemuan mayat Rolando ditemukan buku catatan yang terdapat nomor telepon Tomas. Waktu itu, saudara perempuan Tomas mengkonfirmasi jika keduanya berteman akrab. Namun, pria itu tidak ditangkap.


3. Yeison Ariza Banquez (foto korban tidak dipublikasikan)


Pada tanggal 13 September 2002, Yeison Ariza Banquez, seorang siswa berusia 15 tahun, di lingkungan El Milagro (dekat Bellarena) dilaporkan hilang. Remaja laki-laki ini ditemukan meninggal pada tanggal 18 September di semak belukar lebat di sektor 51B, kilometer 7 jalan menuju Salgar. Ditubuhnya juga ditemukan ukiran simbol satanisme.

Tiga korban pertama tinggal di area yang sama dengan Tomas, dan beberapa korban diduga memiliki hubungan homoseksual dengan pria itu. Namun, karena sulit menemukan petunjuk, Tomas tidak ditangkap. Dan kasus kematian tiga pria itu menjadi misteri selama satu dekade. Lanjut bahas korban keempat.


4. Miguel Alfonso Gil Rodríguez (foto tidak dipublikasikan)


Pada tahun yang sama (2002) ditemukan mayat lain pada tanggal 29 November. Mayat itu adalah Miguel Alfonso Gil Rodríguez, di jalan menuju Salgar, dekat Lagos de Caujaral. Simbol satanisme juga terdapat di tubuh korban.


5. Yadira Martínez Gutiérrez

El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan

Sumber: dokumentasi keluarga


Yadira Martínez Gutiérrez, usia sekitar 50 tahun, dilaporkan hilang sejak 10 Oktober 2002. Waktu itu, Yadira menjalin hubungan asmara dengan Tomas. Yadira meninggalkan apartemen berboncengan sepeda motor dengan Tomas. Wanita itu bilang akan pergi ke rumah teman. Yang tragis, sampai saat ini jenazah dari Yadira tidak pernah ditemukan.


6. Aida Rocío Antolinez Lizarazo

El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan

Sumber: dokumentasi keluarga


Aida Rocío Antolinez Lizarazo, 34 tahun, yang hilang sejak 8 Agustus 2003. Dia adalah seorang pemilik toko roti dan pada saat itu menjalin hubungan asmara dengan Tomas. Jenazahnya ditemukan pada bulan September tahun itu di area hutan di Punta Roca. Simbol satanisme terukir ditubuhnya serta jari manis dan jari tengah dipotong.


7. Yilibeth Yirina Manjarrés Almarales

El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan

Sumber: dokumentasi keluarga


Yilibeth Yirina Manjarrés Almarales, 24 tahumn, dibunuh pada 25 Januari 2004. Mayatnya ditemukan dua hari kemudian di daerah berhutan di Punta Roca. Dia ditikam di sekujur tubuhnya, punggungnya diukir bintang berujung lima, dua jarinya dipotong, kepalanya ditikam, salah satu payudaranya dipotong, sebagian rambutnya juga dipotong.

Keluarga dan korban mengatakan, waktu itu Yirina menjalin hubungan asmara dengan petugas keamanan dengan Tomas. Rencananya mereka berdua akan menikah pada Desember 2003.


8. Osnáider David Gutiérrez Ortiz

El Satanico Serial Killer | Membunuh Orang untuk Ritual Pemujaan Setan

Sumber: dokumentasi keluarga


Osnáider David Gutiérrez Ortiz, 13 tahun, ditemukan tewas di kota Puerto Kolombia, pada Maret 2012. Mayatnya ditemukan dengan leher digorok di sebuah rumah kosong di Punta Roca. Meski korban tidak mengenal Tomas, tapi anak laki-laki ini tinggal di lingkungan yang sama dengan Tomas. Mayatnya juga ditemukan di Punta Roca, tempat mayat korban lainnya dibuang.



Hukuman untuk Tomas


Persidangan untuk Tomas dimulai pada Februari 2019, tak lama setelah ditangkap. Dia didakwa atas pelecehan seksual dan pembunuhan terhadap Brenda. Sewaktu persidangan, keluarga Brenda hadir sambil mengenakan jersey timnas sepakbola Kolombia, pakaian terakhir yang dipakai wanita itu. Mereka berkumpul di luar gedung persidangan sambil membawa spanduk tuntutan.

Meski didakwa bersalah, Tomas tampak tetap tenang dan dengan tegas mengatakan tidak bersalah. Dia berujar seperti ini: "Dengan segala hormat, saya mebyatakan tidak bersalah."

Waktu itu, Tomas juga didakwa atas kasus pembunuhan lainnya yang terjadi pada awal 2000-an. Polisi waktu itu mengklaim sudah menemukan beberapa bukti. Namun, ini bukan sidang resmi, ini baru pembacaan tuntutan terhadap tersangka.

Ada sedikit perbedaan dalam penerapan hukum di Kolombia, meski sudah dijadikan tersangka, Tomas memiliki waktu batas penahanan sampai sidang resmi terkait kasusnya dimulai. Jika sampai batas penahanan, sidang tak segera dimulai, Tomas bisa mengajukan banding supaya bisa bebas.

Quote:


Bertepatan dengan Covid 19, batas waktu penahanan Tomas akan berakhir, dia mengajukan banding. Yang mengejutkan, kejaksaan menerima banding itu, di mana Tomas harus membayar uang jaminan yang setara dengan setengah tahun gajinya. Di sisi lain, pihak pengadilan gagal melengkapi dokumen untuk memperpanjang masa tahanan Tomas.

Namun, sebelum Tomas bebas, polisi mengeluarkan surat penangkapan atas kasus hilangnya Yadira. Tomas batal bebas dan kembali mendekam di penjara.

Setelah tertunda akibat Covid 19, sidang resmi Tomas digelar pada Agustus 2023. Sidang kasus kematian Brenda itu menghadirkan 40 saks, 150 barang bukti, ditambah satu psikolog.

Berdasarkan evaluasi psikolog, Tomas sama sekali tidak menunjukan rasa empati dan penyesalan. Dia terindikasi kuat mengidap psikopat dan narsistik. Atas pembunuhan dan rudapaksa terhadap Brenda, Tomas dihukum 42 tahun penjara. Menjadi vonis hukuman terlama yang dijatuhkan di Kolombia.

Quote:


Pada November 2024, Tomas kembali menjalani sidang atas penghilangan secara paksa Yadira. Polisi menyebut telah menemukan bukti dan saksi atas kasus hilangnya wanita tersebut. Tomas mendapat tambahan hukuman 31 tahun penjara terkait kasus hilangnya Yadira. Dengan dua hukuman yang diterima, pria itu akan habisakan sisa umurnya di penjara.

Sementara itu, kasus pembunuhan untuk 7 orang lainnya belum disidangkan, karena bukti yang belum lengkap. Pada awal 2000-an, belum banyak CCTV di Kolombia yang membuat polisi kesulitan dalam mengungkap sebuah kasus pembunuhan.

Yang patut dicermati adalah ada jeda sekitar 10 tahun dalam kasus pembunuhan tersebut, korban Yilibeth Yirina Manjarrés Almarales dibunuh pada 2004, dan korban selanjutnya Osnáider David Gutiérrez Ortiz dihabisi pada 2012. Setelah itu, ada jeda lagi selama 6 tahun, sampai korban terakhir bernama Brenda dibunuh. Jurnalis di Kolombia yakin selama jeda tersebut, Tomas terus membunuh orang, yang sekarang masih tidak diketahui keberadaannya.

Quote:


Meski sudah ada bukti dari CCTV saat Tomas pergi bersama Brenda naik van, pria ini masih enggan mengakui perbuatannya. Dia juga merasa tak bersalah terkait pembunuhan Yadira dan 7 korban lainnya.

Tomas digambarkan sebagai predator kejam dengan kepercayaan yang menyimpang. Dia menjalin asmara dengan pria LGBT lalu membunuhnya. Selain itu, Tomas juga menjalin asmara dengan beberapa wanita dan juga membunuhnya.

Persamaan dari 9 korban adalah mereka semua kenal dengan Tomas dan tinggal di lingkungan yang sama dengan pria ini. Entah mengapa Tomas memilih korban seperti itu ?

Di samping itu, di tubuh korban juga ditemukan ukiran pentagram dan heksagram, serta huruf Z. Di tanah, pasir dan dinding yang dekat dengan jasad korban juga digambar simbol satanisme. Di lokasi penemuan mayat ditemukan dupa dan lilin yang diduga sebagai pelengkap ritual pemujaan setan.

Sayangnya, Tomas masih tak mengakui perbuataannya. Jadi, apa dia benar-benar membunuh untuk praktik satanisme, atau dia cuma terobsesi dengan ritualnya saja. Tapi, dari kasus kematian Brenda, Tomas terbukti sebagai pelaku utama, dan alasan kenapa dia mau repot-repot membuat simbol satanisme di tubuh seluruh korbannya masih misterius sampai sekarang.



Sekian dan terima kasih, semoga kita bisa ambil pelajaran dari kasus ini.






Referensi: 1| 2 | 3 | 4
tiokyapcingAvatar border
nikmatulsiti319Avatar border
FoxaditAvatar border
Foxadit dan 8 lainnya memberi reputasi
9
1.9K
13
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.5KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.