Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • The Lounge
  • Dua Polisi Terlibat, Kisah Tragis Mutia Menjemput Maut di Kamar Papa Joe

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Dua Polisi Terlibat, Kisah Tragis Mutia Menjemput Maut di Kamar Papa Joe
Quote:



Joe Frisco Johan, lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara, pada November 1988. Dia lahir di keluarga kaya pengusaha bihun. Penampilannya sekeren namanya, kulitnya terang, ke mana-mana dia pergi naik mobil Toyota Land Cruiser. Joe tinggal di ruko tiga lantai di Jalan Merdeka, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar.

Lantai pertama untuk menerima tamu, lantai kedua adalah kamar Joe, lantai tiga kamar untuk ART (asisten rumah tangga), serta roof topuntuk tempat tanaman bonsai yang jumlahnya ada 100 batang.

Meski secara ekonomi serba berkecukupan, tapi hidup Joe dipenuhi gejolak dan masalah. Pada 2018, dia pernah dipenjara selama 3 bulan karena kasus narkoba. Selain itu, Joe juga dilaporkan sebanyak 5 kali ke polisi akibat kasus kekerasan dan pengancaman.

Setelah bebas dari penjara, kehidupan Joe berjalan normal. Dia diketahui tinggal bersama pacarnya bernama Mutia Pratiwi alias Sela (26 tahun). Mereka sudah tinggal bersama selama sebulan.

Pada Sabtu pagi, 19 Oktober 2024, Joe dan Mutia nyabu bersama salah seorang teman bernama Kiki di lantai dua. Selesai nyabu, Joe dan Mutia terlibat cekcok. Joe yang tempramental, cemburu kepada Kiki dan Mutia. Dia menyebut Mutia tukang bohong.

Setelah Kiki pulang, pertengkaran mereka semakin hebat. Joe lalu menampar mulut Mutia, dia ambil sapu dan memukulkan gagang sapu berkali-kali ke wanita itu sampai gagangnya patah.

Melihat Mutia kesakitan, bukannya berhenti, nafsu birahi Joe justru muncul. Dia kemudian mengajak Mutia berhubungan badan dengan cara yang kejam. Selama berhubungan seks, Joe juga menyundutkan rokok ke tubuh Mutia. Dia juga sempat memukul dan membenturkan kepala wanita itu ke lantai.

Quote:


Setelah disiksa dan diajak berhubungan badan dengan cara yang kejam, Mutia merintih minta segelas air.

"Kau pura-pura, ya ?" bentak Joe sembari memberikan segelas air.

Sepuluh menit kemudian, Mutia berdiri lalu kejang-kejang dan terjatuh ke lantai. Joe mengangkat tubuh telanjang Mutia dan mendudukannya.

"Kau pura-pura, ya ?" tanya Joe.

Mutia yang tidak bisa duduk kemudian terjatuh ke belakang, dan kepalanya membentur lantai dengan keras. Joe yang melihat hal itu mulai panik.

"Jangan gitu lah kau !" ucap Joe sembari mendudukan kembali Mutia, namun gagal.

"Dingin, aku sesak. Tolong naikkan aku ke tempat tidur," pinta Mutia dengan suara lemah.

Joe lalu memakaikan pakaian pada tubuh polos Mutia dan mengangkatnya ke tempat tidur.

"Udah lah kau jangan main-main lagi ! Ku nikahi kau nanti !" kata Joe sembari mencoba memberi bantuan pernapasan.

Quote:


Keesokan harinya pada Minggu, 20 Oktober 2024, kondisi Mutia semakin memburuk. Joe lalu menghubungi Feri Rahmadani, mantan karyawan yang dulu mengurus tanama bonsainya. Ketika sampai di ruko, kepada Feri, Joe minta bantuan dipanggilkan dokter, perawat atau membawa Mutia ke rumah sakit. Namun, Feri menolak karena takut.

Joe lalu meminta Feri memeriksa kondisi Mutia. Saat mengecek dada dan denyut nadi wanita itu, Feri berkata: "Bos ada detak jantung, tapi pelan."

"Fer tolong lah ! Telepon istrimu, dia kan perawat," pinta Joe. Tapi, Feri menolak.

"Kalau begitu, tolong carikan dokter aja." Feri mengiyakan permintaan Joe lalu pergi dari ruko.

Quote:


Setelah Feri pergi, teman Joe lainnya yang telah dihubungi datang. Dia bernama Jeffry Siregar, anggota Polres Pematang Siantar. Kepada Jeffry, Joe bilang kalau Mutia mau bunuh diri. Sehingga dia memukuli wanita itu.

"Tolong bawa dia berobat," pinta Joe ke Jeffry.

Jeffry menyanggupi, asal Joe mau ikut. Tapi, Joe menolak permintaan itu. "Nanti malu ketahuan sama keluargaku," sambung Joe.

Namun, rencana membawa Mutia ke rumah sakit gagal, karena Jeffry tiba-tiba pamit karena ada urusan keluarga.

Sekitar jam 3 sore, Joe menghubungi temannya yang bernama Hendra Purba, anggota Polres Simalungun. Dia meminta Hendra datang ke rukonya. Setibanya di ruko, Hendra dapat cerita dari Joe, kalau ada orang sakit di lantai dua, dan minta dia mengeceknya.

Tak berselang lama, Jeffry datang lagi ke ruko Joe. Bertiga mereka kemudian naik ke lantai dua melihat kondisi Mutia. Hendra memeriksa wanita itu.

"Sudah mati ini Bang," ucap Hendra.

Mendengar hal itu, Joe tambah panik. Hendra dan Jeffry bersedia membawa Mutia ke rumah sakit, asalkan Joe mau ikut. Pria itu menolak karena ada memar di badan Mutia, Joe memukul Mutia untuk mencegah wanita itu bunuh diri.

Joe terus membujuk dua orang polisi itu untuk membantu membereskan jasad Mutia. Joe lalu berkata kepada Jeffry: "Nanti aku bantu kau sekolah perwira."

"Rp 100 miliar pun Abang kasih, aku nggak mau !" Jeffry lalu pergi meninggalkan Joe dan Hendra.

Quote:


"Kau tetap di sini, temani aku," ucap Joe kepada Hendra. Polisi itu menurut dan menunggu di lantai satu.

Joe lalu naik ke lantai dua dan menghubungi Sahrul Nasution.

"Tolong Bang Sahrul, pacar aku overdosis ! Bawa dia ke rumah sakit !"

"Kau saja yang bawa, memangnya kenapa ?" tanya Sahrul.

Joe lalu menjelaskan dia takut, badan pacarnya memar-memar karena dia pukuli.

"Coba ku tanya temanku Edi Ende, mungkin dia bisa bantu." kata Sahrul menawarkan solusi.

Tak lama berselang, Sahrul datang ke ruko bersama Edi Ende.

"Tolong bawa jasad Mutia keluar dari ruko ini ! Nanti aku kasih imbalan Rp 300 juta !" pinta Joe kepada Edi Ende.

"Aku akan cari orang yang mau melakukannya, nanti aku kabari," jawab Edi Ende yang kemudian pergi dari ruko bersama Sahrul.

Joe lalu minta bantuan Hendra untuk memasukkan jasad Mutia ke dalam tas besar. Joe yang gelisah dan merasa tak nyaman tinggal di ruko, mengajak Hendra pergi ke hotel. Mereka pergi dari ruko jam setengah 6 sore.

Quote:


Keeseokan harinya pada Senin pagi, 21 Oktober 2024, Joe dan Hendra kembali ke ruko. Pasalnya Sahrul akan datang bersama dua orang yang akan membereskan jasad Mutia.

Sahrul sendiri datang bersama Ridwan dan Pargaulan Silaban. Dua pria ini sudah menyiapkan mobil Daihatsu Xenia warna hitam yang disewa untuk membuang jasad Mutia. Setelah mobil masuk ke dalam ruko, Sahrul dan Hendra pamit. Tinggal Joe dan dua orang yang akan membereskan jasad Mutia.

Joe minta jasad wanita itu dikubur di luar area Simalungun. Sebelum membuang jasad Mutia, Ridwan mau konfirmasi soal bayaran yang diterimanya.

"Upahnya berapa ?" tanya Ridwan.

"Nanti saya transfer," jawab Joe.

"Saya cuma terima uang tunai, dan saya minta dibayar sekarang !" Ridwan menegaskan.

"Saya cuma punya uang tunai Rp 65 juta, sisanya akan ditransfer," kata Joe.

Ridwan menolak, dan mengatakan batal karena tidak sesuai perjanjian. Joe lalu buru-buru menelepon Sahrul dan minta temannya itu mengambil uang Rp 105 juta di bank. Dengan alasan dia tak bisa melakukan sendiri karena tidak enak badan.

Joe lalu melakukan video call dengan bank dan menyerahkan surat kuasa kepada Sahrul. Setelah menerima uang dari Sahrul, Joe mengambil Rp 5 juta dan sisa Rp 100 juta diserahkan kepada Ridwan.

Sebelum memindahkan jasad Mutia, terlebih dahulu mereka berdoa dipimpin Sahrul. Memakai terpal, jasad Mutia diangkat ke bagasi mobil Xenia. Pukul 11.10 siang, Sahrul pamit pergi. Sementara, Ridwan dan Pargaulan membawa jasad Mutia menuju Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Quote:


Selasa, 22 Oktober 2024, sekitar jam 3 pagi, Ridwan dan Pargaulan sampai di Jalan Jamin Ginting, Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Keduanya lalu membuang jasad Mutia ke jurang yang berada di kawasan hutan lindung Tahura.

Di hari yang sama, 7 jam kemudian, sekitar pukul 10.30, seorang petugas pembersih jalan bernama Ibu Ariesti yang sedang beristirahat; melihat bungkusan terpal tak jauh dari tepi jurang. Petugas itu inisiatif mengambilnya. Karena disela-sela pekerjaannya, dia juga mengumpulkan barang bekas.

Saat menarik terpal tersebut, ternyata berat. Dicoba beberapa kali tak berhasil, Ibu Ariesti lalu mendorong terpal ke depan. Dia kaget karena melihat jari manusia. Wanita itu lalu melapor ke suaminya, yang kebetulan berada tak jauh dari tempatnya beristirahat.

Sang suami lalu melapor kepada Kepala Desa, laporan itu diteruskan ke Polsek Berastagi. Polisi yang dapat laporan bergegas ke TKP. Setiba di TKP, polisi membuka terpal, didapati tas ukuran besar. Saat tas dibuka, ditemukan jasad wanita terbungkus kain sprei. Polisi kemudian mengambil sidik jari korban untuk diidentifikasi.

Berdasarkan pemeriksaan sidik jari, identitas korban berhasil diketahui. Atas nama Mutia Pratiwi, beralamat di Desa Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Polsek Berastagi segera menghubungi Polres Simalungun untuk memastikan alamat korban.

Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bahayangkara Kota Medan untuk diautopsi. Berdasarkan hasil autopsi terdapat banyak bekas luka pukulan di tubuh Mutia. Juga ada bekas sundutan rokok di tiga bagian tubuhnya.

Selain itu, terdapat bekas luka di kepala sebelah kiri serta ada dua tulang rusuk bagian kiri patah. Disimpulkan jika penyebab kematian korban akibat luka tumpul di kepala, yang menyebabkan pendarahan pada rongga kepala.

Quote:


Berdasarkan keterangan keluarga Mutia, didapat informasi jika wanita itu dikenal dekat dengan Joe Frisco. Setelah polisi lakukan investigasi, mereka berhasil melacak rumah pria itu. Dari keterangan ART Joe, Mutia sering berkunjung ke ruko milik Joe. Terakhir kali, Mutia tinggal di ruko tersebut.

Selain Mutia, ruko Joe juga sering didatangi dua orang polisi bernama Jeffry Siregar dan Hendra Purba. Dari keterangan dua polisi ini, diketahui jika Joe ada hubungannya dengan kematian Mutia. Polisi lalu melacak keberadaan Joe. Tak butuh waktu lama, pada 24 Oktober 2024, polisi meringkusnya di Hotel Sapadia, Kota Pematang Siantar.



Lanjut post #2 emoticon-Ngacir




Referensi: 1|
2 | 3 | 4 | 5
gadismetropolisAvatar border
gembogspeedAvatar border
MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress dan 10 lainnya memberi reputasi
11
2.7K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread107.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.