Kaskus

Story

blackpen24Avatar border
TS
blackpen24
Bajingan
Thread pertama di 2026.

15 Januari haruslah menjadi jadwal sidang skripsiku tanpa drama tai. Pemberkasan sudah selesai, undangan sudah dicetak, bahan sudah disebar ke semua dosen. Tibalah satu momen baik kemarin.

Pada pukul 10 kira-kira, sya dan beberapa temanku sedang di lab berbincang, menunggu teman yg lain bimbingan. Dosen keduaku memanggil, menanyakan akan kebenaran jadwal, padahal itu sya temui beliau, sya konfirmasi benar-benar, barulah sya berani tetapkan tanggal. Bentrok katany, rupany ada anomali yg booking di waktu bersamaan, padahal secara alur, sya yg lebih dulu. Marah-marah, meminta sya undur jadwal, tidak ada otak manusia tinggi itu. Katany begini, "kamu undur saja bisa tidak, soalny ini anak MBKM yg harus lulus semester ini." Anjirlah, itu anak setingkat dibawahku, lalu sya apa kabar yg sudah semester basi ini? Sya jawab saja, "aduh, sya kemarin sudah konfirmasi, itu anak tadi baru di jurusan cetak undangan, sedangkan bahan dan undangan punya sya sudah disebar, mohon dipertimbangkan." Tidak jelas apa jawabny, seperti malas, badmood, bergumam apa-apa, lalu dibantingny bahan skripsiku. Pair jantungku, ingin sekali sya anjing babikan, tapi sya lebih beradab dr mereka, "maaf pak!" Tolol, sya yg meminta maaf.

Di sebelahny ada dosen pertamaku, tidak membela siapa-siapa, hanya saja tampak marah seperti penuh tanya mengapa bisa bentrok, keos. Beliau berusaha menengahi, ambil siapa yg lebih duluan saja katany, tapi condong pula ikut kata dosen keduaku. Sya tersudut, seolah-olah situasi ini salahku sepenuhnya. Mereka berdua adalah pembimbingku dan penguji si anomali. Tapi kocak bukan, yg mereka pertahankan adalah si anomali.

Sya berusaha tenang, menghampiri teman-temanku lagi. Adalah satu orang ternotice, "apa tadi yg bapak banting?" Apalagi kawan, bahan skripsi imutku yg tidak bersalah itu. FYI si anomali itu belum antar apa-apa, hanya sedang urus administrasi, jadi secara teknis sudah dipastikan sya lebih dlu. Cukup sakit sebenarny menyaksikan subjektivitas mereka, padahal agama tidak pernah ada ajaran tuk membedakan anak yg lahir dr rahim budak dan anak yg lahir dr rahim bangsawan. Muak! Kami pergi dari lab keramat itu, tanpa menoleh ke mereka.

Sya sudah tidak tahu lagi, tidak ada bersemangat untuk persiapan sidang skripsiku. Nilaiku juga subjektivitas mereka nanti, percuma saja belajar banyak. Semoga karma tidak hampiri mereka. Memang begitukah watak manusia gila hormat? Benar-benar biadap heheheemoticon-Smilie..Bajingan
itkgidAvatar border
bukhoriganAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 7 lainnya memberi reputasi
8
2K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
Heart to Heart
KASKUS Official
23.2KThread41KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.