- Beranda
- Berita Luar Negeri
CO2 dapat menghasilkan energi — China baru saja membuktikannya
...
TS
kissmybutt007
CO2 dapat menghasilkan energi — China baru saja membuktikannya
CO2 dapat menghasilkan energi — China baru saja membuktikannya, dan apa yang akan terjadi selanjutnya dapat mengubah segalanya.
December 19, 2025 by Sylvain Biget

Kedengarannya mustahil: menghasilkan energi dari CO2. Namun itulah yang telah dicapai China, meluncurkan dua generator listrik yang beroperasi penuh dan menggunakan gas yang mengejutkan ini. Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan—ini bukan jenis CO2 yang mengambang di udara, dan sistem ini juga tidak mengambilnya dari atmosfer.
Meskipun karbon dioksida sering dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim, ternyata gas ini juga dapat memainkan peran teknis yang berharga. Para insinyur di China National Nuclear Corporation (CNNC) telah menghubungkan generator bertenaga CO2 pertama di dunia ke jaringan listrik nasional. Rahasianya terletak pada apa yang disebut para ilmuwan sebagai CO2 "superkritis".
Ketika karbon dioksida dipanaskan dan diberi tekanan hingga tingkat ekstrem, ia memasuki keadaan unik yang dikenal sebagai superkritis—bukan gas maupun cairan, tetapi sesuatu di antaranya. Dalam bentuk ini, ia mengalir seperti gas namun membawa panas seperti cairan, mentransfer energi jauh lebih efisien daripada uap. Konsep ini bekerja mirip dengan turbin uap, berputar untuk menghasilkan listrik—tetapi dengan efisiensi dua kali lipat dan desain yang jauh lebih kecil dan ramah lingkungan.
Sistem yang dimaksud menggunakan kembali panas limbah dari produksi baja di sebuah fasilitas di Liupanshui, provinsi Guizhou, di barat daya Tiongkok. Alih-alih membiarkan energi termal itu hilang, CO2 superkritis menyerapnya, menggerakkan turbin, dan terus bersiklus tanpa henti.

The technology does not eliminate atmospheric CO₂, but it allows for the production of more energy without generating more CO₂. © SB, AI ChatGPT
Generator yang Tidak Membakar Apa Pun
Ini bukan prototipe—ini adalah instalasi yang berfungsi penuh dengan dua unit 15 megawatt. Dan meskipun menghasilkan emisi nol, bukan berarti ia menangkap CO2 dari udara. Pembangkit ini hanya menggunakan pasokan industri standar dalam jumlah kecil, dan setelah diubah menjadi bentuk cair, CO2 mengalir dalam siklus tertutup. CO2 tersebut tidak pernah dikonsumsi atau dibakar. Singkatnya, ini adalah cara cerdas untuk memanfaatkan salah satu gas paling berbahaya di planet ini secara produktif.
Ide Lama yang Dihidupkan Kembali
Konsep penggunaan CO2 superkritis untuk menghasilkan energi bukanlah hal baru—konsep ini sudah ada lebih dari enam dekade yang lalu.
Pada akhir tahun 1960-an, para insinyur Italia dan Amerika membayangkan siklus termodinamika berdasarkan fluida ini, yang dapat menyaingi sistem tenaga uap tradisional. Tetapi selama beberapa dekade, ide tersebut tetap teoritis. Materialnya tidak cukup kuat, dan turbin tidak dapat menahan kondisi ekstrem. Teknologi tersebut terbengkalai hingga awal tahun 2000-an, ketika minat baru pada solusi energi yang lebih bersih dan lebih kompak membawanya kembali menjadi fokus.
Kini, terobosan Tiongkok menandai titik balik penting. Berkat rekayasa modern, CO2 superkritis akhirnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi secara efisien dengan memulihkan panas dari proses industri yang seharusnya terbuang sia-sia.
Langkah selanjutnya bisa menjadi revolusioner: menerapkan prinsip yang sama pada pembangkit listrik tenaga nuklir generasi berikutnya, unit pembangkit listrik bergerak, atau bahkan generator pesawat ruang angkasa. Satu-satunya tantangan yang tersisa adalah produksi industri skala besar—tetapi untuk pertama kalinya, jalan ke depan tampak sepenuhnya dapat dicapai.
Diterjemahkan dari: https://www.futura-sciences.com/en/c...rything_22341/
sementara uncle sam sibuk merampok fossil fuels dari negara lain, uncle mao malah sibuk mengembangkan energi ramah lingkungan
December 19, 2025 by Sylvain Biget

Kedengarannya mustahil: menghasilkan energi dari CO2. Namun itulah yang telah dicapai China, meluncurkan dua generator listrik yang beroperasi penuh dan menggunakan gas yang mengejutkan ini. Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan—ini bukan jenis CO2 yang mengambang di udara, dan sistem ini juga tidak mengambilnya dari atmosfer.
Meskipun karbon dioksida sering dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim, ternyata gas ini juga dapat memainkan peran teknis yang berharga. Para insinyur di China National Nuclear Corporation (CNNC) telah menghubungkan generator bertenaga CO2 pertama di dunia ke jaringan listrik nasional. Rahasianya terletak pada apa yang disebut para ilmuwan sebagai CO2 "superkritis".
Ketika karbon dioksida dipanaskan dan diberi tekanan hingga tingkat ekstrem, ia memasuki keadaan unik yang dikenal sebagai superkritis—bukan gas maupun cairan, tetapi sesuatu di antaranya. Dalam bentuk ini, ia mengalir seperti gas namun membawa panas seperti cairan, mentransfer energi jauh lebih efisien daripada uap. Konsep ini bekerja mirip dengan turbin uap, berputar untuk menghasilkan listrik—tetapi dengan efisiensi dua kali lipat dan desain yang jauh lebih kecil dan ramah lingkungan.
Sistem yang dimaksud menggunakan kembali panas limbah dari produksi baja di sebuah fasilitas di Liupanshui, provinsi Guizhou, di barat daya Tiongkok. Alih-alih membiarkan energi termal itu hilang, CO2 superkritis menyerapnya, menggerakkan turbin, dan terus bersiklus tanpa henti.

The technology does not eliminate atmospheric CO₂, but it allows for the production of more energy without generating more CO₂. © SB, AI ChatGPT
Generator yang Tidak Membakar Apa Pun
Ini bukan prototipe—ini adalah instalasi yang berfungsi penuh dengan dua unit 15 megawatt. Dan meskipun menghasilkan emisi nol, bukan berarti ia menangkap CO2 dari udara. Pembangkit ini hanya menggunakan pasokan industri standar dalam jumlah kecil, dan setelah diubah menjadi bentuk cair, CO2 mengalir dalam siklus tertutup. CO2 tersebut tidak pernah dikonsumsi atau dibakar. Singkatnya, ini adalah cara cerdas untuk memanfaatkan salah satu gas paling berbahaya di planet ini secara produktif.
Ide Lama yang Dihidupkan Kembali
Konsep penggunaan CO2 superkritis untuk menghasilkan energi bukanlah hal baru—konsep ini sudah ada lebih dari enam dekade yang lalu.
Pada akhir tahun 1960-an, para insinyur Italia dan Amerika membayangkan siklus termodinamika berdasarkan fluida ini, yang dapat menyaingi sistem tenaga uap tradisional. Tetapi selama beberapa dekade, ide tersebut tetap teoritis. Materialnya tidak cukup kuat, dan turbin tidak dapat menahan kondisi ekstrem. Teknologi tersebut terbengkalai hingga awal tahun 2000-an, ketika minat baru pada solusi energi yang lebih bersih dan lebih kompak membawanya kembali menjadi fokus.
Kini, terobosan Tiongkok menandai titik balik penting. Berkat rekayasa modern, CO2 superkritis akhirnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi secara efisien dengan memulihkan panas dari proses industri yang seharusnya terbuang sia-sia.
Langkah selanjutnya bisa menjadi revolusioner: menerapkan prinsip yang sama pada pembangkit listrik tenaga nuklir generasi berikutnya, unit pembangkit listrik bergerak, atau bahkan generator pesawat ruang angkasa. Satu-satunya tantangan yang tersisa adalah produksi industri skala besar—tetapi untuk pertama kalinya, jalan ke depan tampak sepenuhnya dapat dicapai.
Diterjemahkan dari: https://www.futura-sciences.com/en/c...rything_22341/
sementara uncle sam sibuk merampok fossil fuels dari negara lain, uncle mao malah sibuk mengembangkan energi ramah lingkungan
bukhorigan dan 7 lainnya memberi reputasi
8
1.6K
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.2KThread•21.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya