TS
si.matamalaikat
Serius Nih ? Pakistan Tawarkan JF-17 Thunder ke Arab Saudi
Quote:
Sebuah kabar mengejutkan datang dari Juragan Minyak, yakni Arab Saudi, negara tajir melintir ini kabarnya sedang ditawari jet tempur kelas ringan buatan Pakistan-China, yakni JF-17 Thunder. Diberitakan jika Pakistan yang menawarkan jet tempur tersebut.
Menurut beberapa laporan media, Pakistan menawarkan JF-17 yang tidak disebutkan jumlahnya, untuk membayar separuh uang yang dipinjam dari Saudi. Tidak disebutkan nilai uang yang dipinjam, tetapi jika dihitung, nilai JF-17 yang ditawarkan ke Saudi sekitar US$ 4 miliar.
Di sisi lain, Kepala Angkatan Udara Pakistan, Zaheer Ahmed Baber Sidhu, sudah berkunjung ke Arab Saudi untuk membahas apa yang digambarkan oleh militer Pakistan sebagai kerja sama pertahanan bilateral, lingkungan keamanan regional, dan jalur kolaborasi di masa depan. Dia bertemu dengan mitranya dari Arab Saudi, Letnan Jenderal Turki bin Bander bin Abdulaziz.
Sejauh ini, belum diketahui, bagaimana hasil perundingan kedua negra tersebut ? Perlu juga dicermati, apakah Saudi benar-benar tetarik dengan JF-17 ? Sementara mereka telah memiliki jet tempur canggih seperti F-15SA, Eurofighter Typhoon sampai Panavia Tornado.
Quote:
Sebagai pengingat untuk Agan, JF-17 dikembangkan bersama oleh Chengdu dari China dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC). Prototype pertama melakukan penerbangan perdana pada tahun 2003. Pesawat ini ditenagai oleh satu mesin turbofan RD-93 rancangan Rusia, versi yang disempurnakan dari RD-33 yang dipakai pesawat bermesin ganda MiG-29 Fulcrum.
Pesawat dengan panggilan kesayangan Thunder ini mulai diproduksi di jalur produksi PAC di fasilitas Kamra pada tahun 2008. Setelah 50 unit JF-17 pertama dikirim ke Pakistan, produksi beralih ke versi JF-17 Block 2 yang disempurnakan, dengan avionik yang lebih baik, pangkal sayap yang diperkuat untuk membawa muatan tambahan, dan probe pengisian bahan bakar di udara.
Versi Block 3 terbaru dari jet ini memiliki radar active electronically scanned array(AESA), serta sistem kendali penerbangan fly-by-wire yang lebih baik, sistem pencarian dan pelacakan inframerah, tampilan yang terpasang di helm, dan tampilan head-up display sudut lebar holografik yang lebih besar untuk pilot.
Quote:
Arab Saudi sendiri memang sedang mencari jet tempur baru, negara ini sempat dikaitkan dengan pembelian Rafale. Serta penambahan pesanan untuk Eurofighter Typhoon. Terbaru, pada 18 November 2025, pemerintah Trump menawarkan 48 unit F-35 ke Saudi. Selain itu, Boeing juga telah menawarkan F-15EX.
Arab Saudi memang mengincar jet canggih seperti F-35, tapi batu sandungannya adalah Israel, yang masih kekeuh menolak penjualan jet itu ke negara-negara di Timur Tengah. Karena itu, mereka terus mencari alternatif lain seperti Rafale sampai JF-17. Mereka tak ingin bergantung pada satu sumber pemasok.
Bahkan tanpa F-35, kekuatan jet tempur Saudi masih jadi yang terkuat di kawasan. Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF) mengoperasikan armada pesawat tempur yang sangat modern dan canggih. Mereka memiliki 84 unit F-15SA produksi baru , yang merupakan varian paling canggih dari keluarga F-15E Strike Eagle.
Sementara itu, armada 68 pesawat F-15S sebelumnya telah ditingkatkan secara lokal ke standar yang serupa, yang dikenal sebagai F-15SR (singkatan dari Saudi Retrofit).
RSAF juga memiliki 72 pesawat Eurofighter Typhoon. Usianya lebih tua, tetapi masih mumpuni, ada sekitar 80 pesawat serang sayap ayun Panavia Tornado IDS buatan Inggris, yang masih aktif bertugas bersama RSAF.
Quote:
Myanamar adalah pengguna JF-17 Block 2, tapi ditemukan banyak masalah pada jet ini. Mulai dari radar KLJ-7 buatan China, yang disebut memiliki masalah akurasi dan perawatan yang buruk. Masalah pada komputer manajemen misi senjata telah menyebabkan zona peluncuran rudal udara ke udara BVR menyusut selama latihan tempur.
Masalah utama dari JF-17 adalah badan pesawat yang rentan terhadap kerusakan, terutama di ujung sayap dan cantelan senjata ketika pesawat menghadapi gaya gravitasi yang kuat. Pakistan sebagai pengguna JF-17 juga dipusingkan dengan biaya perawatan pesawatnya yang mahal dibandingkan jet modern.
Pertanyaannya adalah, apakah masalah di Block 2 sudah dibereskan di versi Block 3 ? Seandainya Saudi memang tertarik dengan JF-17, mereks pasti diberikan versi Block 3 yang lebih baik. Varian terbaru sudah pakai radar AESA dan dilengkapi rudal PL-15, rudal yang dipakai membunuh Rafale India.
Pakistan sendiri menyebut, JF-17 telah dipakai dalam bentrokan melawan India di perbatasan pada tahun lalu. Namun, seberapa efektiv JF-17 dalam pertempuran itu masih dipertanyakan ?
JF-17 juga diklaim Pakistan telah membunuh MiG-21 Bison India pada Februari 2019. Namun, klaim ini masih diperdebatkan. Karena India menyebut yang menembak MiG-21 adalah F-16 Pakistan.
Quote:
Sebenarnya pilihan akuisisi JF-17 masuk akal bagi Saudi, karena pesawat tempur yang mereka gunakan semuanya memiliki biaya perawatan yang tinggi. Meski tajir melintir, Saudi juga ingin lakukan efisiensi anggaran untuk biaya operasional pesawat. Semisal untuk misi serangan udara jarak dekat ke Yaman, lebih murah memakai jet seperti JF-17, dibandingkan F-15.
Saudi sebenarnya ingin menambah pesanan Typhoon buatan konsorsium Eropa, tapi niat itu belum terlaksana karena terkendala izin dari Jerman, yang khawatir dengan isu hak asasi manusia. Karena persyaratan politik yang rumit ditambah ketidakpastian dukungan militer dari negara Barat, hal ini bisa menjadi pintu masuk bagi JF-17.
Selain Pakistan, negara yang telah memakai JF-17 adalah Myanmar, Nigeria dan Azerbaijan. Apakah Saudi akan jadi negara selanjutnya ?
Referensi: 1& 2
Diubah oleh si.matamalaikat 13-01-2026 16:43
dodolaje dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.8K
14
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya




