Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Mata Uang Asia Merah, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dan mayoritas uang Asia lainnya lesu hari ini. Nilai tukar rupiah terus melemah di hari ke delapan berturut-turut, dan tembus Rp16.878/US$.

Depresiasi rupiah melampaui pelemahan pada April 2025 di Rp16.870/US$. Juga masa krisis 1998 di Rp16.650/US$.

Artinya, rupiah sudah berada di posisi terlemah sepanjang sejarah.

Mata Uang Asia Merah, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah tembus Rp16.878/US$ dalam perdagangan Selasa siang, (13/1/2026). Penurunan terendahnya dalam delapan bulan. (Bloomberg)


Dalam perdagangan siang ini, Selasa (13/1/2026), rupiah tergerus 0,27% dan berada di level Rp16.879/US$. Indeks dolar AS menguat 0,17% siang ini dan berada di level 98.985 dan menekan hampir semua mata uang Asia siang ini, kecuali ringgit Malaysia.


Mata Uang Asia Merah, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah

Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS, Selasa siang (13/1/2026). Bloomberg.


Melansir data Bloomberg, yen Jepang memimpin pelemahan dengan turun 0,52%, disusul baht Thailand 0,49%, won Korea Selatan 0,39%, rupiah Indonesia 0,26%, rupee India 0,11%, dolar Singapura 0,09%, dolar Taiwan 0,07%, offshore renminbi China 0,05%, peso Filipina 0,04%, dan dolar Hong Kong 0,03%.


Hanya ringgit Malaysia yang menguat sebesar 0,2%.

Pasar mata uang Asia 'kebakaran' lantaran sesumbar dan akrobat presiden AS Donald Trump terkait tarif. "Negara manapun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran, akan dikenakan tarif 25% untuk semua bisnis yang dilakukan dengan AS," kata Trump, Senin (12/1/2026), di akun Truth Social.

Pernyataan ini muncul di tengah gelombang protes anti-pemerintah Iran yang telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan ribuan penahanan warga sipil. Trump juga menekankan "perintah ini final dan mengikat," meski Gedung Putih sebenarnya tak langsung mengumumkan kebijakan ini.

Tekanan Domestik


Tekanan domestik menjadi faktor penekan paling signifikan dan memperparah pelemahan rupiah.Meski ditutup menguat tajam pada hari terakhir perdagangan tahun, sejatinya rupiah menjadi mata uang terlemah kedua ketimbang mata uang Asia lainnya sepanjang 2025. Rupiah tergerus hampir 4% sepanjang tahun setelah rupee India yang melemah hampir 5%.

Di tengah kondisi volatilitas geopolitik, investor global semakin memprioritaskan prospek fiskal negara berkembang. Pelaku pasar menyoroti inkonsistensi Indonesia dalam meningkatkan kredibilitas pengelolaan fiskal, dengan defisit yang hampir menyentuh 3% PDB tahun lalu. Padahal, Indonesia pernah begitu konsisten mengelola perekonomian hingga mampu mengangkat peringkat kredit dari junk menjadi layak investasi (investment grade).

Efek Ancaman

Walaupun Trump tak merinci bagaimana tarif tersebut akan diberlakukan, pasar negara berkembang ikut terseret. Sebagai catatan, Indonesia juga menjadi salah satu mitra dagang Iran sejak lama.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia-Iran tercatat sebesar US$206,9 juta. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Iran mencapai US$195,1 juta, sementara impor dari Iran sebesar US$11,7 juta. Meski demikian, hubungan dagang dua negara ini menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir dengan kontraksi sebesar 19,13%.

Jika ancaman tarif 25% ini benar-benar diberlakukan, dampak terhadap Indonesia mungkin tidak langsung tapi tetap signifikan. Kebijakan tersebut akan memperbesar ketidakpastian dalam perdagangan global dan dapat memengaruhi permintaan terhadap produk ekspor Indonesia, khususnya jika partner dagang besar Indonesia juga terkena tarif ini dan mengalami perlambatan ekonomi.

Ketidakstabilan perdagangan global akan menekan nilai permintaan komoditas dan manufaktur Indonesia, sehingga dapat menurunkan volume ekspor dan mempengaruhi capaian neraca perdagangan serta menimbulkan tekanan pada nilai tukar rupiah.


Selain itu, ancaman ini memicu sentimen risk-off, dan mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman. Hari ini efek itu sudah terlihat di pasar mata uang Asia yang mulai kompak berada di zona merah.


https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/96216/mata-uang-asia-merah-rupiah-terlemah-sepanjang-sejarah/


Akhir tahun lalu ada seorang rekan yg bertanya, "Purbaya kelihatannya jago ya, gimana menurut anda? "


Jawaban saya, "kalau strateginya mengguyur likuiditas doank mah nggak menyelesaikan masalah. Lihat aja nanti, saat likuiditas sudah habis dan ga ada lagi yg bisa diguyur, barulah panik ancur2an".


Sekarang BI mau gimana mengontrol kurs?

Uangnya disuruh masuk ke SBN dan dipaksa menggerakkan ekonomi yg masalahnya nggak dibenerin dulu..


Mau naikin suku bunga lagi?


Kalau dibiarkan, habis lebaran kayaknya bakal parah.


soelojo4503Avatar border
MemoryExpressAvatar border
db84x5Avatar border
db84x5 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
594
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.5KThread59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.