- Beranda
- Berita dan Politik
Fadli Zon: Buku Sejarah Indonesia Terbaru Segera Bisa Diunduh Gratis dalam PDF
...
TS
mabdulkarim
Fadli Zon: Buku Sejarah Indonesia Terbaru Segera Bisa Diunduh Gratis dalam PDF
Fadli Zon: Buku Sejarah Indonesia Terbaru Segera Bisa Diunduh Gratis dalam Format PDF

Kompas.com, 3 Januari 2026, 15:54 WIB 24 Omarali Dharmakrisna Soedirman, Mohamad Bintang Pamungkas Tim Redaksi Lihat Foto Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat mengunjungi Museum Nasional di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku sejarah Indonesia terbaru yang disusun oleh ratusan sejarawan akan dapat diakses secara gratis oleh publik dalam bentuk digital. Buku tersebut direncanakan tersedia dalam format PDF melalui situs resmi Kementerian Kebudayaan.
Fadli menjelaskan, proses penyusunan buku sejarah itu saat ini telah rampung. Naskah kini memasuki tahap pemeriksaan akhir sebelum dipublikasikan secara luas.
“Sekarang sudah jadi, tentu dalam satu pemeriksaan akhir oleh editor umum,” ujar Fadli saat ditemui di Kompleks Kemendikbudristek, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Fadli, pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan kualitas isi buku, khususnya dari sisi teknis penulisan. I
Tahapan ini dinilai penting mengingat buku tersebut disusun oleh banyak penulis dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Ia menyebutkan, setelah proses penyuntingan selesai, buku sejarah Indonesia terbaru itu akan langsung diunggah ke laman resmi Kementerian Kebudayaan agar dapat diunduh masyarakat tanpa dipungut biaya.
“Kita harapkan setelah itu buku ini bisa diakses oleh publik dengan PDF sehingga gratis gitu ya karena memang tujuannya untuk itu,” kata Fadli.
Fadli menegaskan, penyediaan buku sejarah dalam format digital merupakan bagian dari upaya membuka akses pengetahuan sejarah seluas-luasnya kepada masyarakat.
Dengan format digital, buku tersebut diharapkan dapat dijangkau oleh publik dari berbagai daerah. Saat ini, proses penyuntingan masih difokuskan pada penyisiran akhir naskah untuk meminimalkan kesalahan teknis, seperti salah ketik atau kekeliruan redaksional, sebelum buku dipublikasikan secara resmi.
Menurut Fadli, waktu peluncuran buku sejarah Indonesia terbaru tersebut masih bergantung pada hasil pemeriksaan akhir oleh tim editor.
“Jadi ini kan editor umum mereka kan sudah menyerahkan, sekarang untuk pemeriksaan akhirlah, menyisir terakhir karena tentu ada typo, salah-salah ketik atau apa gitu jadi kita sempurnakanlah sebaik mungkin,” tambahnya.
Ia memastikan, pemerintah tidak ingin terburu-buru merilis buku tersebut sebelum seluruh proses penyuntingan tuntas agar kualitas dan akurasi isi tetap terjaga.
https://megapolitan.kompas.com/read/...-gratis-dalam.
Fadli Zon sebut pemerintah siapkan buku sejarah perjuangan kemerdekaan

Sabtu, 3 Januari 2026 19:06 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) menerima buku Sejarah Indonesia dari Ketua tim penulis ulang sejarah Indonesia Susanto Zuhdi (kanan) saat soft launching Buku Sejarah Indonesia di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Minggu (14/12/2025). Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku berjudul Sejarah Indonesia Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi bangsa Indonesia untuk mengingat kembali memori kolektif perjalanan sejarah Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengemukakan rencana pemerintah untuk menyiapkan buku sejarah perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Tahun ini, kita rencanakan juga akan menulis buku sejarah tentang satu periode penting, yaitu periode kalau pihak Belanda itu mengatakan periode revolusi, tapi kita mengatakan ini periode perang mempertahankan kemerdekaan, yaitu 1945-1949," katanya dalam Gelar Wicara Sejarah yang diikuti via daring dari Jakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa kronik perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan selama periode 1945-1949 mencakup peristiwa seputar proklamasi, pengakuan kedaulatan oleh Belanda, berdirinya Republik Indonesia Serikat (RIS), serta pembubaran RIS dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya penulisan sejarah secara komprehensif.
"Saya kira ini memang perlu kita tulis juga secara komprehensif, baik itu peristiwa-peristiwa diplomasi, politik, pertempuran, dan lain-lain yang begitu banyak, ini juga menjadi bagian yang penting untuk diketahui generasi selanjutnya," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan telah menyelesaikan penyusunan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global."
Penyusunan buku sejarah yang diluncurkan pada 14 Desember 2025 itu melibatkan 134 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.
Menteri Kebudayaan menyoroti peran penting Direktorat Sejarah di Kementerian Kebudayaan dalam upaya penulisan sejarah nasional.
"Karena banyak orang selalu mengatakan sejarah itu penting, jangan lupa pada sejarah, jangan meninggalkan sejarah, tetapi kadang-kadang kita tidak menulis sejarah," katanya.
Dia mendorong Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan untuk menyusun buku sejarah kerajaan-kerajaan besar Nusantara seperti Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Pajajaran.
"Banyak yang menulis buku itu orang-orang asing. Begitu juga dengan Pajajaran, tidak ada buku tentang Kerajaan Pajajaran atau kerajaan-kerajaan besar yang lain. Jadi menurut saya ini sangat penting untuk kita tulis," katanya.
"Mudah-mudahan ke depan kita mempunyai banyak buku-buku ini, tapi tentu tidak hanya sekedar buku ini mau diapakan. Tentu buku ini kita harapkan bisa menjadi sebuah diskursus, diperdebatkan. Mungkin tidak ada yang sempurna, di situlah saya kira memang perdebatan-perdebatan itu penting, ada dialektika itu sangat penting," ia menjelaskan.
https://manado.antaranews.com/berita...an-kemerdekaan
semoga lancar

Kompas.com, 3 Januari 2026, 15:54 WIB 24 Omarali Dharmakrisna Soedirman, Mohamad Bintang Pamungkas Tim Redaksi Lihat Foto Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat mengunjungi Museum Nasional di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku sejarah Indonesia terbaru yang disusun oleh ratusan sejarawan akan dapat diakses secara gratis oleh publik dalam bentuk digital. Buku tersebut direncanakan tersedia dalam format PDF melalui situs resmi Kementerian Kebudayaan.
Fadli menjelaskan, proses penyusunan buku sejarah itu saat ini telah rampung. Naskah kini memasuki tahap pemeriksaan akhir sebelum dipublikasikan secara luas.
“Sekarang sudah jadi, tentu dalam satu pemeriksaan akhir oleh editor umum,” ujar Fadli saat ditemui di Kompleks Kemendikbudristek, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Fadli, pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan kualitas isi buku, khususnya dari sisi teknis penulisan. I
Tahapan ini dinilai penting mengingat buku tersebut disusun oleh banyak penulis dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Ia menyebutkan, setelah proses penyuntingan selesai, buku sejarah Indonesia terbaru itu akan langsung diunggah ke laman resmi Kementerian Kebudayaan agar dapat diunduh masyarakat tanpa dipungut biaya.
“Kita harapkan setelah itu buku ini bisa diakses oleh publik dengan PDF sehingga gratis gitu ya karena memang tujuannya untuk itu,” kata Fadli.
Fadli menegaskan, penyediaan buku sejarah dalam format digital merupakan bagian dari upaya membuka akses pengetahuan sejarah seluas-luasnya kepada masyarakat.
Dengan format digital, buku tersebut diharapkan dapat dijangkau oleh publik dari berbagai daerah. Saat ini, proses penyuntingan masih difokuskan pada penyisiran akhir naskah untuk meminimalkan kesalahan teknis, seperti salah ketik atau kekeliruan redaksional, sebelum buku dipublikasikan secara resmi.
Menurut Fadli, waktu peluncuran buku sejarah Indonesia terbaru tersebut masih bergantung pada hasil pemeriksaan akhir oleh tim editor.
“Jadi ini kan editor umum mereka kan sudah menyerahkan, sekarang untuk pemeriksaan akhirlah, menyisir terakhir karena tentu ada typo, salah-salah ketik atau apa gitu jadi kita sempurnakanlah sebaik mungkin,” tambahnya.
Ia memastikan, pemerintah tidak ingin terburu-buru merilis buku tersebut sebelum seluruh proses penyuntingan tuntas agar kualitas dan akurasi isi tetap terjaga.
https://megapolitan.kompas.com/read/...-gratis-dalam.
Fadli Zon sebut pemerintah siapkan buku sejarah perjuangan kemerdekaan

Sabtu, 3 Januari 2026 19:06 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) menerima buku Sejarah Indonesia dari Ketua tim penulis ulang sejarah Indonesia Susanto Zuhdi (kanan) saat soft launching Buku Sejarah Indonesia di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Minggu (14/12/2025). Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku berjudul Sejarah Indonesia Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi bangsa Indonesia untuk mengingat kembali memori kolektif perjalanan sejarah Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/agr
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengemukakan rencana pemerintah untuk menyiapkan buku sejarah perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Tahun ini, kita rencanakan juga akan menulis buku sejarah tentang satu periode penting, yaitu periode kalau pihak Belanda itu mengatakan periode revolusi, tapi kita mengatakan ini periode perang mempertahankan kemerdekaan, yaitu 1945-1949," katanya dalam Gelar Wicara Sejarah yang diikuti via daring dari Jakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa kronik perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan selama periode 1945-1949 mencakup peristiwa seputar proklamasi, pengakuan kedaulatan oleh Belanda, berdirinya Republik Indonesia Serikat (RIS), serta pembubaran RIS dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya penulisan sejarah secara komprehensif.
"Saya kira ini memang perlu kita tulis juga secara komprehensif, baik itu peristiwa-peristiwa diplomasi, politik, pertempuran, dan lain-lain yang begitu banyak, ini juga menjadi bagian yang penting untuk diketahui generasi selanjutnya," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan telah menyelesaikan penyusunan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global."
Penyusunan buku sejarah yang diluncurkan pada 14 Desember 2025 itu melibatkan 134 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.
Menteri Kebudayaan menyoroti peran penting Direktorat Sejarah di Kementerian Kebudayaan dalam upaya penulisan sejarah nasional.
"Karena banyak orang selalu mengatakan sejarah itu penting, jangan lupa pada sejarah, jangan meninggalkan sejarah, tetapi kadang-kadang kita tidak menulis sejarah," katanya.
Dia mendorong Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan untuk menyusun buku sejarah kerajaan-kerajaan besar Nusantara seperti Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Pajajaran.
"Banyak yang menulis buku itu orang-orang asing. Begitu juga dengan Pajajaran, tidak ada buku tentang Kerajaan Pajajaran atau kerajaan-kerajaan besar yang lain. Jadi menurut saya ini sangat penting untuk kita tulis," katanya.
"Mudah-mudahan ke depan kita mempunyai banyak buku-buku ini, tapi tentu tidak hanya sekedar buku ini mau diapakan. Tentu buku ini kita harapkan bisa menjadi sebuah diskursus, diperdebatkan. Mungkin tidak ada yang sempurna, di situlah saya kira memang perdebatan-perdebatan itu penting, ada dialektika itu sangat penting," ia menjelaskan.
https://manado.antaranews.com/berita...an-kemerdekaan
semoga lancar
sevendeck dan 4 lainnya memberi reputasi
3
452
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694KThread•58.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya