- Beranda
- Berita dan Politik
Ada Kabar Baik dan Kabar Buruk dari Lelang SUN
...
TS
jaguarxj220
Ada Kabar Baik dan Kabar Buruk dari Lelang SUN
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kemarin, pemerintah melelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN). Ada kabar baik dan kabar buruk dari lelang tersebut.
Berikut rincian lelang SUN pada Selasa (16/12/2025):
SPN01260117. Tenor sebulan, penawaran yang masuk Rp 0,86 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 0,85 triliun, imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,6%.
SPN03260318. Tenor tiga bulan, penawaran yang masuk Rp 0,88 triliun, tidak ada yang dimenangkan.
SPN12261203. Tenor setahun, penawaran yang masuk Rp 6,83 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 3 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,9%.
FR0109. Tenor lima tahun, penawaran yang masuk Rp 15,42 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 2,65 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,51%.
FR0108. Tenor 10 tahun, penawaran yang masuk Rp 11,61 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 1,35 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,11%.
FR0106. Tenor 15 tahun, penawaran yang masuk Rp 12,14 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 1,45 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,43%.
FR0107. Tenor 20 tahun, penawaran yang masuk Rp 6,13 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 2,35 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,54%.
FR0102. Tenor 30 tahun, penawaran yang masuk Rp 5,35 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 0,5 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,71%.
FR0105. Tenor 40 tahun, penawaran yang masuk Rp 4,99 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 2,85 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,75%.
Kabar buruknya dulu, total jumlah penawaran yang masuk dalam lelang kali ini adalah Rp 64,21 triliun. Turun 8% dibandingkan lelang SUN sebelumnya pada 2 Desember.
Bloomberg News mengabarkan, investor asing memang cenderung keluar dari pasar obligasi Tanah Air. Investor asing mencatat jual bersih (net sell) US$ 4,6 miliar di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang tahun ini.
Saat ini, porsi kepemilikan SBN oleh investor asing tinggal tersisa sekitar 13%. Ini menjadi yang terendah sejak Januari 2007.

Akibatnya, nilai tukar rupiah pun mengalami tekanan. Rupiah menjadi satu dari sedikit mata uang Asia yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tahun ini.
“Indonesia sedang mengalami proses perubahan kalibrasi kredibilitas. Investor mencemaskan keberlanjutan fiskal dan over-governance,” tegas Ze Yi Ang, Portfolio Manager di Allianz Global Investor.
Pada Oktober lalu, laporan Goldman Sachs Inc menyebut ada ketidaksesuaian (mismatch) antara investor asing dan domestik. Kala investor asing ‘minggat’, investor domestik masuk sehingga menekan yield ke level terendah dalam hampir empat tahun.
“Mismatch antara pembelian domestik dengan asing ini sebagian merefleksikan ketidakpastian dari arah kebijakan,” sebut laporan Goldman Sachs.
Yield Turun
Namun ada kabar baiknya. Seperti yang sudah disinggung di atas, yield terus bergerak turun.
Untuk tenor setahun, misalnya, rata-rata yield yang dimenangkan adalah 4,9%. Lebih rendah ketimbang lelang 2 Desember yaitu 5%.
Kemudian untuk tenor lima tahun, yield yang dimenangkan pada lelang kemarin adalah 5,51%. Dalam lelang 2 Desember, angkanya masih 5,71%.
Demikian pula dengan tenor 10 tahun, di mana yield rata-rata yang dimenangkan kemarin ada di 6,11%. Turun ketimbang lelang 2 Desember yakni 6,24%.
Penurunan yield pada gilirannya akan membantu menekan biaya bunga yang harus dibayarkan pemerintah selaku penerbit SBN. Saat biaya bunga utang turun, maka beban fiskal bisa dikurangi.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, anggaran pembayaran bunga utang mencapai hampir Rp 600 triliun. Sudah naik dibandingkan APBN 2025 yang sebesar Rp 541,5 triliun.
Jika yield SBN bisa terus turun, maka biaya pembayaran bunga utang pemerintah pun akan berkurang. Ini tentu menjadi angin segar bagi pengelolaan kebijakan fiskal yang berkelanjutan.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...ri-lelang-sun/
Kepercayaan investor asing sudah lemah (sekali). Investor domestik pun sebenarnya naik gara2 Bank Himbara dan Bank Indonesia disuruh borong SBN yg nggak laku ini.
Mumpung harga SBN lagi bagus, cicil jual dulu mulai dari yg tenor paling panjang. Lalu cicil beli Dollar dan emas.
Berikut rincian lelang SUN pada Selasa (16/12/2025):
SPN01260117. Tenor sebulan, penawaran yang masuk Rp 0,86 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 0,85 triliun, imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,6%.
SPN03260318. Tenor tiga bulan, penawaran yang masuk Rp 0,88 triliun, tidak ada yang dimenangkan.
SPN12261203. Tenor setahun, penawaran yang masuk Rp 6,83 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 3 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,9%.
FR0109. Tenor lima tahun, penawaran yang masuk Rp 15,42 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 2,65 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,51%.
FR0108. Tenor 10 tahun, penawaran yang masuk Rp 11,61 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 1,35 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,11%.
FR0106. Tenor 15 tahun, penawaran yang masuk Rp 12,14 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 1,45 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,43%.
FR0107. Tenor 20 tahun, penawaran yang masuk Rp 6,13 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 2,35 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,54%.
FR0102. Tenor 30 tahun, penawaran yang masuk Rp 5,35 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 0,5 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,71%.
FR0105. Tenor 40 tahun, penawaran yang masuk Rp 4,99 triliun, jumlah yang dimenangkan Rp 2,85 triliun, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,75%.
Kabar buruknya dulu, total jumlah penawaran yang masuk dalam lelang kali ini adalah Rp 64,21 triliun. Turun 8% dibandingkan lelang SUN sebelumnya pada 2 Desember.
Bloomberg News mengabarkan, investor asing memang cenderung keluar dari pasar obligasi Tanah Air. Investor asing mencatat jual bersih (net sell) US$ 4,6 miliar di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang tahun ini.
Saat ini, porsi kepemilikan SBN oleh investor asing tinggal tersisa sekitar 13%. Ini menjadi yang terendah sejak Januari 2007.

Akibatnya, nilai tukar rupiah pun mengalami tekanan. Rupiah menjadi satu dari sedikit mata uang Asia yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tahun ini.
“Indonesia sedang mengalami proses perubahan kalibrasi kredibilitas. Investor mencemaskan keberlanjutan fiskal dan over-governance,” tegas Ze Yi Ang, Portfolio Manager di Allianz Global Investor.
Pada Oktober lalu, laporan Goldman Sachs Inc menyebut ada ketidaksesuaian (mismatch) antara investor asing dan domestik. Kala investor asing ‘minggat’, investor domestik masuk sehingga menekan yield ke level terendah dalam hampir empat tahun.
“Mismatch antara pembelian domestik dengan asing ini sebagian merefleksikan ketidakpastian dari arah kebijakan,” sebut laporan Goldman Sachs.
Yield Turun
Namun ada kabar baiknya. Seperti yang sudah disinggung di atas, yield terus bergerak turun.
Untuk tenor setahun, misalnya, rata-rata yield yang dimenangkan adalah 4,9%. Lebih rendah ketimbang lelang 2 Desember yaitu 5%.
Kemudian untuk tenor lima tahun, yield yang dimenangkan pada lelang kemarin adalah 5,51%. Dalam lelang 2 Desember, angkanya masih 5,71%.
Demikian pula dengan tenor 10 tahun, di mana yield rata-rata yang dimenangkan kemarin ada di 6,11%. Turun ketimbang lelang 2 Desember yakni 6,24%.
Penurunan yield pada gilirannya akan membantu menekan biaya bunga yang harus dibayarkan pemerintah selaku penerbit SBN. Saat biaya bunga utang turun, maka beban fiskal bisa dikurangi.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, anggaran pembayaran bunga utang mencapai hampir Rp 600 triliun. Sudah naik dibandingkan APBN 2025 yang sebesar Rp 541,5 triliun.
Jika yield SBN bisa terus turun, maka biaya pembayaran bunga utang pemerintah pun akan berkurang. Ini tentu menjadi angin segar bagi pengelolaan kebijakan fiskal yang berkelanjutan.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...ri-lelang-sun/
Kepercayaan investor asing sudah lemah (sekali). Investor domestik pun sebenarnya naik gara2 Bank Himbara dan Bank Indonesia disuruh borong SBN yg nggak laku ini.
Mumpung harga SBN lagi bagus, cicil jual dulu mulai dari yg tenor paling panjang. Lalu cicil beli Dollar dan emas.
MemoryExpress dan 3 lainnya memberi reputasi
4
278
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya