Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS

Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS
M Iqbal - detikJogja
Rabu, 17 Des 2025 18:33 WIB

Foto: Rumah mewah TKP bocah 9 tahun tewas bersimbah darah di Cilegon (Iqbal/detikcom)
Jogja - Muhammad Axle (9) yang tewas dibunuh di dalam rumahnya di Kota Cilegon, Banten, ternyata putra dari Dewan Pakar di DPW PKS Cilegon, Maman Suherman. Polisi menemukan sejumlah luka akibat benda tajam dan benda tumpul di sekujur tubuh bocah tersebut.
Dilansir detikNews, Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas menyebut Maman Suherman sudah hampir dua tahun menjabat Dewan Pakar di DPW PKS Cilegon.

"Pak Haji Maman ini orang baik, bermasyarakat, dan pergaulannya luar biasa, di sosialnya tinggi. Mudah-mudahan kita bisa mencontoh perjuangan beliau dalam bermasyarakat," kata Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, di Cilegon, Rabu (17/12/2025).

Najib juga menjelaskan bahwa Axle merupakan anak yang taat beribadah dan patuh kepada orang tuanya.

"Anaknya ini orang penurut, ibadahnya bagus walau masih usia 9 tahun taat sama orang tua luar biasa. Ini jadi contoh bagi anak-anak seusianya,[/]" ujar dia.

Najib menyerahkan kasus ini ke penegak hukum. Dia berharap proses pengungkapan kasus ini berjalan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Diketahui, Axle ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, pada Selasa (16/12) siang. Polisi menyebutkan Axle tewas dibunuh.

"Motif pembunuhan belum bisa kita jelaskan dalam hal kita masih melakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, Rabu (17/12).
https://www.detik.com/jogja/berita/d...wan-pakar-pks.

Telepon Terakhir Anak 9 Tahun: Apa Pemicu Pembunuhan Sadis di Rumah Mewah Cilegon?
Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS
Ilustrasi tragedi pembunuhan bocah 9 tahun di rumah mewah Cilegon, Banten. [Suara.com/Rochmat]

Suara.com - Sebuah panggilan telepon panik menjadi firasat buruk bagi HM. Di seberang sana, suara putranya, E, bocah berusia 9 tahun[b], terdengar ketakutan, meminta tolong dari dalam rumah mereka sendiri di Komplek Perumahan Bukit Baja Sejahtera, Cilegon, Banten. Sambungan itu terputus, meninggalkan sang ayah yang sedang bekerja dengan kecemasan yang membuncah.


Merasa sang anak dalam bahaya besar, HM bergegas pulang. Namun, saat membuka pintu rumah, pemandangan yang menyambutnya adalah mimpi buruk setiap orang tua. Putranya yang masih duduk di kelas IV SD itu tergeletak bersimbah darah.

Tanpa pikir panjang, HM melarikan buah hatinya ke Rumah Sakit Bethsaida. Namun, takdir berkata lain. Nyawa E tak tertolong. Ia tewas setelah tubuh mungilnya dihujami puluhan luka senjata tajam pada Selasa, 16 Desember 2025 itu.

Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS

Perburuan Polisi di Balik Tembok Kemewahan
Tragedi ini terasa kian memilukan karena terjadi di sebuah perumahan mewah yang seharusnya memberikan rasa aman. Begitu laporan diterima, pihak kepolisian langsung bergerak cepat.

“Hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka akibat tusukan senjata tajam,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid.

Aparat gabungan dari Polsek dan Satreskrim Polres Cilegon segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari setiap petunjuk yang mungkin ditinggalkan pelaku. Hingga kini, motif di balik pembunuhan keji ini masih menjadi misteri besar.

Penyelidikan difokuskan pada orang-orang terdekat korban. Kasie Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, menyebut sudah ada tujuh orang saksi yang dimintai keterangan, mulai dari saudara, kerabat, hingga asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman tersebut.

"Sementara saksi awal dalam peristiwa ini yakni saudara dari korban berinisial D,” jelas Firman.

Meski begitu, polisi belum bisa menyimpulkan apa pun.

“Motif masih didalami dan belum diketahui,” tegas Sigit.

Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS

Brutalitas yang Meninggalkan 22 Luka

Brutalitas pelaku tergambar jelas dari hasil pemeriksaan jenazah. Total ada 22 luka ditemukan di sekujur tubuh mungil E. Sembilan belas di antaranya berasal dari senjata tajam, sementara tiga lainnya akibat hantaman benda tumpul.

“Ada 22 luka, 19 luka kekerasan benda tajam dan 3 kekerasan benda tumpul,” ucap Sigit. Luka-luka mengerikan itu tersebar di berbagai bagian tubuh, termasuk di leher.

Hingga saat ini, senjata yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa E belum ditemukan. Polisi juga masih menyelidiki apakah ada barang berharga yang hilang dari rumah tersebut, untuk mencari kemungkinan motif perampokan.

“Apakah ada benda atau barang milik korban atau pemilik rumah (hilang) masih kami cari,” jelasnya.

Latar Belakang Sang Ayah

Di tengah duka yang mendalam, terungkap bahwa ayah korban, Maman Suherman, bukanlah orang biasa di Cilegon. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha sukses sekaligus tokoh yang aktif di kancah politik.

Perjalanan politiknya mencatat jabatan sebagai Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon. Namanya bahkan sempat digadang-gadang menjadi calon Wakil Walikota Cilegon pada Pilkada 2020 lalu. Saat ini, Maman tercatat sebagai Dewan Pakar PKS Kota Cilegon.
Kini, sang tokoh terpandang itu harus menghadapi kenyataan paling pahit: kehilangan putranya dengan cara yang begitu tragis di dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman.

https://www.suara.com/news/2025/12/1...mewah-cilegon.



CCTV Rusak Saat Anak Haji Maman Berusia 9 Tahun Tewas di Rumah Mewah, Hanya Berdua dengan Kakak
Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS
Tayang: Rabu, 17 Desember 2025 15:07 WIB
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny


zoom-inlihat fotoCCTV Rusak Saat Anak Haji Maman Berusia 9 Tahun Tewas di Rumah Mewah, Hanya Berdua dengan Kakak
Dokumentasi/TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
RUMAH MEWAH HAJI MAMAM- Potret Rumah mewah di perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) Kota Cilegon, diduga menjadi lokasi perampokan disertai pembunuhan, Rabu, (17/12/2025). Polisi mengungkapkan fakta baru kasus tewasnya anak Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, Maman Suhermans aat peristiwa terjadi, hanya ada korban dan kakaknya

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan yang terjadi di rumah mewah milik Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, Maman Suherman di kawasan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten masih dalam penyelidikan.

Insiden yang terjadi pada Selasa, (16/12/2025) siang itu, menewaskan putranya berinisial MAHM berusia 9 tahun dengan sejumlah luka tusukan.

Polisi mengungkapkan fakta baru jika saat peristiwa berdarah itu terjadi, hanya ada korban dan kakaknya di dalam rumah mewah itu.

Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS
PERAMPOKAN - Maman Suherman, pemilik rumah di perumahan mewah Bukit Baja Sejahtera, Cilegon, Banten, korban perampokan, ia mantan Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon. (Youtube/Tribunbanten)

Sementara Haji Maman dan istrinya sedang tak berada di rumah lantaran tengah bekerja.

"(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan ini, jadi masing masing gitu."

"Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha kan gitu," kata Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (17/12/2025).

Hingga kini, pihak kepolisian masih menelusuri rekaman CCTV terkait peristiwa tersebut.

Sigit menyebut, kamera CCTV yang berada di rumah mewah itu tidak bisa merekam karena mengalami kerusakan.

Disebutkan, CCTV di rumah itu telah rusak selama dua minggu.

"Iya kita akan mencari CCTV ya, kemarin tuh menurut informasi, 2 minggu itu CCTV rusak," ungkapnya.

Saat ini, kata Sigit, pihaknya akan mengecek rekaman CCTV milik tetangga korban untuk mencari petunjuk.

"Kita lagi nyari nih (CCTV) di tetangga kan gitu. Nanti saya mohon doanya dari rekan-rekan media juga mohon bersabar, mudah mudahan terungkap nih siapa pelakunya," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi.

"Untuk saksi ya yang saat ini, hari ini, yang sudah dimintai keterangannya oleh Polres Cilegon sebanyak 7 saksi. Itu dari pihak keluarga dan pihak lain ya," tuturnya.

Iptu Sigit Dermawan mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan identitas pelaku.

"Untuk pihak kepolisian saat ini sedang melaksanakan tahap penyelidikan dan untuk motif kita belum bisa menentukan karena masih dalam tahap penyelidikan," kata Sigit.

Tak Ada Barang Hilang
Berdasarkan update informasi terbaru dari Polres Cilegon, pihak kepolisian menyebutkan bahwa dalam kasus dugaan perampokan dan pembunuhan tersebut tidak ada barang hilang di rumah mewah milik Maman Suherman.

Dikatakan Sigit, kepolisian Polres Cilegon telah memeriksa sebanyak 7 orang saksi dari pihak keluarga korban dan warga setempat.

"Adapun saksi-saksi yang sudah kita periksa yaitu ada 7 orang saksi baik dari keluarga korban atau pun dari warga setempat," ucapnya, dilansir dari Tribunbanten.com

Dari hasil pemeriksaan para saksi, kata Sigit, pihaknya belum bisa membeberkan hasil pasti dugaan perampokan dan pembunuhan.

"Kita masih mendalami kasus ini," katanya.

Bocah Tewas Dibunuh di Cilegon Ternyata Putra Dewan Pakar PKS
PERAMPOKAN RUMAH MEWAH - Penampakan rumah tempat kejadian penusukan bocah 9 tahun, yang berada di wilayah perumahan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Selasa (16/12/2025) malam dipenuhi warga dan polisi. (Dokumen/TribunBanten.com/Ahmad Haris)

Kemudian, lanjut Sigit, hasil pemeriksaan pada olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan barang-barang yang hilang pada rumah tersebut.

"Hasil pemeriksaan tidak ada barang yang hilang di dalam rumah tersebut," ujarnya.

Saat ini, kata Sigit, pihak kepolisian baru menemukan barang bukti berupa baju yang dikenakan korban serta buku yang ada di dekat korban.

"Barang bukti yang ditemukan saat ini baru ditemukan oleh pihak kepolisian baju yang digunakan korban dan buku," ujarnya.

Kronologi
Terbaru, MAHM ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka 22 tusukan

Berdasarkan data yang dihimpun TribunBanten.com, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D, yang berteriak meminta pertolongan.

D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.

Mendapat kabar tersebut, Haji Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.

Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.

“Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” demikian keterangan awal yang diterima dari Polsek Cilegon, Polres Cilegon.

Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.

Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati membenarkan informasi tersebut.

"Ia betul (ada pembunuhan,-red), cuma saya belum bisa kasih statement banyak. Kita nunggu informasi dari pihak kepolisian dulu yah," ungkapnya.

Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Garis polisi tampak terpasang di area pintu masuk, sementara petugas kepolisian terlihat keluar masuk rumah untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian Polres Cilegon guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.

"Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, kepada wartawan, Selasa malam.

Rumah gedung berwarna putih tersebut memiliki arsitektur bergaya Eropa-Amerika klasik dengan panjang area bangunan sekitar 40 meter.

Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.

Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, rumah mewah yang menjadi lokasi kejadian diketahui milik Haji Maman Suherman.

Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga kompleks perumahan yang dikenal cukup tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat.

https://sumsel.tribunnews.com/news/1...akak?page=all.


Kenapa anak sekecil itu dibunuh?

Kakaknya selamat berarti pelaku cuma menarget anak kecil saja kah? Kalau tak ada barang hilang berarti motifnya dendam kah ?

Apakah pelakunya orang dekat karena tahu CCTV rusak jadi bebas bertindak dan tahu penjagaan tidak ketat secara biasanya rumah mewah harusnya ada satpam


bangsutankerenAvatar border
MemoryExpressAvatar border
aldonisticAvatar border
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
3
866
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread57KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.