- Beranda
- Berita dan Politik
Massa Datangi Lyco Cafe, Protes Konten TikTok yang Dinilai Singgung Ulama
...
TS
tf96065053
Massa Datangi Lyco Cafe, Protes Konten TikTok yang Dinilai Singgung Ulama

Puluhan orang yang dipimpin Habib Abdurrahman mendatangi Lyco Cafe pada 11 Desember 2025 malam untuk meminta klarifikasi terkait konten TikTok kafe yang dianggap menyinggung ulama dan umat Islam.
Konten yang dipermasalahkan, seperti penggunaan kata “budeg” dan pernyataan “air kalau diambil kiai harganya jadi lebih mahal”, dinilai melecehkan ulama serta amalan keagamaan, sehingga memicu protes dan ancaman pemantauan hingga proses hukum bila tidak diindahkan.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Suasana Lyco Cafe mendadak tegang, setelah puluhan orang yang dipimpin Habib Abdurrahman mendatangi lokasi pada (11/12/2025) malam.
Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi terkait sejumlah konten TikTok milik kafe tersebut yang dinilai menyinggung kehormatan ulama dan umat Islam.
Tak tanggung-tanggung, massa tiba menggunakan kurang lebih delapan mobil minibus dan satu mobil pick-up untuk menyampaikan protes.
Di samping itu, petugas kepolisian tampak berjaga di sekitar area kafe, mengatur lalu lintas, serta melakukan pendekatan persuasif kepada para peserta aksi.
Habib Abdurrahman mengatakan bahwa, warga datang karena merasa tersinggung dengan beberapa video yang dinilai bernada sindiran terhadap alim ulama, khususnya para asatidz Pondok Pesantren Al-Ummah Bangkalan.
"Ada bahasa-bahasa nyinyir yang membuat umat Islam tersinggung. Masalah sebelumnya sebenarnya sudah selesai, namun belakangan pemilik Lyco kembali mengunggah konten bernada sinis terhadap alim ulama, termasuk yang dikaitkan dengan kasus Bangkalan," ujarnya.
Salah satu unggahan yang paling disorot adalah penggunaan kata 'budeg', serta video lain yang berisi pernyataan, 'air kalau diambil kiai harganya jadi lebih mahal'.
Pernyataan tersebut dianggap melecehkan amalan keagamaan, seolah menuding para ulama memperjualbelikan air berkah hingga harganya naik dari Rp 3.000 menjadi puluhan ribu.
"Kami berharap pemilik Lyco benar-benar menghapus konten tersebut dan tidak mengulanginya," katanya.
"Tadi sudah ada penyampaian permintaan maaf, tapi kalau imbauan ulama tidak diindahkan, kami siap memonitor, baik di dunia maya maupun nyata, bahkan mendorong proses hukum," imbuhnya.
Sementara, saat dikonfirmasi, Owner Lyco Cafe, Ahmad Herianto, memilih tidak memberikan keterangan.
"Maaf, kami tidak berkenan," singkatnya.
Meski begitu, pihak kafe disebut telah menerima seluruh masukan dan keberatan dari massa, meskipun belum ada pernyataan resmi yang disampaikan ke publik.
tribunnews.com
Kontennya benar atau hoax? Sanggah itu aja gak usah bawa2 massa
Serius kalau gue jadi presiden salah satu hal yang gue lakuin adalah menetapkan nahdatul hama sebagai ormas terlarang
Diubah oleh tf96065053 12-12-2025 22:29
tepsuzot dan 3 lainnya memberi reputasi
4
476
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya