- Beranda
- The Lounge
Mengapa Akar yang Tersisa Pasca Deforestasi Kehilangan Fungsinya?
...
TS
jennifersanj640
Mengapa Akar yang Tersisa Pasca Deforestasi Kehilangan Fungsinya?

Hutan Tropis, dok: amd.or.id
Melihat berita tentang banjir yang terjadi di Sumatera, rasanya sangat menyedihkan. Kita semua tahu bahwa penyebab utamanya bukanlah hujan deras yang mengguyur selama beberapa waktu, melainkan deforestasi hutan besar-besaran. Ternyata kejadian ini tidak hanya menarik perhatian orang dewasa saja, melainkan anak-anak juga.
Minggu lalu saya dan ponakan melihat berita tentang kejadian di Sumatera, tiba-tiba ponakan saya ini melontarkan pertanyaan yang menurut saya cukup menggelitik otak:
Quote:
Yup, anak kecil memang punya pikiran sangat kritis. Saking kritisnya kadang yang udah kepala tiga ini bingung menjawabnya.
Karena saya gagal menjawab saat itu, maka izinkanlah saya menjawabnya sekarang. Hehe.

Jadi kenapa meskipun akar masih ada di tanah, tapi banjir tetap terjadi?

Kerusakan hutan, dok: beritalingkungan.com
Karena akarnya sudah tidak berfungsi lagi. Memang ada beberapa kasus dimana ketika pohon dipotong, pohon tersebut tetap dapat tumbuh kembali. Namun, ketika dalam satu waktu banyak pohon ditebang dalam area yang sama, ada kerusakan besar disana. Karena kerusakannya tidak hanya akar masing-masing pohon berhenti berfungsi saja, melainkan juga merusak jaringan yang lebih besar atau yang kita sebut dengan wood wide web yang sebelumnya pernah saya tulis.
Kerusakan wood wide web di area tersebut menyebabkan pohon-pohon yang ditebang kesulitan untuk bangkit dan tumbuh lagi. Dan ketika itu terjadi, lama-lama akar akan mati dalam hitungan bulan atau tahun, sehingga kemampuannya untuk mengikat tanah dan meneyrap air pun ikut hilang.
Hilangnya kanopi di area tersebut menyebabkan air hujan langsung jatuh ke tanah. Kanopi pada pohon bertugas untuk menahan curah hujan yang tinggi, sehingga dapat memperlambat jatuhnya air ke tanah. Ketika kanopi itu hilang, air langsung menghantam tanah dengan keras. Sehingga mempercepat laju erosi pada tanah, meningkatkan resiko longsor dan banjir.
Hilangnya kanopi dan kemampuan akar menyebabkan tanah dibawahnya jadi mudah kering saat musim kemarau. Tanah hutan yang seharusnya bersifat seperti spons yang menyerap air, kini justru menolak air masuk ke dalam tanah. Tidak hanya itu, mikroklimat di area tersebut ikut rusak.
Pernah melihat tanah yang sangat kering lalu disiram air? Jika pernah, pasti tahu kalau tanag super kering akan membuat air menggenang, dan butuh waktu beberapa lama agar dapat benar-benar terserap. Kalau curah hujan kecil sih aman-aman saja, tapi kalau curah hujan tinggi? Tentunya itu jadi sumber bahaya.
Jadi... Meskipun akar hasil penebangan pohon masih tertinggal di tanah, fungsinya dalam menjaga menyerap dan menahan tanah dari erosi akan berkurang dan pada akhirnya hilang.
Apa tujuan saya menulis ini? Sebagai edukasi tidak hanya ke anak-anak tapi juga kepada para Pemimpin terhormat yang semakin kehilangan kehormatannya, bahwa menggunduli hutan untuk menggantinya dengan sawit tidak akan memberikan fungsi dan hasil yang sama.
Sekian!
bingsunyata dan 3 lainnya memberi reputasi
4
116
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•109.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya