- Beranda
- Berita dan Politik
Konflik di Tubuh NU: Jangan Sampai PBNU Jadi PTNU
...
TS
tf96065053
Konflik di Tubuh NU: Jangan Sampai PBNU Jadi PTNU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tokoh intelektual Nahdlatul Ulama (NU), M Mahfud MD mengaku prihatin dengan pertikaian yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mantan Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini menjelaskan, aksi saling serang melalui media bukanlah tradisi NU. Terlebih, ujar dia, kedua belah pihak sudah melancarkan saling pecat baik dari kubu Ketua Umum Yahya Cholil Staquf maupun kubu Syuriyah dalam hal ini KH Miftachul Akhyar.
Menurut dia, NU sejati seharusnya ikut dawuh para kiai. Terlebih, ketika kiai berbicara maka yang lain seharusnya mendengarkan. “Kalau enggak jadi mumi saja. Silakan rebutan tuh tambang. Akhirnya kan PBNU jadi PT NU, perseroan terbatas. Ada antara pemegang saham, ada komisaris, ada direksi. Masak kita mau kayak gitu?” kata Mahfud lewat siaran podcast Terus Terang yang disiarkan akun Youtube Mahfud MD Official, Rabu (3/12/2025).
Menko Polhukam era Presiden Joko Widodo ini menegaskan, NU yang lahir dengan Aswaja ala Indonesia adalah NU yang taat pada ulama dan tidak rebutan proyek. Terlebih, kata Mahfud, pengelolaan tambang dari pemerintah yang santer diperebutkan kedua kubu.
Dia mencontohkan, Ketua Umum PBNU terdahulu, KH Hasyim Muzadi, bahkan ikut menggugat Undang-Undang Migas ke Mahkamah Konstitusi justru bukan untuk meminta jatah tambang.”Dia menggugat agar hasil pertambangan dikelola lebih baik karena rakyat tidak kebagian. Selama ini dinikmati oleh konglomerat dan pebisnis- pebisnis,” tambah mantan Ketua MK tersebut.
Dia pun menegaskan, aksi saling pecat antara kedua kubu membuat banyak surat keputusan (SK) di akar rumput yakni PCNU dan PWNU menjadi terhambat. Padahal, ujar Mahfud, SK dari PBNU diperlukan agar bantuan dana resmi bisa dicairkan bagi para pengurus di bawah.
Mahfud pun meminta agar kedua belah pihak yang sedang bertikai di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan islah.
“Menurut saya islah itu berdamailah, berbaik-baikan. Saya usul kalau bisa islah sampai muktamar yang akan datang. Sudahlah, di bawah itu tidak bisa bergerak,”ujar dia.
Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mendorong adanya islah dalam penyelesaian konflik yang saat ini terjadi di jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU sekaligus meminta agar pihak yang berkonflik menahan diri.
Juru bicara Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama K.H. Oing Abdul Muid Sohib mengatakan para kiai sepuh telah mengadakan pertemuan membahas masalah yang terjadi di PBNU.
"Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di PBNU saat ini dan semuanya berharap bisa segera terjadi islah," kata K.H. Oing Abdul Muid Sohib di Kediri, Minggu. Gus Muid, sapaan akrabnya, mengungkapkan pertemuan tersebut diprakarsai dua tokoh penting, yakni K.H. Anwar Manshur (Pesantren Lirboyo Kediri) dan KH Nurul Huda Djazuli (Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri).
Selain prihatin dengan masalah di PBNU, dalam forum tersebut juga menyerukan kepada seluruh pihak di PBNU yang sedang berkonflik agar bisa menahan diri.
"Forum Sesepuh NU menyerukan kepada pihak di PBNU yang sedang berkonflik agar bisa menahan diri, menghentikan pernyataan di media terlebih yang berkaitan dengan hal yang dapat membuka aib dan berpotensi merusak marwah jamiyah,"kata dia.
Ia menambahkan forum juga mengimbau agar PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama), PCNU (Pengurus cabang Nahdlatul Ulama), PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama), serta seluruh struktur NU di semua tingkatan untuk tetap fokus pada tugas.
republika.co.id
brucebanner23 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
219
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya