- Beranda
- Berita dan Politik
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Kita Kenceng, Tapi Masih Banyak PR!
...
TS
sansnomics
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Kita Kenceng, Tapi Masih Banyak PR!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)
Gan, ekonomi syariah Indonesia sekarang lagi ngebut banget. Saking pesatnya, Indonesia berhasil nangkring di peringkat 3 duniadalam Global Islamic Economy Indicator 2024–2025. Bahkan kita bisa ngelangkahin Uni Emirat Arab dan Bahrain yang biasanya jadi pemain papan atas. Ini nunjukkin kalau industri halal kita makin solid—regulasinya makin rapi, kapasitas industrinya makin kuat, dan posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah makin diakui dunia.
Gan, ekonomi syariah Indonesia sekarang lagi ngebut banget. Saking pesatnya, Indonesia berhasil nangkring di peringkat 3 duniadalam Global Islamic Economy Indicator 2024–2025. Bahkan kita bisa ngelangkahin Uni Emirat Arab dan Bahrain yang biasanya jadi pemain papan atas. Ini nunjukkin kalau industri halal kita makin solid—regulasinya makin rapi, kapasitas industrinya makin kuat, dan posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah makin diakui dunia.
Tapi, kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, masih ada PR besar nih. Waktu hadir secara virtual di acara Peluncuran Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2026 hari Senin (1/12), beliau ngingetin soal gap antara literasi dan inklusi keuangan syariah. Intinya, banyak masyarakat yang udah ngerti konsepnya, tapi belum banyak yang benar-benar pake layanan keuangan syariah. Nah, ini bakal jadi fokus pemerintah ke depan.
Buat ngedorong kemajuan itu, Menko Airlangga ngejelasin strategi ekonomi syariah 2025–2029. Isinya antara lain penguatan industri halal (mulai dari makanan-minuman, fesyen muslim, farmasi, kosmetik, pariwisata, sampai ekonomi kreatif). Terus ada juga percepatan sertifikasi halal buat UMKM, peningkatan ekspor produk halal, kerja sama internasional, pendalaman keuangan syariah dari perbankan sampe pasar modal, plus penguatan ZISWAF buat pemerataan sosial.
Gak cuma itu, pemerintah juga lagi ngegas bangun empat Kawasan Industri Halal (KIH) biar Indonesia bisa jadi pusat produksi halal standar global. Lokasinya ada di Modern Halal Valley (Banten), Halal Industrial Park Sidoarjo, Bintan Inti Halal Hub, dan Jababeka Halal Cluster. Sementara itu, Dewan Nasional Keuangan Inklusif juga bantu ngejar peningkatan literasi syariah lewat edukasi, layanan digital, dan penggunaan uang elektronik—didukung infrastruktur digital yang makin kuat.
Program Sertifikasi Halal Nasional pun dikebut biar UMKM halal makin gampang naik kelas. Di sisi pembiayaan, KUR Syariah juga performanya makin mantep, bantu banyak usaha produktif tumbuh di daerah. Ekosistem keuangan syariah makin keliatan hidup juga dengan adanya inovasi baru, termasuk pengembangan Lembaga Jasa Keuangan Bulion sesuai amanat UU P2SK.
Di penutup penyampaiannya, Menko Airlangga bilang kalau Indonesia punya peluang emas buat jadi pusat ekonomi syariah dunia. Bukan cuma karena jumlah penduduk muslimnya besar, tapi karena kebijakannya makin tepat sasaran, ekosistemnya makin matang, dan komitmen semua pihak makin kuat.
Sumber
0
69
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya