- Beranda
- Berita dan Politik
Menko Airlangga Pamer QRIS, Jadi Bukti Komitmen RI Soal Transformasi Digital!
...
TS
sansnomics
Menko Airlangga Pamer QRIS, Jadi Bukti Komitmen RI Soal Transformasi Digital!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)
Gan, kalau ngomongin transformasi digital di Indonesia, QRIS ini udah jadi contoh paling kelihatan banget. Transaksinya capai 148% (yoy), dan sekarang udah dipakai 39 juta merchant plus 58 juta pengguna. Intinya, Indonesia lagi serius banget bangun ekonomi digital yang makin kuat, inklusif, dan siap bersaing.
Gan, kalau ngomongin transformasi digital di Indonesia, QRIS ini udah jadi contoh paling kelihatan banget. Transaksinya capai 148% (yoy), dan sekarang udah dipakai 39 juta merchant plus 58 juta pengguna. Intinya, Indonesia lagi serius banget bangun ekonomi digital yang makin kuat, inklusif, dan siap bersaing.
Belum lagi, fondasi ekonomi kita juga makin solid. Indonesia makin akrab sama negara-negara OECD, dan aturan kita pun udah banyak yang ngepas sama standar mereka.
Di acara “OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025”, Menko Airlangga bilang kalau panduan OECD soal keuangan digital dan AI itu ngebantu banget Indonesia ngebut transformasi digital. Ekonomi digital kita juga lagi kenceng-kencengnya. GMV diprediksi bisa nyampe hampir USD100 miliar di 2025, apalagi e-commerce makin jadi primadona. Pembayaran digital juga naik 27% jadi USD538 miliar di 2025 dan katanya bisa lewat USD1 triliun pas 2030. Ngeri-ngeri sedap, Gan.
Gak cuma di dalam negeri, Indonesia juga ngegas di level regional lewat ASEAN DEFA. Targetnya sih ekonomi digital ASEAN bisa tembus USD2 triliun di 2030. Negosiasinya udah lumayan maju dan diproyeksikan kelar awal 2026 pas Filipina jadi Ketua ASEAN.
Trus, aturan perdagangan digital sama Uni Eropa lewat IEU–CEPA juga udah kelar. Harapannya sih makin banyak peluang masuk, daya saing naik, dan lapangan kerja makin kebuka.
Soal AI, Menko Airlangga bilang kalau pondasi AI itu musti dibangun pakai konsep 4C: connectivity, computing capacity, context, sama competence. Indonesia lagi berusaha nguatkan semuanya—mulai dari perluasan fiber optic, insentif buat data center lokal, bikin AI yang relevan sama kebutuhan Indonesia (kayak Sahabat-AI), sampai ningkatin skill talenta digital kita.
Investasi di sektor AI pun gak kaleng-kaleng. Dari akhir 2024 sampai pertengahan 2025, investasi swasta di AI udah nyampe USD91 juta. Publik juga optimis, 56% pekerja percaya AI bisa bikin mereka lebih produktif. Dan yang bikin bangga, Indonesia sekarang ada di posisi keempat sebagai pasar AI potensial terbesar di Asia.
Sumber
0
56
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya