- Beranda
- Berita dan Politik
Walhi Sumut Nilai Bobby Nasution Terlambat Tetapkan Status Darurat Bencana
...
TS
mabdulkarim
Walhi Sumut Nilai Bobby Nasution Terlambat Tetapkan Status Darurat Bencana

Direktur Walhi Sumut Rianda Purba mengatakan, Bobby Nasution semestinya lebih peka dan merespons informasi terjadinya banjir dan longsor sejak akhir pekan lalu
28 November 2025 | 20.45 WIB
Warga berada di depan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Silbolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 28 November 2025. Antara/Yudi Manar
Perbesar
Warga berada di depan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Silbolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 28 November 2025. Antara/Yudi Manar
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara atau Walhi Sumut menilai penetapan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor oleh Gubernur Bobby Nasution terlambat. Sebelumnya, Bobby lewat SK Nomor 188.44/836/KPTS/2025, menetapkan wilayah itu dalam keadaan darurat bencana.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor menghantam sebagian besar wilayah Sumatera Utara sejak Sabtu pekan lalu. Puluhan warga Sumut meninggal akibat bencana tersebut. Ribuan lainnya mengungsi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Logo
Direktur Walhi Sumut Rianda Purba mengatakan, Bobby Nasution semestinya lebih peka dan merespons informasi terjadinya banjir dan longsor sejak akhir pekan lalu. "Informasi telah terjadi banjir dan longsor sudah ada sejak Sabtu pekan lalu." kata Rianda kepada Tempo, Jumat 28 November 2025.
Rianda menyebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution juga tidak menyiapkan mitigasi bencana meski Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sudah mengeluarkan peringatan potensi bencana akibat hujan yang terjadi dampak Siklon Tropis Senyar.
Walhi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, menyebut bencana itu kian luas sejak akhir pekan lalu hingga Kamis 27 November 2025, dampak badai dari Selat Malaka dan sempat landfall di perbatasan Aceh dan Sumatra Utara.
Walhi juga mendorong keberanian Bobby Nasution mengevaluasi dan mencabut izin tujuh perusahan yang diduga menjadi penyebab banjir dan longsor di kawasan Tapanuli. Walhi menuntut agar menghentikan aktivitas ketujuh perusahaan yang beroperasi di kawasan Ekosistem Batangtoru demi mencegah bencana serupa terulang.
Ketujuh perusahaan yang dimaksud Walhi adalah PT Agincourt Resources - Tambang emas Martabe. Sepanjang 2015-2024, perusahaan ini disebutkan telah mengurangi tutupan hutan dan lahan sekitar 300 hektare di DAS Batang Toru.
Lalu, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru. Proyek PLTA ini didata Walhi telah menyebabkan hilangnya lebih dari 350 hektare tutupan hutan di sepanjang 13 kilometer daerah sungai, serta gangguan fluktuasi debit sungai. Proyek juga menyebabkan sedimentasi tinggi akibat pembuangan limbah galian terowongan dan pembangunan bendungan.
Gelondongan kayu dalam jumlah besar dalam video viral luapan Sungai Batangtoru di Jembatan Trikora, Tapanuli Selatan, diduga berasal dari area pembangunan infrastruktur PLTA NSHE ini.
Ada juga PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) - Unit Perkebunan Kayu Rakyat (PKR) di Tapanuli Selatan. Ribuan hektare hutan di DAS Batangtoru, menurut Walhi, telah beralih fungsi menjadi PKR yang ditanami eukaliptus, terutama di Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Skema pemanfaatan kayu tumbuh alami atau PHAT dituding telah membabat hutan kawasan Batangtoru dan kini menjadi salah satu pemicu banjir bandang.
Degradasi hutan seluas 1.500 hektare juga terjadi di kawasan koridor satwa yang menghubungkan Dolok Sibualbuali-Hutan Lindung Batangtoru Blok Barat dalam tiga tahun terakhir diduga akibat kegiatan TPL.
Adapun empat perusahaan lainnya adalah PT Pahae Julu Micro-Hydro Power - Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Pahae Julu; PT SOL Geothermal Indonesia - Geothermal Tapanuli Utara; PT Sago Nauli Plantation - Perkebunan sawit di Kabupaten Tapanuli Tengah; dan PTPN III Batangtoru Estate - Perkebunan sawit di Tapanuli Selatan.
Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian membantah perusaahan tambang emas ini menjadi penyebab banjir dan longsor di Batangtoru, Tapanuli Selatan. "Seiring beredarnya informasi mengenai penyebab bencana, kami perlu meluruskan informasi bahwa lokasi banjir bandang di Desa Garoga berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga/Aek Ngadol, yang berbeda dan tidak terhubung dengan DAS Aek Pahu, tempat PT Agincourt beroperasi. Pemantauan kami juga tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir," kata Katarina kepada Tempo.
Adapun TPL tegas menolak tuduhan Walhi tersebut. Alasan Corporate Communication Head TPL Salomo Sitohang adalah bahwa seluruh kegiatan PT TPL telah sesuai dengan izin, peraturan, dan ketentuan pemerintah yang berwenang. Ia mengklaim seluruh kegiatan operasional TPL dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur yang jelas, terdokumentasi, dan diawasi secara konsisten.
Gubernur Bobby Nasution menetapkan status darurat bencana di kawasan Tapanuli pada Kamis, 27 November 2025. Ia mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, layanan darurat, serta pembukaan jalur transportasi. Bantuan logistik telah disalurkan ke sebagian besar wilayah.
https://www.tempo.co/politik/walhi-s...encana-2094057
Wali Kota Sibolga Ditemukan Selamat, Jalan Kaki 50 Km Lewati 50 Titik Longsor

Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazri Penarik. (foto
emkosibolga/mistar)news_banner
Sibolga, MISTAR.ID
Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, yang sempat hilang kontak sejak Selasa (25/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025) siang, telah ditemukan dan kembali tiba di Kota Sibolga.
Kabar tersebut disampaikan mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani, melalui akun Instagram pribadinya, @bakhtiar_sibarani.
Bakhtiar menyampaikan bahwa Akhmad Syukri, yang juga merupakan rekan satu partai di NasDem, kembali dalam kondisi selamat. “Alhamdulillah, beliau sudah sampai di Sibolga,” ujar Bakhtiar, Jumat (28/11/2025) sore.
Meski demikian, Bakhtiar belum menjelaskan penyebab atau kendala yang membuat Akhmad Syukri tidak dapat dihubungi selama tiga hari. Sebelumnya, Akhmad Syukri dilaporkan hilang kontak setelah banjir dan longsor melanda wilayah Kota Sibolga dan Tapteng sejak Selasa (25/11/2025). Hingga Jumat siang, posisi dan kondisinya masih belum diketahui.
Bakhtiar juga menyebut bahwa ia masih sempat berkomunikasi dengan Akhmad Syukri pada Selasa siang. Dalam pesan tersebut, Syukri mengabarkan bahwa ia terjebak banjir dan longsor di daerah Sitahuis, Tapteng, ketika dalam perjalanan menuju Sibolga.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, turut membenarkan bahwa Akhmad Syukri telah kembali dalam keadaan selamat. Ia menyebut bahwa Akhmad Syukri harus berjalan kaki untuk mencapai Sibolga.
“Pak Wali sudah di Sibolga setelah berjalan kaki 3 hari 2 malam,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Bima Arya menjelaskan bahwa Akhmad Syukri berjalan kaki sejauh 50 kilometer, melewati jalur yang dipenuhi titik longsor.
“Jalan 50 km, tapi melewati 50 titik longsor,” tambahnya.
Sebelumnya, Akhmad Syukri dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Selasa (25/11/2025). Bakhtiar menyebut pesan terakhir Akhmad Syukri dikirimkan pada hari yang sama sebelum komunikasi terputus. (hm16)
https://mistar.id/news/sumut/wali-ko...-titik-longsor
Bobby Nasution Terbang ke Tapteng-Sibolga Bawa Bantuan dan Pastikan Evakuasi

Fridus Butar Butar by Fridus Butar Butar November 28, 2025 in Sumut
0
Bobby-Nasution-Terbang-ke-Tapteng-Sibolga-Bawa-Bantuan-dan-Pastikan-Evakuasi
Bobby Nasution Terbang ke Tapteng-Sibolga Bawa Bantuan dan Pastikan Evakuasi. (WOL Photo)
Share on Facebook
Share on Twitter
Share On Whatsapp
MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution bertolak dari Lanud Soewondo Medan menuju Bandara Pinangsori, Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (28/11)
sore.
Keberangkatan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga terdampak bencana serta memastikan proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan optimal.
“Saya ingin bertemu dan melihat langsung masyarakat, tentunya untuk mengevakuasi dan memberikan bantuan logistik yang mulai menipis di sana,” ujar Bobby sebelum lepas landas.
Bobby berangkat bersama Danlanud Soewondo Marsma TNI Tiopan Hutapea, serta didampingi sejumlah kepala dinas seperti Kadis Pendidikan, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kadis Kesehatan. Mereka menggunakan pesawat Hercules A-1340 yang juga mengangkut bantuan logistik.
Menurut Bobby, salah satu fokus utama adalah memastikan Bandara Pinangsori tetap beroperasi. Ia menyebutkan Danlanud telah mengupayakan suplai bahan bakar untuk genset bandara, mengingat aliran listrik di kawasan itu masih terputus.
“Pertamina membawa solar genset agar Bandara Pinangsori tetap terus beroperasi,” jelasnya.
Bobby juga mengungkapkan bahwa seluruh akses darat menuju Sibolga–Tapteng masih terputus. Dua penyebab utama adalah tertutupnya jalan oleh material longsor dan amblasnya sejumlah ruas jalan. Proses pembersihan material sudah berjalan, namun terkendala ketersediaan BBM untuk alat berat.
“Hampir semua alat berat terkendala BBM, ini sedang kita dorong,” katanya.
Sumut sendiri resmi ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana. Dengan status ini, Bobby menegaskan ruang gerak penanganan menjadi lebih luas dan penggunaan anggaran menjadi lebih fleksibel.
“Selama 14 hari ke depan, penanganan bisa lebih cepat dengan dukungan anggaran provinsi,” tegasnya.
Bobby dijadwalkan meninjau langsung kondisi warga, memastikan kebutuhan dasar tersalurkan, serta memonitor proses pembukaan akses darat yang hingga kini masih terisolir.
Pesawat Hercules yang ditumpanginya membawa logistik sembari mengejar waktu karena penerbangan menuju wilayah Tapteng sangat dipengaruhi kondisi cuaca. (wol/man/d2)
https://waspada.co.id/bobby-nasution...ikan-evakuasi/
Sibolga Terisolir, 33 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Hilang

CNN Indonesia
Jumat, 28 Nov 2025 21:11 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Kota Sibolga, Sumatra Utara, hingga kini masih terisolir setelah banjir bandang dan longsor besar memutus total akses jalan menuju wilayah tersebut. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Medan, CNN Indonesia -- Kota Sibolga, Sumatra Utara, hingga kini masih terisolir setelah banjir bandang dan longsor besar memutus total akses jalan menuju wilayah tersebut. Bencana tersebut menyebabkan 33 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
"Untuk korban meninggal dunia di Sibolga kurang lebih jumlahnya ada 33 orang. Banyaknya korban jiwa, ditambah puluhan warga yang belum ditemukan, membuat proses pencarian menjadi prioritas utama seluruh tim SAR di lapangan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Jumat (28/11).
Ferry mengakui upaya evakuasi korban menghadapi kendala terbesar yakni akses menuju lokasi. Longsor hebat yang terjadi di beberapa ruas utama membuat jalur bantuan fisik dan mobilisasi personel tertahan.
"Karena kami juga berusaha untuk bisa tembus ke daerah Sibolga. Kemudian kami sudah memberikan bantuan, tetapi hanya masalahnya bantuan kami untuk saat ini tertahan di daerah longsor ke arah menuju daerah Sibolga," ujarnya.
Meski akses terputus, operasi penyelamatan tetap dilanjutkan. Tim SAR gabungan dari Brimob, Polres jajaran, Basarnas, TNI, BPBD, relawan, serta warga lokal menyisir sungai, lereng bukit, dan pemukiman yang tertimbun material longsor.
"Perahu karet, alat berat, hingga jalur alternatif melalui perkampungan digunakan demi mencapai lokasi-lokasi yang bahkan tidak bisa dijangkau kendaraan," katanya.
Cuaca yang berubah cepat, derasnya arus air, serta potensi longsor susulan masih menjadi tantangan di lapangan. Komunikasi darurat terus diupayakan berjalan menggunakan perangkat yang tersedia, sementara jalur logistik dicari melalui berbagai rute alternatif.
"Kami dari kepolisian daerah Sumatera Utara turut berbuka cita, dan kami tetap melakukan upaya untuk dapat melakukan evakuasi terhadap korban-korban di sana," ujarnya.
(fra/fnr/fra)
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...ainnya-hilang.
Kondisi di daerah terisolir Sumatera Utara
Medan dan Padanfg kena banjir
Banda Aceh aman tapi kena efek logistik. Adanya kanal besar sangat berpengaruh. Pernah lewat kanalnya. Luas banget kanalnya membelah kota Banda Aceh.
indent.smk memberi reputasi
1
458
29
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.4KThread•59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya