- Beranda
- Berita dan Politik
Mobil Ringsek Kurir Ekstasi di Tol Lampung Ungkap Sindikat Narkoba
...
TS
mpat
Mobil Ringsek Kurir Ekstasi di Tol Lampung Ungkap Sindikat Narkoba

Sebuah mobil Nissan X-Trail ringsek usai kecelakaan di Tol Trans Sumatera Lampung, kurir ekstasi melarikan diri dan kemudian ditangkap. (Foto: Liputan6)
Sebuah kecelakaan tunggal di Tol Trans Sumatera wilayah Lampung membuka fakta lain yang jauh lebih besar. Mobil Nissan X Trail hitam yang dikemudikan Muhammad Raffi, seorang kurir narkoba berusia 42 tahun, ditemukan dalam kondisi hancur total setelah menabrak di ruas KM 136. Dari insiden tersebut, aparat akhirnya mengungkap upaya penyelundupan puluhan ribu butir ekstasi yang sedang dibawanya menuju Jakarta.
Menurut keterangan aparat, mobil tersebut ringsek parah dengan bagian roda pecah, kaca pecah, dan bodi kendaraan remuk dari berbagai sisi. Kerusakan yang terjadi memperlihatkan betapa keras benturan yang dialami kendaraan tersebut sebelum berhenti di bahu jalan. Dalam kondisi sempit di dalam mobil, Muhammad Raffi disebut sempat terhimpit dan harus keluar melalui bagian atas kendaraan untuk menyelamatkan diri.
Setelah berhasil keluar, ia dilaporkan panik dan berusaha menghilangkan jejak dengan membuang lima tas berisi ekstasi ke jurang di samping jalan tol. Aksi tersebut dilakukan sebelum petugas tiba. Dalam versi lengkap penyelidikan, tas tas itu kemudian ditemukan oleh tim gabungan aparat dan personel TNI yang sedang melakukan pengecekan area sekitar lokasi kecelakaan.
Pelarian Kurir Setelah Kecelakaan
Usai membuang barang bukti, Muhammad Raffi melarikan diri dengan menuruni tebing dan memasuki area perkampungan yang berada tidak jauh dari titik kejadian. Ia mencari akses ke jalan raya dan memilih menggunakan transportasi darat untuk kabur menuju Jakarta. Perjalanan tersebut dilanjutkan dengan beristirahat di sebuah apartemen di kawasan Kalideres.
Pihak Bareskrim mengungkap bahwa pelarian Raffi berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh tim gabungan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri. Penangkapan dilakukan di daerah ebaik, Ranca Buaya, Kabupaten Tangerang pada Minggu dini hari. Proses pengejaran dilakukan setelah aparat memperoleh data pergerakan dan rekam perjalanan tersangka selama melarikan diri.
Menurut aparat, Raffi membawa lima tas berisi puluhan ribu butir ekstasi yang ia ambil dari sebuah hotel di Palembang. Ia berangkat menuju Jakarta menggunakan mobil Nissan X Trail tersebut sebelum akhirnya mengalami kecelakaan akibat micro sleep. Fenomena micro sleep ini dijelaskan sebagai kondisi ketika pengemudi tertidur sesaat tanpa sadar sehingga kehilangan kendali atas kendaraan.
Temuan Barang Bukti dan Skala Kasus
Setelah penelusuran oleh polisi dan TNI di area kejadian, aparat mendapati sejumlah tas berisi ekstasi di bawah jembatan dan beberapa titik lain yang dekat dengan lokasi kecelakaan. Temuan ini menyebabkan aparat memperluas penyelidikan karena jumlah barang bukti menunjukkan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar.
Informasi dari aparat menunjukkan bahwa jumlah ekstasi yang berhasil diamankan mencapai ratusan ribu butir. Jumlah tersebut menjadikan kasus ini sebagai salah satu temuan ekstasi terbesar yang pernah terjadi melalui jalur darat pada tahun itu. Bareskrim Polri kemudian mengambil alih kasus ini secara penuh untuk mempercepat proses penyidikan dan mengungkap kelompok lain yang terlibat.
Menurut penyidik, peran Muhammad Raffi sebagai kurir bukan bagian terakhir dalam rantai distribusi barang haram tersebut. Penyelidikan masih diarahkan pada kemungkinan adanya pengendali atau pemodal dari wilayah lain yang mengatur alur pengiriman dari Palembang menuju Jakarta. Aparat juga menelusuri rute perjalanan, metode komunikasi, dan pengaturan logistik yang digunakan dalam pengiriman ini.
Dampak Keamanan dan Langkah Lanjutan Aparat
Kasus ini menyoroti kembali potensi jalur tol sebagai rute penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Dengan akses cepat dan minim hambatan, jalur ini kerap dimanfaatkan oleh sindikat untuk mempercepat distribusi barang. Aparat menyebutkan bahwa kejadian ini akan menjadi evaluasi penting dalam pengamanan jalur tol, terutama pada waktu dini hari ketika intensitas patroli lebih rendah.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Penelusuran juga mencakup hubungan tersangka dengan pihak hotel tempat ia mengambil tas ekstasi, serta identifikasi pihak yang menunggu barang tersebut di Jakarta.
Referensi: TrenMedia.co.id
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
3
304
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
691.7KThread•1Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya