Kaskus

News

satuklikAvatar border
TS
satuklik
Panggilan Keadilan, Sebuah Kisah Kehilangan Melahirkan Kesadaran
Panggilan Keadilan, Sebuah Kisah Kehilangan Melahirkan Kesadaran Doc : Istimewa. Aku Salsa Erwina Perempuan Kuat Dan berjuang Demi Keluarga


Satu klik.id/Kaskus.Co.id - Puitis Aku Salsa Erwina, banyak yang bertanya. Kenapa aku baru muncul. Kenapa aku mulai bicara tentang keadilan.

Aku lahir di Indonesia. Di besarkan oleh mama yang menanggung hidup seorang diri, sejak papa pergi waktu aku masih kecil.

Dua tahun lalu, Kakaku meninggal di usia 37 tahun. Beberapa Minggu sebelumnya, kami duduk di teras rumah. Ia berkata dengan suara lembut, "Hidup ini berat, dik. Aku merasa gagal."

Sejak dia pergi, ada bagian dari diriku yang ikut hancur. Namun diantara reruntuhan itu, ada bara kecil yang menyala. Bara itu bernama kesadaran.

Negeri ini terlalu kaya, untuk warganya mati karena terlambat ditolong. Terlalu indah untuk dibiarkan gelap oleh sistem yang kehilangan rasa.

Aku melihat rakyat bekerja keras, tapi tidak mampu membeli rumah . Aku melihat mereka membayar pajak tanpa pernah tahu untuk siapa pengorbanan itu mengalir.

Akun melihat rakyat terbiasa menunduk, karena sudah terlalu sering kecewa.

Aku tidak datang dari kemiskinan, tapi aku tahu rasanya hidup di negeri yang membuat rakyat kecil harus berjuang sendiri.

Tempat orang baik kalah oleh sistem, dan kesediaan menjadi hal yang diwariskan.

Aku berbicara karena kehilangan. karena aku melihat seorang istri kehilangan suaminya. Enam anak kehilangan ayahnya. Seorang kakak kehilangan adiknya. Dan aku, seorang adik, kehilangan satu-satunya pelindung yang kupuny.

Kita tidak miskin. kita hanya terlalu lama dibiarkan berjuang sendiri.

Kita tidak lema. kita hanya hidup di negeri yang lupa menengok luka rakyat.

Bangunlah dari tidur panjangmu,wahai rakyat, karyawan, pemuda dan pemudi negeri ini.

Negara ini dibasuh oleh air mata mereka yang mendahului kita, bukan untuk dinikmati oleh segelintir orang, tapi untuk membuat setiap keluarga tidak perlu lagi kehilangan seperti keluargaku.

Indonesia terlalu kaya untuk rakyat hidup miskin. terlalu indah untuk terus dibiarkan gela. Kita tidak boleh diam. Diam adalah setuju.

Dan setiap kali kita setuju, ada nyawa yang padam tanpa keadilan. jika kita terus menunduk , maka yang akan dikubur nanti bukanya hanya harapan, tetapi arti dari kalimat "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."


(FS)
(Satuklik.id)
0
59
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Citizen Journalism
Citizen Journalism
KASKUS Official
16.8KThread15.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.