Kaskus

Story

sukimpurnomoAvatar border
TS
sukimpurnomo
Fenomena yang Masih Butuh Banyak Jawaban
Akhir-akhir ini ada banyak berita yang memprihatinkan sudah mengisi artikel cetak maupun artikel maya, bahkan secara dominan adalah hubungan antar sesama manusia. Adapun pertanyaan yang terbersit dari pikiran saya, apa yang jadi akar penyebabnya, mengapa relasi di antara sesama manusia semua dikategorikan sebagai sebuah agenda kuasa dan tunduk, bagaimana ini semua terjadi, siapa seharusnya bertanggungjawab, di mana solusi yang lebih tepat untuk menjawab persoalan tersebut.
Ada satu istilah bernama populisme yang sudah digaungkan oleh sekelompok atau individu dengan satu sudut pandang pemahaman tanpa melihat sudut pandang yang lain, terutama didasarkan prasangka, sentimen dan trauma (karena luka lama yang dialami oleh individu) sehingga sangat tidak yakin terhadap kegiatan agenda yang berhubungan dengan pengaruh dan kuasa atas satu atau beberapa individu dalam kelompok golongan, dengan kata lain populisme adalah tatanan luas dari pergerakan dan kepercayaan terutama dari masyarakat awam. Populisme ini melahirkan tindakan untuk mendukung pihak-pihak tertentu di mana agenda yang dibangun pihak tersebut memiliki pemahaman yang sejalan dengan pihak pendukung, sehingga bentuk dukungan bisa dilakukan dengan pola yang meningkatkan citra pihak yang didukung tersebut.
Perihal meningkatkan citra tersebut, muncul narasi harapan dan keinginan dari pihak yang didukung tersebut sebagai wujud dari kesamaan nasib dan tujuan terutama mengenai pencapaian kepentingan. Hal ini, memicu aktivitas memberikan suara untuk memilih yang sebenarnya adalah bentuk peluang buta terhadap konsekuensi baik dan buruk. Konsekuensi baiknya adalah bagi pihak yang dipilih akan lebih meningkatkan moral dan kinerja upaya atas kepercayaan yang sudah diberikan dari pihak pemilih, justru konsekuensi sebaliknya bagi pihak yang tidak didukung justru mengarah pada praktik pengasingan, pengucilan, dan pemisahan dari suara yang tidak mendukung. Dari hal tersebut , timbul narasi pro dan kontra di antara dua golongan tersebut, bahkan memicu praktik pembagian dan menguasai (divide and rule), yang berimplikasi pada perpecahan komunitas dalam masyarakat. Oleh karena itu, populisme sering digaungkan oleh pihak individu maupun kelompok yang tidak percaya pada aktivitas politik pihak-pihak tertentu.
Bahkan populisme pun pada akhirnya merambah pula di bidang religius, dan ini pun menjadi fenomena yang masih dicari jawaban pastinya. Terutama asal mula bagaimana moral manusia berpasangan bisa menjadi nilai dan kaidah yang begitu sempurna walaupun dihadapkan pada ironi praktik-praktik populisme yang begitu buta dengan urusan baik dan buruk. Ada satu pertanyaan besar, apakah pola populisme berpasangan berasal dari interaksi manusia dengan makhluk hidup yang bergerak atau justru sebaliknya? Saya bertanya mengenai hal tersebut bukan tanpa alasan terutama masih adanya masalah dalam masyarakat yang menjadi ironi di balik tersebarnya moralitas nilai dalam setiap agama justru tidak memberikan kepastian, tentang baik dan buruk, maklum tatanan yang tumpang tindih dan mengadu domba.
Demikian, apa yang bisa dikutip dari pendapat dan isi pikiran serta perasaan di dalam pergulatan batin sejauh dari hati nurani saya yang paling dalam. Sekian dan terima kasih

0
105
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
Heart to Heart
KASKUS Official
23KThread39KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.