Pernahkah kamu merasa hidup ini tidak ada gunanya lagi? Gua? Gak pernah. Tapi ada seorang pria yang cukup ganteng dan bersahaja. Tapi sedeng. Namanya Johny. Apapun yang Johny sentuh, cepat atau lambat akan menjadi ‘kotoran’. Keluarga, cinta, pertemanan dan segala aspek dalam hidupnya seakan gagal membangkitkan gairah untuk menikmati hidup. Terbesit didalam pikirannya yang sempit untuk mengakhiri hidupnya. Tapi bagaimana caranya?
Spoiler for 1. Cita-Cita:
2019
Di suatu hari yang indah di lepas pantai sekitar 70 km dari Luanda Harbour, seorang pria berdiri diatas guardrail bow deck kapal ROV. Pria tersebut melebarkan kedua belah tangannya mirip seperti yang dilakukan Rose dan Jack di scene Titanic. Tapi yang sedang dia lakukan bukan untuk menikmati angin berhembus ke seluruh tubuh saat vessel sedang sailing, bukan. Dia ingin mengakhiri hidupnya dengan terjun ke laut!
Panggil saja dia Johny. Seorang pria yang sedikit ganteng, sedikit charming, sedikit ‘buta’ dan sering kali tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya.
‘Seorang warga negara Indonesia tenggelam di lautan afrika karena putus cinta’ atau ‘VIRAL!!! Pemuda ganteng asal Indonesia terpeleset dan jatuh ke laut karena mengikuti adengan di film Titanic’
Mungkin ini sebagian draft Headline di berita-berita Indonesia bila Johny terjun ke laut.‘Not Bad’ katanya dalam hati.
Johny mulai menarik nafasnya dalam-dalam, melihat sesekali ke arah laut sebelum akhirnya menutup kedua matanya.
“Ok, this is it. In three. One…two…”
Tapi tunggu dulu. Sepertinya kita harus tarik jauh kebelakang beberapa tahun lalu.
1999
“Ok anak-anak, selamat datang di SDN1 Cimareme, Nama Ibu Adalah Ida Iyasa, Ibu adalah wali kelas kalian untuk kelas 1 SD. Sekarang, Ibu mau kalian satu-satu maju kedepan, perkenalkan diri, hobby dan cita-cita kalian pada saat sudah besar” Ucap Ibu Ida dengan semangat.
Satu persatu murid maju memperkenalkan diri, hobby dan cita-cita mereka. Beberapa profesi prestisius seperti Dokter, Pilot, Tentara, Arsitek, Insinyur, Komika? (Ya betul. Memang belum ramai profesi komika pada saat itu, tapi salah satu temen gua yang bernama Limo bercita-cita ingin menjadi seorang Komedian) adalah cita-cita sebagian besar anak-anak dikelas ini.
“Nama saya Johny, hobby saya menghitung dan cita-cita saya menjadi seorang BATMAN…”
Sontak satu ruangan kelas tertawa mendengar cita-cita gua. Memang apa salahnya menjadi seorang BATMAN?
Lagipula setelah kita dewasa kebanyakan dari kita tidak menjadi apa yang kita cita-citakan pada saat kelas 1 SD. Admit it!
Limo contohnya, teman gua yang bercita-cita sebagai Komika. Saat ini Limo sedang duduk menikmati kopi sachet di warung depan, menghisap rokok kreteknya dan sesekali melontarkan kata-kata kasar karena dia gagal mendapatkan Jackpot di game slot.
“Taik, tau gitu gua WD barusan” keluhnya setelah membanting HP Xiaomay jadul ke tanah.