- Beranda
- Berita dan Politik
Ekonomi Dunia Goyang, RI-Thailand Siap Bangun Chemistry
...
TS
sansnomics
Ekonomi Dunia Goyang, RI-Thailand Siap Bangun Chemistry

Bendera Thailand dan Indonesia. (Foto: depositphotos.com)
Gan, lo pasti udah denger kan kalo Amerika Serikat lagi ngelirik buat pasang tarif resiprokal. Nah, Indonesia gak tinggal diam. Pemerintah langsung tancap gas buat beresin strategi dagang demi jaga kepentingan nasional. Ini juga bukti kalo RI masih komit sama sistem perdagangan global yang fair dan berbasis aturan. Negara lain juga banyak yang lagi putar haluan karena ekonomi dunia makin gak jelas arahnya.
Gan, lo pasti udah denger kan kalo Amerika Serikat lagi ngelirik buat pasang tarif resiprokal. Nah, Indonesia gak tinggal diam. Pemerintah langsung tancap gas buat beresin strategi dagang demi jaga kepentingan nasional. Ini juga bukti kalo RI masih komit sama sistem perdagangan global yang fair dan berbasis aturan. Negara lain juga banyak yang lagi putar haluan karena ekonomi dunia makin gak jelas arahnya.
Nah, mewakili Pak Presiden Prabowo di acara The CEO Forum with Thailand Businessesdi Bangkok (Senin, 19 Mei 2025), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bilang Indonesia lagi kebut reformasi aturan dagang dan investasi. Mulai dari penyederhanaan regulasi sampe ngebangun hubungan dagang yang makin kuat, khususnya sama negara tetangga kayak Thailand.
Kata Pak Airlangga, langkah ini bisa jadi jalan pembuka buat kolaborasi ekonomi yang lebih nempel lagi. Dan emang udah keliatan sih, hubungan dagang RI–Thailand makin kinclong. Tahun 2024, ekspor kita ke sana tembus USD 7,7 miliar, isinya batu bara, onderdil mobil, dan baja. Sementara itu, impor dari Thailand sekitar USD 9,7 miliar, mayoritas beras, tebu, suku cadang, sama mesin-mesin.
Jadi bisa dibilang, dagang dua negara ini saling ngisi. Gak timpang-timpang amat, malah saling dukung buat kemakmuran bareng.
Gak cuma ngomongin dua negara doang, Airlangga juga bahas soal ASEAN. Tahun 2024 kemarin, ekonomi kawasan ini tumbuh 4,8%, digerakin sama konsumsi rumah tangga dan investasi di sektor keren kayak mobil listrik, data center, dan semikonduktor. Nilai perdagangannya naik 8,9%, tembus USD 3.841 miliar. FDI? Ngegas juga, USD 234 miliar. Pariwisata juga comeback: 126,5 juta wisatawan mancanegara datang cuy!
Tahun 2025, ASEAN diprediksi tetap tumbuh 4,7%, walau ada ancaman dari luar kayak kebijakan dagang AS yang belum pasti. Nah, RI liat ini sebagai peluang buat buka pintu investasi selebar-lebarnya, khususnya buat pelaku usaha dari Thailand. Sektor yang ditawarkan juga gak main-main: dari hilirisasi mineral, EV (mobil listrik), sampe infrastruktur digital dan data center.
Buat mendukung itu semua, RI nawarin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai tempat yang ramah investor. Plus, ada banyak proyek bareng yang bisa digarap, kayak transportasi, energi, dan pembangunan kota. Yang paling penting, Indonesia juga dorong ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Jadi bukan cuma soal cuan, tapi juga masa depan yang cakep.
Sumber
kakekane.cell dan 3 lainnya memberi reputasi
4
302
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.5KThread•59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya