Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Tak Hadir, Polisi Peluang Panggil Abraham Samad Lagi di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Tak Hadir, Polisi Buka Peluang Panggil Abraham Samad Lagi di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Tak Hadir, Polisi Peluang Panggil Abraham Samad Lagi di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Polda Metro Jaya menyebutkan, dua orang saksi tidak hadir untuk memenuhi panggilan penyidik dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat 9 Mei 2025.

Jokowi menyebut alasan membuat laporan tersebut karena berkaitan dengan delik aduan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Liputan6.com, Jakarta Polda Metro Jaya menyebutkan, dua orang saksi tidak hadir untuk memenuhi panggilan penyidik dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat 9 Mei 2025.

Adapun dua saksi tersebut berinisial MS dan AS. Dari informasi yang dihimpun, saksi MS diyakini adalah Michael Sinaga selaku podcaster. Sementara itu, AS yakni Abraham Samad merupakan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Kedua saksi itu tidak hadir pada pemanggilan pertama, polisi pun membuka peluang akan melayangkan pemanggilan kedua nantinya. Meski demikian, Kasubid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak tak merinci untuk waktu pemanggilan tersebut.

"Biasanya kalau tidak datang, pas pemanggilan pertama biasanya dikasih waktu 3 sampai 6 hari. Kalau tidak juga baru panggilan kedua 1 Minggu," kata dia Senin 12 Mei 2025.

Diketahui, sudah ada beberapa saksi yang telah dimintai keterangannya, diantaranya Rustam Effendi, Kurnia Tri Rohyani hingga Damai Hari Lubis yang diperiksa pad Kamis (8/5) kemarin. Lalu Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah yang sempat dijadwalkan diperiksa namun absen.

Sebelumnya Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menyambangi Polda Metro Jaya untuk memenuhi undangan klarifikasi dari Polda Metro Jaya terkait aduan ijazah palsu yang dilaporkan Presiden ke-7 RI Jokowi.

"Agenda hari ini hanya panggilan terhadap TPUA dalam hal ini keempat orang terkait laporan Bapak Joko Widodo," kata Juru Bicara TPUA, Rahmat Himaran saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis 8 Mei.

Bawa Sejumlah Bukti
Tak Hadir, Polisi Peluang Panggil Abraham Samad Lagi di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi melaporkan kasus dugaan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Perbesar
Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi melaporkan kasus dugaan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)
Rahmat menjelaskan keempat orang tersebut yaitu, Rizal Fadillah, Damai Hari Lubis, Kurnia Tri Royani, dan Rustam Effendi, namun Rizal Fadillah tidak dapat memenuhi panggilan karena sakit.

"Ketiga orang tersebut memenuhi undangan klarifikasi. Saat ini sedang memberikan keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan sampai sekarang masih berlanjut," kata Rahmat.

Dia juga menjelaskan ketiga orang tersebut hadir di Polda Metro Jaya juga telah membawakan bukti masing-masing terkait kasus ijazah palsu.

"Kalau untuk video, itu memang dari bapak Rizal Fadillah. Sementara saksi-saksi yang lain juga membawakan bukti masing-masing dari saksi. Jadi, mungkin untuk video, Pak Rizal sendiri yang akan memberikan keterangan di kepolisian," katanya.

https://www.liputan6.com/news/read/6...-jokowi?page=2


Pelapor Roy Suryo Berencana Temui Jokowi di Solo
Tak Hadir, Polisi Peluang Panggil Abraham Samad Lagi di Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Sekelompok advokat dari Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Bersatu akan berkunjung ke rumah mantan presiden Jokowi.
13 Mei 2025 | 12.49 WIB


Mantan presiden Joko Widodo turut menampik sebutan Presiden Prabowo Subianto sebagai presiden boneka. Foto diambil di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, 7 April 2025. Tempo/Septhia Ryanthie
TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok advokat dari Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Bersatu akan berkunjung ke rumah mantan presiden Joko Widodo. Peradi Bersatu merupakan pihak yang melaporkan Roy Suryo cs ke polisi tentang dugaan penghasutan isu ijazah palsu Jokowi. "Jadi rencananya kami akan berkunjung kepada korban (Jokowi). Kami akan ke Solo," kata Ketua Umum Peradi Bersatu Zevrijn Boy Kanu di Kepolisian Resor Metro Kota Jakarta Selatan pada Selasa, 13 Mei 2025.

Boy belum tahu kepastian jadwal rencana berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo. Namun, kata dia, sudah ada komunikasi dengan pihak Jokowi. "Pastinya sudah ada komunikasi," kata dia.


Adapun laporan mereka terdaftar dengan nomor LP/B/1387/V/2025/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA atas nama Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan. Lechumanan mengatakan laporan yang dibuat oleh pihaknya fokus pada delik umum dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. "Karena jelas bahwa RS itu seolah-olah meyakinkan bahwa produk (ijazah) itu palsu," kata Lechumanan.

siden itu melaporkan lima orang atas tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Lima orang tersebut yakni RS, RS, ES, T, dan K. Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengatakan telah melaporkan lima orang tersebut atas dugaan fitnah, dan pencemaran nama menggunakan media elektronik. Sehingga laporan yang dibuat salah satunya menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa tiga orang saksi atas laporan tudingan ijazah palsu Jokowi pada Kamis, 8 Mei lalu. Ketiga saksi itu merupakan anggota Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
https://www.tempo.co/hukum/pelapor-r...i-solo-1424005

masalah kasus ijazah mantan presiden
pilotesemka315Avatar border
pilotesemka315 memberi reputasi
1
802
16
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread56.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.