HENDY QIRANADA posting di Kaskus.id
Quote:
Jumlah bus yang tersedia tak akan cukup melayani pelintas yang mencapai ribuan orang.
Oleh: FRANSISKUS PATI HERIN
1 Juli 2024 16:07 WIB.
KUPANG, KOMPAS — Kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus di Dili, Timor Leste, pada Sepetember 2024 mendatang, bakal menarik umat Katolik dari Nusa Tenggara Timur untuk bepergian ke sana. Sayangnya, ketersediaan sarana angkutan umum lewat jalur darat dari NTT ke Dili sangat terbatas, yakni hanya lima bus.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II NTT Robert NI Tail mengatakan, lima unit bus saat ini beroperasi setiap hari. ”Setiap hari, tiga bus dari arah Kupang ke Dili dan sisanya dari Dili ke Kupang, kemudian balik lagi,” kata Robert, Senin (1/7/2024).
Setiap bus mengangkut penumpang dengan kapasitas 26-30 orang. Dalam satu hari, paling sedikit 100 orang menyeberang menggunakan bus yang datang dari kedua arah. Besaran biaya yang harus dibayar Rp 350.000 per penumpang. Bus dioperasikan oleh pihak swasta.
Waktu perjalanan dengan bus dari Kupang ke Dili paling cepat 9 jam. Itu sudah termasuk waktu istirahat dan juga transit di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain. Jarak Kupang ke Motaain sejauh 283 kilometer, kemudian dari Motaain ke Dili sejauh 113 kilometer.
Menurut Robert, armada yang tersedia itu tidak cukup menjawab kebutuhan pelintas yang diperkirakan ribuan orang. Lawatan Paus Ke Dili diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya Paus memimpin misa di Dili. Dalam misa itu, Paus akan memberkati umat Katolik yang hadir. Banyak umat Katolik akan menghadiri momen tersebut.
Dalam rangkaian kunjungan ke Indonesia tahun 1989, Paus menyapa umat Katolik di NTT. Saat itu, Paus Yohanes Paulus II datang ke Maumere, Pulau Flores.
Paus juga datang ke Dili yang masih berstatus ibu kota Provinsi Timor Timur, bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Timor Timur berdiri sendiri menjadi negara Timor Leste setelah Jajak Pendapat 1999.
Mengingat ini kunjungan Paus, standar pengamanan ditingkatkan.
Saat itu, umat Katolik dari Timor Barat pergi ke Dili. Mereka berjalan kaki, membangun tenda di sisi jalan, dan memasak makanan sendiri.
Dalam laporan
Kompaskala itu, jumlah umat Katolik yang menghadiri misa mencapai 250.000 orang. Pada kunjungan 2024 ini, jumlah umat yang hadir diperkirakan bakal lebih banyak.
Robert menyarankan memobilisi umat melalui kapal laut. Kapal bisa langsung ke Dili atau melalui Pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu, kemudian masuk ke Timor Leste melalui PLBN Motaain. Ada kapal yang dioperasi PT Pelni ataupun PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan.
Serba terbatas.
Kepala PLBN Terpadu Motaain Engelberthus Klau mengatakan, berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi potensi penumpukan pelintas di Motaain. Ketika waktu normal, total pelintas mencapai 700 orang setiap hari, dan khusus akhir pekan sebanyak 1.000 orang.
Ia menyarankan agar pelintas sudah ada di sana paling lama tiga hari sebelum Paus tiba. Berdasarkan koordinasi pihaknya dengan perwakilan pemerintah Timor Leste, otoritas keamanan di Dili akan menutup akses sejumlah ruas jalan. ”Mengingat ini kunjungan Paus, standar pengamanan ditingkatkan,” kata Engel.
Bertho (55), warga Indonesia yang baru pulang dari Dili, menuturkan, akomodasi berupa penginapan di Dili sangat terbatas. Begitu pula warung makan jumlahnya tidak banyak. Belum lagi harga barang yang mahal sehingga butuh persiapan uang yang cukup. Timor Leste menggunakan mata uang dollar AS.
Warga yang memiliki keluarga atau kerabat di sana akan lebih terbantu mendapat penginapan dan makan. ”Ada pilihan ke biara susteran atau ke paroki, tetapi itu pun terbatas karena dipakai oleh para suster dan pastor dari NTT. Mereka sudah booking,” kata Bertho.
Editor: AGNES BENEDIKTA SWETTA BR PANDIA
Sumber berita dari Kompas.id
https://www.kompas.id/baca/nusantara...edia-lima-bus?
Karena mungkin bukan jalur 'gemuk' maka angkutan umumnya armadanya terbatas. Btw apa di sana (Kupang, NTT) ada banyak bis-bis yang bisa di-carter sewa untuk angkutan ke Dili Timor Leste?
Mengingat beda negara jadi mesti urus Paspor dulu nih.
Syarat penerbitan bagi pemohon paspor baru untuk keperluan misa Paus ini hendaknya di beri kelonggaran persyaratan khusus. Seperti misalnya tidak perlu rekening koran/bank yang saldo rata-rata sekian, karena keperluannya memang pergi ke Dili untuk mengikuti misa akbar bersama Paus Fransiskus ini.
Kalau ikut misa Paus di Jakarta mungkin akan lebih jauh dan lebih repot.
Btw, Keuskupan di Paroki saya sudah mulai melakukan pendataan kepada umat Paroki yang akan mengikuti misa akbar Paus di GBK Jakarta nanti.
Di Paroki saya jumlah kuota umat yang akan ikut misa di GBK sangat terbatas, per lingkungan hanya 10 orang, jumlah lingkungan di paroki kami ada 17, jadi kuota hanya untuk 170 umat saja.
Quote:
Ilustrasi. Paus Yohanes Paulus II hari Kamis (12/10/1989) tiba di Dili, Timor Timur, dalam rangkaian kunjungannya di Indonesia. Di lapangan Tasitolu, Dili, Sri Paus memberkati umat dalam misa agung yang dihadiri 250.000 umat Katolik. Foto : KOMPAS/JAMES LUHULIMA

Kupang (Indonesia) - Dili (Timor Leste) p.p.